Sobat, Kenali Dirimu!



Oleh : Minah, S.Pd.I
(Pengajar, Pemerhati Remaja dan Anggota Komunitas Revowriter)

Remaja now, masih banyak yang belum mengenal jati dirinya. Mereka nggak mau repot bin ribet, pengennya hanya happy fun. Senang-senang dan nggak mau diatur. Akhirnya kebablasan. Apa yang menyebabkan ini semua? Ini semua dikarenakan remaja banyak belum mengenal dan krisis identitas, identitas dirinya tidak jelas sehingga mudah terbawa angin. Ketika kita tidak mengetahui siapa dirinya, tujuan hidup pun jadi tidak jelas. Akibatnya, akan mudah terombang-ambing mengikuti gaya hidup agar bisa eksis. Persis seperti layang-layang. Padahal bekal hidup kita terbatas. Usia kita pun juga terbatas.

Namun, selain itu juga, remaja banyak mengikuti gaya hidup barat dalam semua lini kehidupan. Barat dijadikan kiblat dalam menjalani kehidupan. Apapun yang mereka kerjakan tanpa melihat apakah itu diperbolehkan atau tidak. Tidak memperhatikan halal dan haramnya. Berpakaian dipakai karena modis bukan karena syar’i dalam menggunakannya. Miris!

Oleh karena itu, yuk kenali dirimu. Bagaimana caranya? ketika kita beriman kepada Allah, yakin bahwa Allah adalah Sang Pencipta, dan hidup yang kita jalani ini adalah ciptaan Allah. Nah, ada 3 pertanyaan mendasar yang harus kita jawab yakni dari mana kita berasal, untuk apa kita diciptakan dan mau kemana kita setelah mati. Pertanyaan ini kudu kita jawab, agar kita bisa menjalani hidup lebih terarah dan benar, yang terpenting adalah kita akan kenal dengan diri kita, sehingga apapun yang kita lakukan sesuai dengan Aturan Allah.

Dari Mana Kita Berasal?

Islam memberikan jawaban bahwa kita berasal dari Allah. Allah yang menciptakan manusia. Allah sebagai Al-Kholiq (Pencipta) sekaligus Al-Mudabbir (Pengatur). Karena Allah yang ciptakan kita, Allah jugalah yang berhak mengatur kita. jadi, dalam hidup ada perintah dan larangan dari Allah.


Untuk Apa Kita Diciptakan?

Pertanyaan ini harus terjawab dengan benar, agar kita tidak bingung dan tersesat dalam menjalani kehidupan ini. Karena jika kita tahu untuk apa kita diciptakan oleh Allah maka kita akan mengetahui apa saja yang harus kita  lakukan didunia ini. Misalnya saja, jika kita ingin melakukan perjalanan maka kita harus tahu tujuan perjalanan kita. kalau nggak tahu arah dan tujuan, maka akan ngalor ngidul, nggak jelas arah. So, kudu tahu menjalani hidup dengan tujuan yang benar.

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu” (QS. Adz-Dzariyat:56).

Tujuan Allah menciptakan kita semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Allah Sang Pencipta manusia serta Pengatur manusia yang menetapkan bahwa keberadaan manusia di dunia ini hanyalah untuk beribadah kepadaNya. Beribadah tidak hanya puasa, sholat, bacaan alquran saja, namun semua perbuatan kita harus terikat dengan hukum Allah, baik dalam ibadah sholat, puasa, baca alquran, berbuat baik, jujur, berbakti pada orang tua, pergaulan yang benar, muamalah, kesehatan dll, harus terikat pada hukum Allah. Taat, tunduk dan patuh kepadaNya serta terikat dengan aturan agama yang disyariatkanNya, menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya. Dengan itu semua insyaallah kita tidak akan tersesat dalam hidup ini.

Mau Kemana Kita Setelah Mati?

Ketika kita mati, kita akan kembali kepada Allah SWT, untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan saat di dunia. Semua amal perbuatan kita di dunia akan dihisab oleh Allah. Jika kita di dunia benar-benar beriman kepada Allah, menjalankan semua aturan dari Allah, maka balasannya adalah surga, namun, jika kita melanggar aturan Allah, tidak beriman kepada Allah, bermaksiat, dll. maka sudah pasti balasannya neraka.

Oke sobat, terjawablah 3 pertanyaan diatas, dan semoga dengan jawaban tersebut, akal dan hati kita semakin terbuka untuk bisa menemukan jati diri kita yang sebenarnya, agar jalan hidup yang kita lalui tidak salah arah dan tersesat. Menjadikan hidup kita, semakin tunduk dan taat kepada Allah dimanapun kita berada.

Ingat! kematian bisa datang kapan saja dengan izin Allah dan tidak ada yang tahu kapan datangnya, maka sudah sepantasnya kita harus bersiap diri menghadapinnya, memanfaatkan kehidupan yang sebentar ini senantiasa untuk Allah, tunduk dan taat kepada Allah, ingat akan mati dan akhirat, merasa diawasi Allah, selalu introspeksi diri, memperbanyak amal kebaikan serta senantiasa berjuang dijalan Allah, agar kelak saat menghadapNya kita dalam keadaan yang husnul khotimah. Aamiin Ya Robb. Yuk sobat, kenali dirimu dengan benar. Oke!

Post a Comment

0 Comments