Wasilah Hijrah



Oleh : Amalidatul Ilmi (Mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya)


"Terimakasih ya berkat kamu aku belajar menjadi lebih baik lagi", "Alhamdulillah senang bisa belajar sama kamu", "Sedikit banyaknya aku berubah karena kamu." . 

Hmm MasyaaAllah siapa yang tak terenyuh jika mendapat perkataan demikian. Menjadi inspirasi hijrah bagi hidup seseorang. Padahal semua itu karena usahanya sendiri mau makin mendekat dengan Robb-Nya. 

Bagaimanapun juga upaya manusia dalam mengajak kebaikan hanya dapat sebatas "ajakan" atau "mengingatkan." Maka wajar pula ada yang dapat menerima ada pula yang tidak. 

Ingat kisah ada seorang ayah dengan anaknya yang sedang dalam perjalanan. Ayah dan anak tersebut bersama 1 keledai kecil yang dituntun dengan tali. Anak itu menaiki keledai dan Ayahnya yang menuntun keledai tsb. 

Ditengah perjalanan mereka melewati dan bertemu banyak orang. Hingga ada yang berkata. "alangkah tidak patuhnya anak itu terhadap Ayahnya sehingga dia yang menaiki keledai itu dan membiarkan Ayahnya yang berjalan sambil menuntun keledai." . 

Kemudian anak itu turun dan ganti Ayahnya yang menaiki keledai. Kemudian orang lain lagi berkata "alangkah tidak mempunyai rasa kasihan seorang anak berjalan menuntun keledai sedangkan Ayahnya duduk menaiki keledai." . Setelah itu ayah dan anak memiliki cara agar tidak dikatakan orang lain lagi. Mereka berdua akhirnya menaiki keledai kecil itu dan kembali melanjutkan perjalanan. 

Namun ternyata di tengah perjalanan mereka kembali dikomentari orang. Mereka dikatakan orang yang tak memiliki rasa kasihan dengan menaiki keledai kecil yang tampak berat menahan beban mereka. 

Kira-kira apa ibroh yang dapat kita ambil? Ya bahwa hidup tak akan pernah lepas dari perkataan orang lain. Begitu pula soal hijrah. Jelas ia tak mudah. Namun jangan pernah terjebak karena kata ini itu dll yang melemahkan. 

Maka berubah tidak hanya cukup dengan meniru figur orang lain yang menginspirasi untuk hijrah. Namun butuh ilmu dan orang-orang yang ada disekeliling sebagai penguat. 

Bagaimana mendapatkannya? Kuncinya adalah mau mengkaji. Ya mengkaji Islam secara keseluruhan (kaffah). Tidak di pilih-pilih sesuka hati agar semakin kuat dan Istiqomah taat dijalan-Nya.


Post a Comment

0 Comments