Saatnya Menikah Muda!

Oleh : Hardi Jofandu (Humas Komunitas Remaja Islam Hebat)


Barakallahu fikum, kepada dua teman kita Ustadz Fathul dan Faisal yang sudah cie-cie (baca: menikah). Semoga sakinah, mawaddah wa rahmah, terus cepat dapat momongan. Kita semua salut, kedua Ustadz kita ini menikahnya di usia muda. Ustadz Faisal menikah diusia 18 tahun dan Ustadz Fathul menikah di usia, ndak tahu, tahunya diusia muda. Meski mereka masih kalah sama yang nulis tulisan ini, tak apa-apalah, kita tetap beri mereka jempol!


Di tulisan kali ini, saya tidak bermaksud mengompori agar yang jomblo-jomblo cepat menikah, tanpa ada persiapan sama sekali. Saya juga tidak ingin anda menikah cuma modal semangat, tanpa ada komitmen dan tanggung jawab. Yang saya inginkan, dengan membaca tulisan saya ini, anda bisa menyiapkan/memantaskan dirinya untuk siap, baik secara finansial (baca: uang panai), maupun secara yah.. kesadaran gitu. Sadar kalo anda punya tanggung jawab, sudah punya kewajiban yang harus anda penuhi dan lain-lain.


Perlu kita tahu, menikah itu bukanlah sembarang ikatan yang cepat putus laksana pacaran. Menikah itu, kata Allah, adalah mitsaqon Ghalizan, ikatan yang kuat. Karena itu, siapa yang menikah, maka mereka telah mengikat perasaan 'Cinta' yang ia punya dengan ikatan yang kuat. Menikah juga bukan hubungan yang main-main, perlu keseriusan untuk menjalaninya dan tentunya bekal ilmu yang cukup, khususnya ilmu mengarungi bahtera rumah tangga.


Bicara tentang nikah muda, banyak pihak yang kontra. Yah, wajarlah kondisi ekonomi yang makin terpuruk ; utang luar negeri menumpuk, pekerja cina menyerbu Indonesia, membuat ekonomi menjadi sulit. Imbasnya, masyarakat, baik tua maupun muda tanpa terkecuali merasa sulit untuk menyambung hidupnya. Karenanya, wajar bila banyak yang kemudian pesimis untuk menikah. Takutnya kalo menikah, anaknya orang mau dikasih makan apa? Tempat ditinggal dimana? Dan ketakutan-ketakutan yang lain. Berbagai motivasi-motivasi menikah pun, seolah mustahil dicerna oleh akal!


Karena itu, kita mengacungi jempol kepada mereka-mereka yang menikah di usia muda. Di tengah pesimisnya masyarakat akan menikah, eh mereka tanpa rasa takut malah memberanikan diri untuk menikah. Meski mungkin setelah menikah, mereka jadi 'terlantar', tetap harus diberi apresiasi besar. 

Untuk Ustadz Fathul dan Faisal, termasuk yang menulis tulisan ini layak kita beri jempol. Mereka dengan tanpa panjang mikir, tanpa banyak gombal langsung 'menyeret' sang pujaan hati ke pelaminan. Itu namanya laki-laki, mau serius, tak mau main-main. Tak seperti Dilan, hanya banyak gombal!

Buat yang belum nikah karena takut miskin, ketahuilah : miskin tidak punya istri, penderitaannya ada 2, yaitu menderita karena miskin dan menderita karena tidak punya istri. Ketika anda sudah menikah, maka penderitaan tinggal satu : menderita karena miskin. Maka menikahlah agar penderitaanmu berkurang!

Salam buat Istri dirumah, Nita Karlina. Semoga Allah memberkatimu Honey. (Nyontek kata-kata Ustadz Iwan Januar)


Post a Comment

0 Comments