Tubuh Ghouta Tubuh Kita

Oleh : Risma (Ummu Firaz) 



Langit yang cerah di selimuti awan yang menyapa hangat dipagi hariditemani secangkir teh hangat sambil mengawasi si kecil yang sedang mulai asik bermain dengan permainannya  lalu ku ambil hp karna greget  (pengen nyiram pake daun kalo pake uang nanti di tuding niru bu dendy ) dengan sosok yang terlalu sibuk di negaranya dengan berbagai kegiatan yang menurut saya tidak ada manfaatnya ( dalam segi pandangan islam ) lalu ku tuliskan sayatan" hati yang sudah  kupendam selama sepekan ini.     


Bagaimana hati ini tidak tersayat" Sudah lebih dari sepekan pesawat tempur rezim Basyar Assad dan Rusia menggempur warga sipil di wilayah Ghouta Timur. Operasi Darat pun mereka lakukan untuk menghentikan pergerakan oposisi yang dilakukan militer Suriah, mereka mengklaim hanya menargetkan militan meskipun realitasnya warga sipil lah yang menjadi sasaran.


Ratusan jiwa gugur termasuk anak-anak, dan ribuan lainnya terluka parah. Tim penyelamat dan evakuasi mengatakan rezim Suriah dan Rusia tidak memberikan cukup waktu bagi mereka untuk menghitung mayat-mayat dalam serangan udara paling berdarah dan mematikan yang berlangsung di Ghouta Timur tersebut.      



Dalam tragedi ini, belum ada tindakan nyata yang dilakukan oleh negeri-negeri yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa, bahkan negeri-negeri muslim pun hanya mampu mengutuk dan melakukan kecaman terhadap rezim Basyar Assad.       



Rupanya tangisan dan ketakutan anak-anak Ghouta tak cukup keras untuk membangunkan para penguasa negeri-negeri muslim dari tidurnya. Bagaimana bisa saudara muslim kita berguguran bahkan anak" yang tidak berdosapun ikut imbasnya karna kebiadapan laknatulah bassar asad dan sekutunya yang terus"an menghantam pemukiman mereka.sedangkan belum lama kita lihat Presiden Indonesia masih sibuk mengunjungi bioskop untuk sekadar menikmati Film berjudul Dilan 1990.       


Sepintas saya berfikir, saudara muslim di ghouta menikmati kesakitan keperihan bahkan kebingungan kepanikan karna setiap hitungan menit tempat tinggal mereka di bom mereka kehilangan keluarga teman bahkan orang" terkasih dan tersayangnya.       



Okelah jangankan di ghouta rakyatnya sendiri aja banyak yang terabaikan. Padahal, dukungan dan tindakan para penguasa negeri muslim akan sangat mampu mengurangi derita saudara kita di Ghouta. Karena kekuatan negara tak pernah bisa diimbangi hanya dengan kekuatan individu, sehingga tindakan minimal yang bisa dilakukan adalah membantu mereka dengan mengirimkan pasukan militer dengan persenjataan lengkap.       


Umat butuh pemimpin yang bisa menjamin rasa aman. Dan itu hanya bisa dipenuhi oleh Negara Khilafah yang menerapkan Islam kaffah. Karena hanya dengan Islam lah yang mampu menjadi rahmat bagi seluruh alam       



Inilah yang hilang dari benak kaum muslimin, bahwa seharusnya ibarat satu tubuh yang jika satu bagian sakit maka bagian lain akan merasakan hal yang sama. Derita Ghouta adalah derita kita.  



Editor : Hardi Jofandu

Post a Comment

0 Comments