Tuesday, March 13, 2018

Ketika Muslimah Sedang Jatuh Cinta



Oleh : Khotimah Ayu Maduratna (Mahasiswi STAIN Pamekasan) 

                CINTA. Lima kata yang sangat sensitif dikalangan remaja tak terkecuali dikalangan muslimah juga dan siapa sih yang tidak mengenal dengan kata CINTA, setiap insan anak adam yang terlahir dimuka bumi pasti akan tau dengan lima huruf sakral ini. Cinta memiliki banyak sekali definisi dan salah satu definisi dari cinta  ialah suatu rasa yang sifatnya fitrah yang pasti dimiliki oleh seluruh insan anak adam  ini. Fitrah yang dimaksud ialah  tak ada seorang pun yang bisa menafikan dan menghilangkan rasa cinta itu, dan setiap anak adam boleh memiliki rasa ini termasuk seorang muslimah. Namun pada realitanya, banyak sekali dari insan anak adam ini khususnya para muslimah yang salah dalam menyikapi rasa cinta ini. Hingga tak jarang banyak kasus-kasus yang melanggar norma-norma kemanusiaan karena salah dalam menyikapi rasa cinta ini.
                Banyak sekali fakta yang sering ditemukan, muslimah yang sudah mengazzamkan diri untuk istiqomah memakai jilbab dan khimar syarI namun diantara mereka juga banyak yang belum bisa menjaga izzah dan iffahnya sebagai seorang muslimah. Dimana dengan telah berpakaian secara syarI, mereka masih saja melakukan aktifitas pacaran, berkhalwat dengan yang bukan mahromnya, berboncengan, makan bersama dengan yang bukan mahromnya dan aktifitas-aktifitas maksiat yang lainnya. Padahal sejatinya telah ada didalam islam, bagaimana seharusnya menyikapi ketika muslimah tersebut sedang dilanda virus merah jambu. Adapun solusi yang tepat dan sesuai dengan syariat islam yang harus dilakukan oleh seorang muslimah ketika jatuh cinta ialah Halalkan atau Tinggalkan.
Ketika seorang muslimah sedang dilanda virus merah jambu berupa rasa cinta kepada si fulan yang telah jelas bukan mahromnya maka yang harus ia lakukan adalah halalkan atau tinggalkan. Halalkan yang dimaksud disini ialah meminta kepada si fulan untuk segera menikahinya kala ia benar-benar memang sudah siap. Dan putuskan untuk meninggalkan si fulan ketika diri masih belum siap untuk menikah. Ini semua semata-mata tak lain karena Islam benar-benar ingin menjaga kemuliaan dari seorang muslimah, dan sejatinya didalam Al-Quran telah tertulis dengan jelas bahwa setiap diri dilarang untuk mendekati perbuatan zina, wa laa taqrobuz-zinaaa innahuu kaana faahisyah, wa saaaa sabiilaa (QS. Al-Isra:32). Dengan cara seperti ini, seorang muslimah akan senantiasa bisa untuk selalu menjaga izzah dan iffahnya, dan ini juga sebagai salah satu cara agar ia bisa terhindar dari perbuatan maksiat dan murka sang pemilik hati. Sesungguhnya tak pernah salah dengan rasa cinta, kagum, suka yang dimiliki oleh seorang muslimah tersebut, yang menjadi permasalahannya ialah bagaimana seorang muslimah itu menyikapi dan menanggapi perasaan yang sedang melanda jiwanya tersebut. Yukk. Para muslimah shalihahjaga diri kalian semua agar tetap mulia dimata Allah dan manusia, sesungguhnya janji Allah itu benar bahwa perempuan yang baik hanyalah untuk laki-laki yang baik sedangkan perempuan yang tidak baik hanyalah untuk laki-laki yang tidak baik pula. So, tak perlu risau akan jodoh karena sejatinya jodoh itu tak lain adalah cerminan diri kalian.



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!