Pria Juga Manusia

Oleh : Sunarti ( Anggota Revowriter)


Kisah hidupmu memang tak banyak yang tahu. Kamipun sebagai sahabatmu tak pernah tahu bagaimana masa mudamu. Yang ki tahu kini, engkau pria tangguh dan bertanggung jawab. 



Cita-cita kau simpan, namun penuh makna. Tak berharap lebih dari yang kau cinta. Satu hal yang kau pinta, merajut bahtera rumah tangga bersama, bahagia di jalanny dan menuju jannahNya bersama (insyaallah). 


Teman, kini perjuanganmu menjelang pernikahanmu kau relakan waktumu untuk mengais riski demi mewujudkan cita-citamu. 

Di tengah terik mentari yang panas menembus kulis sawo matangmu, kau terjang. Bahkan tak jarang hingga larut kau tunaikan. 

Dengan keterbatasan tubuhmu, semenjak pisau ruang operasi menjelajah di perutmu, kau relakan untuk membuat syatan, kini tenagamu tak seperti dulu. 
Namun, kau masih kuat, sekuat niat baikmu. 


Suatu kali aku bertanya padamu, apakah gerangan yang menyebabkanmu teyap tegar memghadapi kenyataan hidupmu, terlebih engkau hendak menikah dengan tanpa modal sepeserpun ?


Dengan yakin kau jawab "aku laki-laki sejeleknya, aku, selemahnya aku, sudah kewajibanku untuk bertanggung jawab akan keluargaku""Meski banyak luka di tubuhku, walau banyak orang mengejek karena masa mudaku, aku tetap laki-laki. Kodratku sebagai laki-laki tidak akan pernah berubah, yaitu akan menjadi kepala rumah tangga dalam keluargaku nanti. Maka dari itu, selemah apa ragaku, tidak ada istilah makan minta istriku", begitu lanjutmu. 


Duhai kawan, ternyata memang Allah SWT telah memberikan qadhla'Nya pada masing-masing manusia.

 
Diberikannya sifat yang tegas, otot yang kuat , jiwa pemimpin pada sosok pria. Allah telah memberi kaum pria naluri untuk melindungi pada kaum wanita. 

Sebaliknya, Allah memberi kelemah lembutan pada kaum wanita. Secara fisik juga lemah, pada kaum wanita. 

Post a Comment

0 Comments