Wednesday, March 21, 2018

Wahai Remaja Muslimah, Sesuaikan Malumu pada Tempatnya

Oleh : Novita Sari Gunawan (Anggota Akademi Menulis Kreatif dan Aktif berkontribusi membina SDM muslimah)



Malu adalah bagian dari naluri eksistensi diri yang diciptakan oleh Allah pada diri kita . Selain dari sejumlah naluri lain seperti rasa marah, sedih, kecewa, iri, senang, bahagia dsb. Maka dari itu, alamiahnya semua manusia memiliki rasa malu.


Kalau kita melihat fenomena yang terjadi saat ini, garis besarnya orang kebanyakan justru malu ketika melakukan perintah-perintah yang diserukan Allah SWT. Bertolak belakang dengan apa-apa yang dilarang olehNya, justru hilang malunya bahkan merasa bangga saat melakukannya.


Masih muda pakai hijab syar'i, malu ah keliatan kaya emak-emak. Nanti dijalan malah dipanggil Bu haji. Sebaliknya, nggak malu kalau pakai baju super mini, demi ngikutin trend fashion. Selagi masih muda, nikmatilah katanya.


Malu kalau keluar rumah wajah nggak tersentuh make up. Tampak pucat nggak sedap dipandang. Malu nggak pakai contact lens warna kehijauan, cokelat, abu-abu atau kebiruan, malu bibirnya pucat nggak dimerah-merahin, atau kalau nggak kelihatan nge-pink. Malu kalau alisnya biasa aja mesti dikerengin lagi lebih hitam atau kecoklatan, malu kalau belum pakai bulu mata anti badai, Malu kalau rambut gitu-gitu aja nggak dipirang-pirangin dan masih banyak lagi.


Masih muda diajak ke pengajian, malu ah biasanya yang ngaji itu yang udah emak-emak atau nenek-nenek. Anak muda mah nongkrong nya di emol, cafe, konser musik bahkan wajar aja nyicipin duduk di kelab malam.


Malu kalau nggak punya pacar, tandanya kurang menarik atau nggak laku. Kalau banyak cowok yang ngejar-ngejar justru seneng, apalagi kalau pacarnya cakep, tajir melintir, bawa mobil ferrari atau paling nggak motor ninja, hehe bikin bangga. Kalo digandeng pas lagi jalan berasa paling oke seantero jagad raya.


Makin kebablasan, malu kalau nggak ngikutin gaya anak muda yang katanya keren bin gahol kaya ngerokok, minum alkohol, bahkan nyicipin yang bikin nge fly ditambah lagi free sex. Wajar masih muda nanti juga ada masanya tobat. Nauzubillah.


Sobat, tempatkan lah rasa malumu sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT. Malu saat auratmu terlihat, malu ketika berani melawan pada orangtua dan guru, malu saat nilai ujiannmu bagus namun hasil dari menyontek, malulah ketika kau berbuat maksiat. Karena ada cctv dari Allah SWT yang selalu mencintaimu. Ada malaikat yang diutus oleh Allah mengamati dan mencatat segala perbuatanmu. Tidakkah kau malu saat kembali kepada Allah membawa buku catatan berisi sederetan perbuatan maksiatmu?


Semoga kita semua bisa mengaplikasikan malu sesuai yang diperintahkan olehNya dalam kehidupan kita di dunia. Menempatkannya sesuai dengan aturan yang diberikan oleh Allah SWT yang Maha menciptakan rasa malu tersebut. 

Wallahu a'lam bi ashshowab

Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!