Monday, March 19, 2018

Yakin, Mau Ta'arufan?




Oleh : Dini Harianti
(Anggota Komunitas Muslimah Muda Ketapang)

Alhamdulillah di jaman now kata ta'arufan itu udah ga asing lagi ditelinga kita ya dear, perlahan tapi pasti sudah banyak juga yang menerapkan Ta'arufan sebagai jalan mereka untuk menyempurnakan separuh agama. Tapi ga sedikit juga yang ternyata menyalah artikan hal ini. 

Melihat hal ini tentu syaiton juga ga akan tinggal diam. Mereka pasti memakai berbagai cara untuk menggoda manusia agar tidak taat terhadap syariat Nya. Seperti hal nya dalam menjalankan ta'aruf, jika kita tidak bisa menjaga syari'at nya maka rusak lah makna ta'arufan yg sebenarnya. Na'udzubillahi mindzalik ya sholihah, jangan sampai kita menjadi wasilah rusaknya penerapan syari'at, kan serem banget
tuh bisa jadi dosa investasi buat kita.

Cinta, bagi manusia merupakan hal yang fitrah dan merupakan bagian dari gharizah nau' (naluri untuk melanjutkan keturunan). Sebagaimana naluri-naluri yang lain, ia menuntut pemenuhan. Maka wajar saat
seseorang sudah baligh, ia mulai merasakan naluri ini.

Jika cinta adalah karunia Allah Swt, maka mustahil Allah mengaruniakan sesuatu yang buruk. Tergantung dari diri kita aja nih dear ingin memaknai cinta itu sebagai potensi untuk bermaksiat atau potensi kita
untuk taat. Semua pilihan ada pada dirimu.
Islam tidak pernah mengharamkan cinta, Islam mengarahkan cinta agar ia berjalan pada koridor yang semestinya. Bila kita berbicara tentang cinta dengan lawan jenis, satu-satunya jalan adalah pernikahan,
yang dengan nya cinta menjadi halal dan penuh keberkahan #ciee

Aturan Islam itu sederhana, Bila cinta datangi walinya dan menikahlah. Islam tidak mengenal hubungan pra pernikahan semisal pacaran. Hal ini dikarenakan Islam sangat menjaga kemuliaan hamba-hamba Nya.
Bagi yang sudah siap untuk menikah, Allah sudah mengatur syariat nya yaitu dengan Ta'aruf (perkenalan)-Khitbah (peminangan) -Nikah. Nah yg sering disalahartikan itu tahapan ini nih. Perlu diketahui proses ta'aruf dan khitbah ini bukanlah pacaran dalam bentuk islami ya dear. Kita tetap punya batasan karna si doi belum jadi mahrom kita lhoo ingat itu ingat. Kita juga perlu perantara seperti ustadzah kita yang memahami tentang proses ini, agar proses tetap 'on the track'. Jangan jalan sendiri
sendiri ya ini berat, kamu ga akan kuat. #dilanmodeon

Terus gimana dong? Kita ga bisa tau si doi seperti apa, ibarat nya mah beli kucing dalam karung. Tenangin aja say... untuk saling mengenal boleh aja kok lelaki bertemu dengan wanita yang dikhitbahnya
hanya saja harus ada mahrom si wanita yang menemani, jadi pembicaraan ga ngalor ngidul kemana-mana
hehe.

"Kalau ajak si doi jalan-jalan kemana kek gitu boleh kali yaa supaya lebih dekat hubungan nyaaa?" #stop #warning hati-hati ya sholihah akan hal itu, ingat kalian masih belum menjadi mahrom maka batasan-batasan untuk tidak berikhtilat ataupun berkhalwat harus wajib kudu mesti dijaga
"Laah kan rame-rame sih gak papa lah..."
Justru interaksi antar lawan jenis yg rame - rame itu namanya ikhtilat kalau berduaan doang itu namanya khalwat dan itu lebih gawat lagi pasti yg ketiganya itu syaithon nirrojiim.

Lah ikhtilat aja Allah larang kok apalagi ber khalwat. Lebih baik hindari deh hal yang kayak gini, kamu terlalu berharga dear untuk aktifitas-aktifitas yang ga bermanfaat.
"Kan niatnya untuk jalin silaturahim?"
Silaturahim itu asalnya dari kata 'shilah' yang berarti hubungan dan 'rahim' yg berarti rahim ibunda. Artinya menyambung hubungan antar kerabat dekat yang terhubungkan dengan rahim, atau mahram kita. Ga bisa ya kita jadikan alasan pacaran islami untuk menjalin silaturahim. Itu beda banget.

"Terus gimana dong? Kalau interaksi lewat hp boleh dong yaa? Secara ta'aruf ini kan proses perkenalan" Untuk saling mengenal boleh aja, asal pembicaraan nya seputar masa depan, #ceileh masa depan.
Misalnya visi keluarga yang akan dibangun, nilai-nilai yang dianut, dan terutama mengevaluasi pemahaman agama yang menjadi tiang pernikahan. Hanya saja harus diingat dan dijaga agar tidak menyampaikan sesuatu yang tidak sepantasnya. Karna jaman now khalwat pun bisa terjadi melalui
chatting dll nya itu. Ga perlu sematkan kata-kata cinta ataupun rindu, udah simpen aja dulu. Tidak ada jaminan kata sebelum akad terucap.

"Ya Ampuuun ribet amat sih, sok jual mahal banget, padahal ga cantik-cantik amat"
Dear, kalau ada laki-laki yang bilang gini ke kamu udaaah coret aja dari list calon imam, kamu terlalu berharga untuk dipimpin orang yang hobinya nyinyirin syari'at tapi ga berusaha untuk taat.

Laki-laki yang baik itu akan memuliakan mu, dia juga akan terus memantaskan diri dalam ketaatan dan menjemput mu dengan cara yang Allah syari'at kan. So, jangan galau baper apalagi khawatir ga dapet-
dapet jodoh. Ingat, wanita yang baik adalah hadiah untuk laki-laki yang baik begitupun sebaliknya.

Tugas kita hanya taat, biar Allah yang pilihkan apakah jodoh atau ajal yang terlebih dahulu menjemput kita. Jangan sampai kehadiran si doi membuat kita lalai untuk taat kepada Nya. Udah... sibuk deketin
pemilik hati nya aja dulu. In syaa Allah, Allah yang akan dekatkan hati kita.
Tenangin aja say... semua akan cie cie pada waktunya.
Fashbir shobron jamiilan.
Wallahu a’lam
Baarakallahufiikum semoga bermanfaat ❤



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!