Sunday, March 25, 2018

Menundukkan logika sesat LGBT, Menggagas Solusi dan Aksi Sinergi

Aksi women march yang dilaksanakan di kota – kota di Indonesia pada tahun ini diantaranya menyerukan kepada masyarakat untuk  menerima kaum L98T, menurut mereka penyimpangan yang mereka lakukan adalah wujud kebebasan berekspresi. 
Jika Kebebasan berekspresi dilegalkan di negara ini maka akan semakin banyak menimbulkan kerusakan suatu bangsa. Oleh karena itu ide ini tidak dapat kita biarkan saja tumbuh subur di tengah kaum muslim terutama mahasiswa. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka Forum Mahasiswi Muslim Cirebon mengadakan acara Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung tema “ Menundukkan Logika Sesat L98T, Menggagas Solusi dan Aksi Sinergi” sebagai bentuk kepedulian kami mahasiswa untuk menyampaikan bahayanya kaum L98T hadir di tengah – tengah kita. Acara tersebut dilaksanakan pada sabtu, 24 Maret 2018 bertempat di RM. Roso  Echo Cirebon dihadiri oleh perwakilan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), LDK (Lembaga Dakwah Kampus)  yang ada di wilayah Cirebon. Acara yang dihadiri oleh sekitar 22 peserta dari berbagai kampus di wilayah Cirebon.
Focus Group Discussion (FGD) dipandu oleh moderator teteh ati dari awal hingga akhir acara. Untuk menambah keberkahan acara pertama dibuka dengan pembacaan tilawah ayat suci Al Quran oleh saudara Laila dari kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang membacakan Qs. Al A’araf dan Qs. At taubah. Setelah pembacaan ayat suci Al Quran, para peserta di ajak menonton video fakta tentang L98T. 

Video fakta L98T selesai ditayangkan kemudian moderator mengajak peserta mahasiswa untuk memberikan pendapatnya dan fakta L98T di sekitarnya. Pendapat pertama di paparkan oleh Ukhti Nia perwakilan LDK Al Ukhuwah Syekh Nurjati Cirebon, ia mengatakan bahwa L98T kita harus bersinergi daan fokus untuk menolak kaum L98T bahkan kita pun diam – diam tanpa sadar mendukung produk yang melegalkan L98T. Ia pun mengutip pendapat para ahli Dr. Raihan Bahrain terhadap pandangan kaum L98T bahwa kaum L98T adalah kaum pelangi yang berwarna warni daan menurut pendapat ahli tersebut dikatakan warna pelangi itu indah yang berbeda jenis. Pendapat ahli juga mengatakan bahwa jika hanya sejenis itu tak indah. 
Fakta pertama disampaikan oleh Ukhti Tita perwakilan BEM Fakultas Hukum Unswagati Cirebon ia memaparkan pengalaman yang dirasakan di lingkungan kosan. Ia mempunyai teman yang memiliki penyakit menyimpang kaum Nabi Luth. Ia pun mengatakan bahwa mereka kaum L98T dengan terang – terangan menampakkan hubungan mereka. Fakta kedua disampaikan oleh ukhti Laila dari kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, ia menjelaskan bahwa kaum L98T itu begitu dekat di sekitar kita bahkan sampai lingkungan keluarga sendiripun ada keberadaan mereka. Fakta ketiga disampaikan oleh ukhti Siti Ma’rifah dari IAI Bunga Bangsa Cirebon, ia menemukan fakta di lingkungan pesantren pun seorang guru ngajinya pun memiliki penyakit menyimpang tersebut. Lingkungan pesantren yang memisahkan laki – laki dan perempuan secara alamiahpun dapat menimbulkan penyakit menyimpang L98T. 

Pendapat dan fakta yang dipaparkan oleh para peserta  mahasiswa nampaklah antusiasme peserta yang hadir di acara Focus Group Discussion. Moderator pun menyimpulkan bahwa kaum L98T itu sangat dekat di lingkungan kita bahkan pemerintah sedang menggodok RUU tentang kaum L98T. Oleh karena itu mahasiswa tak boleh hanya diam saja, harus peka dan peduli terhadap permasalahan umat terutama logika sesat L98T. 

Maka untuk menjelaskan logika sesat L98T tersebut, moderator mempersilahkan pembicara pertama yaitu Ustadzah Zahra Nauli,S.Pi menyampaikan materi tentang Islam Politik, Selamatkan Generasi Bangsa dari Ancaman L98T. Diawal materi beliau menyampaikan sejarah kaum L98T yang masuk ke negeri kita sekitar tahun 1990 an. Munculnya kembali kaum L98T pada saat ini dikarenakan adanya ide kebebasan berekspresi (Liberalisme) yang kemudian ditopang oleh ide HAM (Hak Asasi Manusia) maka semakin pesatlag pertumbuhan kaum L98T. Padahal dulu Allah telah mengazab kaum L98T hingga musnah di muka bumi. Sebetulnya kaum L98T ini tumbuh subur dikarenakan oleh ide sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Ide ini pergerakan di indonesia semakin masif ditambah lagi mereka di dukung oleh dana yang besar. 

Tumbuh suburnya kaum gay di indonesia dilakukan perekrutan besar – besaran dan terorganisir. Data yang didapat dari tahun 2016 penyebaran penyakit akibat HIV/AIDS yang terbesar disumbang dari kelakuan seks laki – laki sesama jenis  yaitu 26.640 jiwa. Kerusakan yang terjadi saat ini adalah buah dari sistem demokrasi sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan, kemudian Kebebasan atas nama HAM dan demokrasi yang menjamin ide kebebasan di tambah lagi ide islam moderat yang terbuka.

Pembicara kedua menyampaikan materi Islam Politik Solusi Tuntas L98T yang disampaikan oleh Ustdzah Sunimah, SE. M.Si beliau menyampaikan bahwa L98T bukan fenomena baru yang merusak di dalam sistem sekuleristik, kapitalistik dan liberalistik. Tak aneh jika kaum L98T tumbuh subur di sistem sekuler saat ini. Beliau menyampaikan peran penting mahasiswa di dalam suatu perubahan, namun fakta saat ini mahasiswa disibukkan dengan aktivitasnya masing – masing yang kemudian daya kritis mahasiswapun tumpul dan tanpa sadar mahasiswapun bisa penjadi penyokong kaum L98T bisa jadi pelaku juga. 

Tumbuh pesatnya kaum L98T di masyarakat dikarenakan ada pihak – pihak tertentu yang ingin menghancurkan generasi muda islam. Bahkan kebanyakan kaum L98T adalah mereka hanya mencari kepuasan semata, maka benang merah masalah ini adalah kebebasan. Bagaimana islam memandang kaum L98T ?  Islam memandanh bahwa perilaku kaum L98T adalah bentuk kriminal dan dihukum dengan sanksi tegas. Sanksi lesbianisme adalah hukum ta’zir yaitu tidak dijelaskan dalam nash syara. Jenis hukumannya diserahkan kepada qadhi (hakim). Ta’zir ini bisa berupa hukuman cambuk, penjara, publikasi (tasyhir). Homoseksual yaitu al liwaath antara lain sabda Nabi Saw yaitu Allah telah  mengutuk siapa saja yang berbuat seperti kaum Nabi Luth, Allah telah  mengutuk siapa saja yang berbuat seperti kaum Nabi Luth, Allah telah  mengutuk siapa saja yang berbuat seperti kaum Nabi Luth (HR. Ahmad No. 2817). 

Sanksi homoseks adalah hukuman mati dan tidak ada khilafiyah diantara para fuqaha. Sanksi pelaku Biseksual adalah jika tergolong zina maka dirajam (dilempar batu sampai mati) jika pelakunya muhsan (sudah menikah) atau dicambuk seratus kali jika bukan muhsan. Namun jika tergolong homoseks hukumannya adalah mati, jika tergolong lesbianisme hukumannya adalah ta’zir. Sanksi bagi pelaku transgender adalah jika ia hanya menyerupai seperti lawan jenisnya baik secara tampilan atau berbicara maka hukumannya adalah diusir dari pemukiman atau perkampungan. Jika melakukan hubungan sesama laki – laki dijatuhkan hukuman homoseks, jika sesama wanita maka hukumannya adalah lesbianisme, jika lain jenis maka hukumannya adalah zina.

Maka untuk menyelesaikan  masalah L98T adalah dengan penerapan islam politik yaitu menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan. Di dalam pergaulan, islam melarang sesama perempuan menampakkan seluruh auratnya, walaupun perempuan ada batas aurat yang boleh nampak antara perempuan. Ketika tidur sesama perempuan pun tidak boleh satu kasur dan satu selimut. Anak yang sudah berumur 7 tahun, tidurnya harus dipisahkan dengan orang tuanya. Semua aturan ini hanya ada dalam islam yang mengatur secara menyeluruh.
Setelah penyampain materi kedua, moderator membuka sesi tanya jawab. Pertama disampaikan oleh ukhti Nia yang mengatakan bahwa kita fokus dulu terhadap dakwah taudid sehingga ketika pelaku ingin melakukan kemaksiatan ia akan merasakan takut kepada Allah. Setelah dakwah tauhid maka selanjutnya adalah dakwah politik, menurut ia dakwah tauhid tidak bisa berjalan berbarengan dengan dakwah politik. Tanggapan dari ukhti Nia dijawab oleh kedua pembica. 


Pembicara kedua menegaskan bahwa benar sekali kita harus mengutamakan dakwah tauhid terlebih dahulu namun bentuk ketauhidan kita adalah dengan mengesakan Allah. Maka ketika kita mengesahkan Allah berarti kita tidak menduakannya dengan apapun namun fakta yang ada adalah umat banyak menduakan Allah dengan percaya kepada sistem demokrasi liberal dan mencampakkan aturan Allah. Pembicara pertama mengibartkan bahwa ibarat sebuah tumbuhan yang tumbuh di lingkungan rusak maka tak aman dapat bertumbuh dengan baik. Kita sebagai umat tak bisa tumbuh sendirian di sistem yang rusak, perlu adanya gerakan jamah yang menyerukan kepada kezaliman. 
Sesi diskusi tanya jawab telah selesai, moderator menyimpulkan bahwa peserta mahasiswa menolak sistem demokrasi liberal, sekuler, dan kebebasan atas nama HAM. Selanjutnya mereka menolak kaum L98T tumbuh subur di tengah umat, selanjutnya mereka siap sedia berjuang melanjutkan kehidupan islam. Sebagai penutup acara yaitu pembacaan doa yang dibacakan oleh ukhti Yani. Penutup acara moderator menyampaikan ucapan terima kasih kepada para peserta yang hadir.

#FGD
#WomenMarch
#FocusGroupDiscussion
#Muslimah
#Mahasiswi



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!