Ratusan Pelajar di Tigaraksa Tangerang Semangat Berhijrah



Tigaraksa (11/03/18). KORMA (Komunitas Remaja Muslimah Tigaraksa) menyelenggarakan "NGOBRAS SULAM” (Ngobrol Asik Seputar Islam) dengan mengambil tema "MY HIJRAH MY ADVENTURE". Acara yang ditujukan khusus untuk pelajar muslimah di wilayah Tigaraksa, Balaraja dan sekitarnya ini dihadiri sekitar 150 peserta. Pelajar yang hadir berasal dari berbagai sekolah diantaranya SMKN 4 Kabupaten Tangerang, MAN 1 Tangerang, MAN 2 Tangerang, SMAN 18 Tangerang, SMAN 6 Kabupaten Tangerang, SMK Al-Fattah, SMAN 1 Kabupaten Tangerang, SMK Yarsi Medika, SMK PGRI Balaraja dan beberapa pelajar SMP/MTs di Tigaraksa. 


Bertempat di Aula Saung Raja, Cisereh, Tigaraksa, acara dimulai pada pukul 09.00 WIB. Tema yang diharapkan memotivasi hijrah para remaja agar menjadi lebih baik dan Istiqomah. Materi disampaikan oleh Ustadzah Diansyah Novi Susanti, S.Pt. Acara dibawakan oleh Hilda Amalia Suhandi dan Lely Yunita. Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-quran surat Al-baqarah ayat 218, Al Anfal 74, dan At Taubah 20 oleh Vinny Anggi Mulyani. 

Ustadzah Diansyah Novi Susanti, S.Pt merupakan seorang trainer, konsultan remaja, dan praktisi pendidikan memulai pemaparan materi dengan mengajak para pelajar untuk memahami bahwa remaja harus berani berjuang demi perubahan. mempertanyakan apakah arti dari hijrah itu? Beliau mengatakan bahwa hijrah itu Move On, berpindah dari yang kurang baik menjadi yang lebih baik. Hijrah dibagi menjadi dua Hijrah batin dan dzahir. Hijrah batin yaitu yang awalnya mengagumi mahluk menjadi mengagumi sang pencipta, Allah swt. Dan hijrah dzahir hijrah secara keimanan, menjadi lebih baik lagi beriman kepada Allahnya. Mengapa harus hijrah? Karena saat kita hidup diciptakan oleh sang pencipta maka, kita harus patuh kepada sang pencipta dengan cara menaati apa apa yang diperintahkan-Nya. 


Lalu apa saja tantangan dalam berhijrah? Tantangan yang pertama adalah diri kita sendiri, karena terkadang kita merasa belum siap untuk berhijrah atau malu? Tapi, kenyataannya banyak dari kita terkadang belum ikhlas saat berniat untuk berhijrah. Tantangan yang selanjutnya adalah orangtua, sekolah dan lingkungan sekitar kita. Pembicara mengatakan "Waktu terus berjalan, tanpa pernah kembali" maka dari itu kita harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin karena usia kita akan terus berkurang. Lalu kenapa kita harus mengkaji islam? Bukankah kita semua sudah bisa membaca Alquran? Karena, Ilmu islam itu luas maka dari itu kita harus terus mencarinya jika tidak maka kita termasuk dalam orang orang yang merugi.

Pembicara mengibaratkan kehidupan itu seperti sungai yang di dalamnya ada batu, daun, dan ikan. Mau jadi seperti apa kita? Batu? Yang selalu diam, tak peduli pada arus yang terus mengalir. Atau menjadi daun? Yang terus ikut kemana arus membawa? Atau menjadi ikan yang terus melawan arus? Beliau mengatakan jadilah ikan yang selalu melawan arus kemaksiatan. Jangan jadi batu yang diam tak peduli tentang bagaimana di sekitar. Jangan jadi daun yang hanya ikut kemana arus membawa. Karena hidup itu penuh pilihan, dan setiap pilihan akan selalu ada konsekuensinya. Hidup itu seperti permainan pasti ada batas akhirnya. Kapan waktunya dan dimana akhir kehidupan yang kita jalani? Kita takan pernah tau. Yang kita tau hanyalah Dunia itu ladang bagi akhirat. Mau apa yang kita tanam di dunia? Kebaikan atau keburukan? Mau apa yang kita panen nanti di akhirat? Kita yang menentukan. 

Acara dilanjutkan dengan speak up your mind yang dipimpin oleh pembicara. Acara ini berisi tentang cerita hijrah beberapa peserta salah satunya Ayu, Sindi dan lainnya yang menceritakan bagaimana pengalaman hijrahnya yang penuh tantangan. Beberapa peserta lain bahkan sampai tak kuasa menahan air mata saat menceritakan proses hijrahnya. Sebelum acara ditutup, remaja KORMA tampil dalam sesi panggung kreativitas. Pembacaan puisi, persembahan nasyid dari KORMA Voice lalu ditutup dengan tayangan hijrah movie yang diambil dari kisah nyata salah satu remaja KORMA yang telah memilih berhijrah.

Acara ditutup dengan pembacaan do'a oleh Ayu Ayasih. agar acara ini mendapatkan keberkahan dari Allah dan isi materi dapat bermanfaat bagi peserta serta semua yang mendengarkannya.Usai acara, peserta dan panitia melaksanakan makan bersama dan shalat dzuhur bersama untuk menjalin silaturahmi. 

Wallahu'alam bishawab.

Post a Comment

0 Comments