Pandailah Bersyukur


Oleh: Yunita Gustirini [Ibu Peduli Generasi] 



"Rumput tetangga terlihat lebih hijau." Demikian sebuah ungkapan yang sering terdengar. Menggambarkan, betapa milik orang lain, selalu terlihat lebih menarik. Membuat kita ingin memiliki yang serupa. Padahal, kita pun memiliki sesuatu yang sama, tapi milik orang lain terlihat lebih menarik.

Misalnya, saat orang lain membeli handphone baru, kita langsung merasa ponsel milik kita kalah canggih. Timbul keinginan untuk punya handphone serupa. Padahal, bisa jadi ada keunggulan pada handphone kita yang tidak ada pada milik orang tersebut. 

Wajar jika kita selalu ingin yang lebih baik, lebih unggul dari yang lain. Karena itu adalah penampakan dari naluri baqo' atau naluri mempertahankan diri dan itu adalah fitrah.

Tapi, harus berhati-hati, meskipun fitrah ( wajar) Allah subhanahu wata'ala sudah mengingatkan, 
"Dan (ingatkah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." (TQS Ibrahim: 7).

Kalau direnungkan, banyak sekali yang sudah Allah beri buat kita, hamba-Nya. Jangankan yang kita minta, yang tak diminta pun Allah beri. Contohnya, kita tidak pernah minta oksigen, juga sinar matahari, tapi Allah beri tanpa kita minta. Kita belum sempat meminta, Allah sudah beri kita badan yang sempurna dan sehat. Sungguh, Allah Maha Baik.

Maka, biasakan merasa puas dengan apa pun yang sudah dikaruniakan Allah pada kita. Yakinlah, apa pun yang Allah beri, pasti yang terbaik. Jangan sampai kita menjadi orang yang kufur nikmat.

Syukuri pemberian Allah dengan lisan. Selalu berucap hamdalah. Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam. Lalu gunakan apa yang sudah Allah beri untuk menggapai ridha-Nya. Persembahkan diri kita menjadi pembela agama-Nya. Selalu melakukan kebajikan yang diperintahkan Allah. Ikut serta mendakwahkan keagungan Islam. Semoga kita termasuk hamba-Nya yang pandai bersyukur.



Post a Comment

0 Comments