Pacaran No Way

Oleh: UyounH2I (Anggota revowriter Karawang)



Putus nyambung putus nyambung putus nyambung

Sekarang putus besoknya menyesal

Kalau loe laku hari ini putus
Ya putus aja…



Siapa yang hapal sama liriknya dari band BBB Lagu ciptaan musisi papan atas. Yap. Melly goeslaw, yang dinyanyikan oleh artis-artis yang kece-kece ganteng dan cantik. Yang di gangungi oleh raffi ahmad dan kawan-kawannya. Sangat menggambarkan pergaulan para remaja yang identik dengan aktivitas pacaran, yang udah putus terus nyambung lagi. Udah putus nyambung lagi dapet pacar yang baru. Kok.. cepet amat sih beralih hatinya. putus, nyambung lagi dapet yang baru, putus lagi dapet yang baru lagi. Terus aja gitu.



Seakan-akan pacaran itu bikin pelakunya kecanduan. Jangan dikira ya, yang bikin kecanduan itu narkoba saja. Ternyata aktivisas pacaran juga bisa bikin nyandu. Ketika sudah asyik pacaran dan putus bisa dengan mudahnya nyari ganti. Yang pasti dua-duanya mau narkoba ke mau pacaran sama saja HARAM. Gerbang awal mendekati zina ya itu pacaran.


“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32).


Tuh... mendekati saja gak boleh.


Lirik lagu itu cukup menggambarkan remaja zaman now yang dengan mudahnya dapet gebetan baru. Banyak kasus pacaran yang bertahun-tahun dijalani tapi akhirnya putus juga. So belum tentu orang yang sedang dipacari itu kelak berjodoh. Tidak sedikit juga kisah pacaran akhirnya kandas ditengah jalan. Bahkan kisah cinta dengan jalan pacaranpu banyak menelan korban. Hamil di luar nikah. Nauzubillah 



Rasa cinta itu fitrah


Kalau udah ngomongin cinta semua orang jadi mendadak puitis, yang garang saja jadi luluh. Cinta itu fitrah udah dari sononya karna menyangkut Naluri Gharizatun Nau yaitu naluri melangsungkan keturunan atau kasih sayang. Cuman jangan dipersempit ya makna kasih sayang ini. Bukan ke lawan jenis aja. Kamu bisa ungkapkan ke kedua orang tua, ade, kakak, temen seperjuangan di kajian. Tapi jangan temen tapi mesra ya. Gak ada dari sananya. Cinta itu fitrah sudah diberikan kepada tiap manusia oleh pemberi rasa cinta itu. 
“Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.” (Q.S. An-Najm : 45) 


So jadi wajar kalau kamu. Ya. Kamu mulai terkena virus merah jambu alias jatuh cinta. Karna itu fitrah artinya kamu wajar kalau suka sama lawan jenis. Justru yang gak wajar itu suka sesama jenis. Allah cuman ngasih rambu-rambu lalu lintasnya saja supaya cinta itu berjalan sesuai aturannya. Supaya jangan sampe kena razia oleh Allah.

Allah gak nyalahin kamu naksir sama lawan jenis karna itu normal. Cuman Allah ngasih batasan atau aturan mainnya saja supaya naksir kamu itu bukan dosa yang didapat tapi pahala dan ridho Allah. Mau ga?



Saat cinta itu datang
Panik, galau, resah atau takut atau malah bahagia ketika cinta itu mampir ke hati. Hanya mampir ya bukan menetap. Karna mampir artinya gak betah lama-lama. Kalau menetap artinya selamanya harus dengan cara nikah dulu. Pilih mana mampir atau menetap?


Saat cinta mampir ke hati kita, kita slow saja jangan langsung kepedean. Kalau dia cinta yang bener-bener cinta yang dikirimkan oleh Allah. Sambil mengidentifikasi apakah cinta itu serius atau cinta non serius alias pacaran. Jangan langsung kasih lampu hijau ya. Banyakkan modus-mudes berbalut islami. Berawal saling mengingatkan kebaikan, pinjem buku dan lainnya. 


Solusi Islam


“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)


Ayat tersebut sudah gak asing lagi, pasti yang selalu ada di surat undangan pernikahan. Islam hanya memberikan solusi ketika cinta itu menghampiri kita dan kita sudah mampu, mampu disini terutama ilmunya ya. Diperintahkan untuk mengsegerakan menikah. Trus kalau merasa blum mampu berpuasa sebagai perisai dan melayakan diri dengan ilmu. 



“Wahai sekalian para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah, karena menikah dapat lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah penjaga baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Cinta yang Allah ridhoi hanya cinta lewat ikatan pernikahan bukan ikatan pacaran. Biarkan cinta indah pada waktunya. Cinta yang kau membuatnya melayakan diri dengan ilmu, menjaga kesuciannya dengan ketaatan kepadaNya. Wallu a’lam.

Post a Comment

0 Comments