Mahasiswa dan Student Loan

Oleh: Kartika S.Pd.I



Mendapatkan beasiswa peguruan tinggi adalah sebuah impian, Bagi setiap pelajar yang ingin meneruskan kejenjang penguruan tinggi. Karena merasa ada sebuah harapan dan impian yang akan dicapai. Tapi tak semudah itu mendapatkan beasiswa pendidikan tinggi.


Pemerintah mulai memikirkan bagaimana kredit pendidikan atau student loan bagi pelajar perguruan tinggi di Indonesia dapat dilaksakan kembali.


Mulai program ini, pelajar bisa mencicil biaya perkuliahannya ketika sudah diterima di dunia kerja. Tentu program semacam ini sangat membantu pelajar yang berasal dari keluarga tidak mampu.



Ide dimunculkan kembali program ini pertama kali diungkapkan Presiden Joko Widodo saat bertemu bos-bos perbankan Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/3/2018) Jakarta kompas.com



Program diusulkan Presidean Joko Widodo dalam rangka mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia, dari yang umumnya kredit untuk barang konsumsi menjadi kredit untuk jasa pendidikan.



Bahaya gagasan student loan


Program student loan terlihat sangalah membantu dalam segi ekonomi pendidikan, untuk melanjutkan pendidikan kejenjang pascasarjana, namun pendidikan semacam ini, malah secara tidak langsung pemerintah mendidik budaya berhutang atau kredit. Dan menjerumuskan kekubang dosa dalam praktek ribawi.



Dan kalau mendapatkan beasiswa pasti ujung ujungnya ada sebuah bersyaratan dan pengamdian yang mungkin ditengah perjalan bisa dilanggar. Kalau dilanggar pastilah dari pemerintah dikatakan hutang.
Tujuan awal melanjutkan ke peguruan tinggi adalah menuntut ilmu. Dengan adanya program loan ini tujuan belajar mahasiswa tergeser dengan pemikiran kapitalis yaitu bagaimana cara mendapat materi atau uang.



Yang dipikir pelajar mahsiswa setelah lulus mendapatkan sertifikat ijaza dan bisa langsung mendapatkan sebuah pekerjaan. karena terbebani dengan hutang, akhirnya semua cara dilakukan demi mendapatkan pekerjaan tanpa memikirkan rambu rambu syariat islam.


Sangat jelas sistem kapitalis sekarang, pemerintah melepaskan diri dari tanggung jawab sebagai pengurus rakyat yang melimpahkan tanggung jawabnya kepada kapitalis pemilik modal.



Inilah paradigma kepemimpinan dalam system kapitalistik neoliberal yang menjadi hubungan penguasa dengan rakyat sebagai hubungan dagang dan pembeli.



Pendidikan merupakan hal yang penting bagi masyarakat. Tapi di program student loan ini yang ada prinsip hitung dagang, bukan pengurusan.



Seharusnya pemerintah mampu mengurus dan melayani kebutuhan pokok rakyat seperti sandang pangan papan kesehatan dan pendidikan. Bukan malah tangung jawab seperti ini dibebankan ke individu.



Dalam islam, pendidikan adalah hak kolektif rakyat yang wajib dipenuhi oleh Negara tanpa kompensasi.
Islam adalah sebuah agama yang sempurna dimana kehadirannya adalah rahmat bagi seluruh alam.
Menurut pandangan islam pendidikan adalah kewajiban. Ketika sistem islam diterapikan, tanggungjawab semua layanan pendidikan difasilitasi oleh negara. Hubungan pemerintah dan rakyat sebatas pengurusan dan tanggng jawab
.



Dalam islam pemerintah bertanggung jawab penuh atas pemeliharaan urusan rakyat. 
Rosulullah saw bersabdah: Seorang imam (khalifah/kepala negara) adalah pengurus rakyat dan akan diminta pertanggung jawaban atas rakyat yang diurusya (HR. al Bukhari dan Muslim)



Maka Negara layaknya memberikan fasilitas sarana dan prasarana secara gratis dan tanpa syarat kepada rakyatnya. Karena pendidikan merupaan hak rakyat untuk mendapatkan ilmu dan cita-cita yang tinggi. Bukan dengan menjerumuskan masyarakat pada aktivitas dosa.
 

Post a Comment

0 Comments