Saturday, March 24, 2018

Pacaran Online Zaman Now


Oleh : Nuril Izzati (Pemerhati Remaja) 


"Nggak duduaan di pinggir jalan siyh, tapi asyik cekikikan di depan layar"
"Nggak pegang-pegangan tangan siyh, tapi asyik kirim-kiriman emoticon ini ߘ͠atau ini ߘƠbahkan ini ߘآ 

"Nggak cubit-cubitan atau tarik-tarikan tangan kalau lagi marahan siyh, tapi layar chattingan penuh sama emoticon begini ߘ䠤an beginu ߘᢊ
Dan "nggak kejar-kejaran ala-ala film India tahun 90-an siyh, tapi saling kejar status terbarunya di wa, ig, fb dan lainnya" 

Haduuuuhhh...

Begitulah kondisi pacaran Zaman Now. 

Aktifitas pacaran yang biasanya dilakukan dengan tatap muka, dan tentunya di dunia nyata, saat ini online pun bisa. 

Tapi sejatinya, keduanya tak ada beda. Sama-sama berduaan antara pria dengan wanita. Hanya beda online dan offline saja. 

Dan kondisi seperti ini banyak yang tidak disadari oleh kita, terutama para remaja. Apalagi dilingkungan yang serba online seperti di Zaman Now ini. Ditambah keluarga yang cenderung memberikan keleluasaan dalam berselancar maya. Juga peran negara yang hampir-hampir tidak ada. Maka lahirlah produk Zaman Now yang menyasar para remaja zaman ini, "Pacaran Online".

Islam Sudah Berikan Aturan

Sejatinya, sudah sejak 1400 tahun yang lalu, Rasulullah berikan tuntunan. Bahwa interaksi pria dan wanita itu ada tata dan aturan. Tidak bebas sesuka hati dan pikiran. Untuk apa? Tidak lain supaya hubungan antar pria dan wanita tetap terjaga dari setiap godaan yang syetan hembuskan. 

Dan syetan memang paling jago kalau membuat alasan. "Kita nggak pacaran kok, kita kan cuma chattingan biasa". "Kita cuma temenan kok, cuma ngobrol biasa aja di video call". Dan sejenisnya. 

Padahal hakikat aktifitasnya sama. Berkhalwat. Berduaan dengan yang bukan mahram. Dan saat berduaan seperti itu, pasti yang ketiganya adalah syetan. 

Berawal dari yang "cuma ini kok" "cuma itu kok" akhirnya berlanjut menjadi "iiihhh.... kok baper ya" "iiiihhh kok dia so sweet ya" "iihhh.... kok dia asyik ya". Nah.. kena deh sama jebakan batman, eh maksudnya "jebakan syetan". 

Maka dari itu, Islam telah menetapkan aturan. Bukan aturan untuk mengekang melainkan supaya keduanya terpelihara dari kemaksiatan. 

Islam melarang campur baur antar wanita dengan pria bukan untuk membatasi keduanya, melainkan untuk menjaga supaya tidak ada hati yang terluka dan baper nggak pada tempatnya. 

Islam melarang menggombal sembarangan, bukan karena tak mengenal kata-kata sayang, tapi ada saatnya nanti, saat dimana gombalan bukan hanya diperbolehkan bahkan jadi ladang pahala. Itulah pernikahan. 

Jadi, daripada sibuk pacaran online, lebih baik sibukkan diri pelajari Islam dan ilmu-ilmu pendukung kehidupan. Supaya tidak tertipu oleh buaian syetan yang sering dibungkus dengan hal manis nan menggiurkan. 

Juga daripada baper karena pacaran, lebih baik tempatkan baper pada tempatnya. Bukankah kondisi saudara kita di Ghouta sana lebih berhak untuk kita baper-in? 


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!