Sunday, March 25, 2018

Nikah !!! Siapa takut??

Oleh: Siti Rahmah




Takut nikah sepertinya menjadi fenomena akut yang sedang melanda para pemuda saat ini. Betapa gejala ini menyerang pemuda dengan berbagai latar belakang. Pemuda idaman bahkan pemuda alay ala Dilan terkena dengan virus takut nikah ini, sampai - sampai sebuah rumah produksi perfilman membuat film bergenre remaja dengan mengangkat isu takut kawin.



Di film takut kawin di kisahkan dua sejoli yang hendak memasuki kehidupan pernikahan, goyah lantaran melihat pernikahan sahabatnya yang berantakan di tambah lagi dengan melihat kekurangan - kekurangan calon pasangan masing - masing membuat mereka goyah menata langkah menuju pernikahan. Apa yang di ceritakan di dalam film tersebut sejatinya tidak jauh berbeda dengan realita yang terjadi di tengah remaja. Banyak para pemuda yang menunda nikah di usia muda dengan berbagai ketakutan yang menjangkit. 


Apa yang menjadi ketakutan para pemuda dalam mengambil langkah untuk menikah sejatinya hal yang wajar, jika dengan ketakutan itu menjadi pembelajaran untuk persiapan lebih matang. Misal takut ga bisa jadi suami yang baik, takut gagal dalam membangun rumah tangga, takut ga bisa membahagiakan pasangan, takut tidak bisa mencukupi kebutuhan, takut tidak bisa menjadi imam yang baik dan segudang ketakutan lainnya. Itu semua hal yang wajar adanya, hanya saja penyikapannya yang membutuhkan keseriusan, komitmen dan Ilmu.



Seruan Menikah


Di Dalam Al Quran banyak di temukan seruan, perintah, anjuran untuk menikah. Misal di dalam Al Qur'an surat Ar Ra'd  Allah SWT berfirman: "Dan sungguh, Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) dan Kami berikan kepada mereka istri-istri dan keturunan". (QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 38)


Kemudian di dalam surat An Nur ayat 32 Allah SWT berfirman: "Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui". (QS. An-Nur 24: Ayat 32)



Dan hadits mengenai hal ini pun sangatlah banyak. Dari An Nas ra bahwa Rasululloh saw telah bersabda: "Jika seorang hamba menikah maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya, oleh karena itu hendaklah ia bertaqwa kepada Allah untuk separuh yang tersisa".
Rasululloh saw berdabda: 


"Barangsiapa yang di pelihara oleh Allah dari keburukan dua perkara, niscaya masuk surga; apa yang terdapat diantara tulang dagunya (mulutnya), dan apa yang ada diantara ke dua kakinya (kemaluannya)". (HR. Tirmidzi)


Rasululloh bersabda: "Menikahlah!, karena sesungguhnya aku akan membangga - banggakan jumlah kalian diantara umat - umat lain pada hari kiamat, dan janganlah kalian seperti pendeta nasrani". (HR. Baihaqi)


Rasululloh juga bersabda: "Ada empat perkara yang termasuk sunah para Rasul bersiwak, memakai wewangian, rasa malu dan menikah". (HR. Timidzi)



Dalam hadits lain: "Wahai pemuda jika kalian sudah mampu menikah maka menikahlah". (HR. Bukhori)


Rasululloh bersabda: "Ada tiga golongan yang pasti akan di tolong oleh Allah, seorang budak yang hendak memerdekakan diri, orang yang menikah demi menjaga kesucian diri, dan pemuda yang berjihad di jalan Allah". (HR. Tirmidzi)



Dan masih banyak dalil - dalil serupa yang isinya anjuran menikah. Hanya saja anjuran menikah ini bukan sekedar anjuran bebas tapi lebih dari itu anjuran menikah di sertai sekelumit aturan dan bimbingan sehingga bisa terwujudnya pernikahan yang sakinah mawadah warahmah.



Bagi para pemuda yang sudah memiliki kesiapan, kedewasaan dan ilmu tentunya tidaklah harus memiliki kekhawatiran yang berlebihan untuk melangkah ke jenjang pernikahan apalagi yang di khawatirkan itu kegagalan. 



Managment Masalah



Perlu kiranya adil dalam melihat suatu permasalahan, sehingga tidak mengeneralisirnya, ada pasangan yang ambruk ketika di tempa badai masalah tapi tidak sedikit yang eksis bahkan semakin melejit. Permasalahan pada dasarnya akan senatiasa menghampiri setiap manusia, yang masih sendiri atau pun yang sudah menikah. Perlu di cermati permasalahan itu menghadang untuk di hadapi di carikan solusinya bukan untuk di hindari kemudian lari.



Allah memberikan masalah pada setiap manusia tidaklah serta merta tapi Allah sudah siapkan dirinya supaya mampu menghadapi, Allah pun sudah siapkan solusinya, yang perlu kita lakukan ketika menghadapi permasalahan adalah, ikhtiar (berusaha) di wilayah ini letaknya (status) kita, di hadapi dengan sabar berbuah pahala di sikapi dengan marah berbuah dosa. Doa memohon di beri kesabaran dan kemudahan. Itulah pada hakekatnya masalah datang untuk menempa dan meningkatkan kualitas kita.



Begitupun dalam pernikahan jika yang di takutkan adalah kemiskinan Allah menjanjikan akan memberi pertolongan dan memampukan. Jika yang di takutkan ketidak cocokan ada jalan ta'aruf untuk saling mengenal satu sama lain. Jika yang di khawatirkan tidak bisa membahagiakan Rasul yang mulia sudah memberikan tuntunan bagaimana menciptakan kehidupan rumah tangga penuh keromantisan. Jika yang di khawatirkan tidak mampu jadi pemimpin, persiapkanlah pelajari berbagai ilmu yang terkait kewajiban suami sebagai qoam. Jika yang di khawatirkan belum mampu maka managelah perasaan sambil tata kedewasaan, persiapkanlah segala sesuatu yang di butuhkan sampai akhirnya melangkah ke jenjang pernikahan dengan kesiapan dan Ilmu menuju rumah tangga yang barokah. Ingatlah di luar sana banyak akhwat yang menantimu jadi seriuslah dalam proses pendewasaan.



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!