Monday, March 26, 2018

Rasa Pujian

Oleh : Ratu Ashya    



Sob, pernah dong sesekali dipuji..? rasanya bikin melayang ya...? Seneeeng banget. Dipuji karena kita pintar, hebat, ganteng, cantik atau berprestasi. Apapun yang namanya sebuah pujian rasanya bikin nyeeesss dihati. Ga ada orang yang ga suka dipuji. Manusiawi saat orang mengapresiasi apa yang sudah kita kerjakan dengan nilai sempurna, bahkan dapat acungan jempol saja bikin kita melayang. Apalagi ada embel-embel "Wah, hebat ya.. Gimana sih Gal, caranya biar dapat ranking 1 terus disekolah..?"   



Atau apapun lah itu yang namanya pujian pokoknya bikin hati berbunga-bunga deh. Itulah rasanya pujian. Pujian yang sebenarnya rasanya sesaat saja. Lalu hilang terbawa angin. Mending kalo gitu, malahan kadang ada lho rasa pujian yang malah bikin kita sombong, jumawa, berasa 'gue' paling wah dan rasa-rasa lain yang malah menjerumuskan kita pada hal-hal yang "nggak" banget deh.. Tapi namanya juga pujian ga ada satupun orang yang nggak suka dipuji.      



Buktinya banyak banget orang yang upload foto selfi di medsos, di fb, di IG, di Instastory. Pasang status "Alhamdulillah, hari ini sudah tamat puasa senin kamis nya" atau "Alhamdulillah, jadi juara satu lagi di kelas" atau semacamnya, kalo niatnya bukan ingin dipuji apa dong..? eh, tapi.. kadang tergantung niat sii.. 



Apapun tergantung niat ya sob.. Makanya, lurusin dulu niat kamu saat mo upload foto atau pasang status di medsos. Atau mending ga usah nulis status yang sekiranya mengundang orang untuk berdecak kagum padamu jika kamu ga bisa jaga hati... "Jagalah hati, jangan kau nodai..", gituu kata Aa Gym juga...   



Yang paling terpenting adalah saat kita dapat pujian, kita harus waspada dari rasa lengah, menganggap bahwa segala sesuatu itu adalah hal yang sepele, ngegampangin sesuatu hal, dan yang paling parah adalah bikin kita futur.     



Imam Al-Ghazali rahimahullah mengatakan, “Orang yang dipuji hendaknya waspada, jangan sampai ia terjatuh dalam kesombongan, ujub dan bentuk futur lainnya. Seseorang bisa selamat dari hal-hal jelek tadi, hanya dengan mengetahui hakikat keadaan dirinya. Hendaklah ia renungkan akan bahaya jika berada dalam akhir hidup yang jelek. Hendaklah ia waspada akan bahaya riya’ dan terhapusnya amalan. Hendaknya ia kenali diri orang yang memuji pun tidak mengenalnya. Kalau saja orang yang memuji itu tahu kejelekan yang ada pada dirinya, tentu ia tak akan memuji. Baiknya, ia tampakkan pula bahwa ia tidak suka pada pujian tersebut.” (Ihya’ Ulum Ad-Diin, 3: 236)    



Dan saat kamu sedang dipuji oleh orang lain, jangan lupa baca doa ini yaa...“Allahumma anta a’lamu minni bi nafsiy, wa anaa a’lamu bi nafsii minhum. Allahummaj ‘alniy khoirom mimmaa yazhunnuun, wagh-firliy maa laa ya’lamuun, wa laa tu-akhidzniy bimaa yaquuluun”.    


Artinya: Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al- Iman, 4: 228, no.4876. Lihat Jaami’ Al-Ahadits, Jalaluddin As-Suyuthi, 25: 145, Asy-Syamilah).     



Nah sob, jadi pas kita sudah mulai ada yang muja muji, hati-hati yaa.. lihat lah kedalaman hatimu, jangan-jangan ada riya terselip dalam hatimu. Salam.

Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!