Ketika Bisul Cinta Meradang

Oleh : Sunarti (Anggota Revowriter)




Mabuk cinta, itu namanya. Suatu keadaan di mana sobat muda sedang dilanda asmara. Terkagum-kagum dengan lawan jenis. Terpesona, terlena dan seabreg yang lain. 


So, kalau orang Jawa, mengatakan "kencono katon wingko, wingko katon kencono".


Emas terlihat seperti makanan (jenang merah), makanan (jenang merah) terlihat seperti emas. 
Yang sedang jatuh cinta, ketika melihat pujaannya, pasti akan terlihat kece badai. 
Ya gak, sob ? 


Dan orang lain akan tampak di matanya hanya ilalang yang lewat.
Dah pokoknya satu-satunya orang terkece. 
"kembang bangah, rasa mawar merah",,, oh, so sweet. 


Gak ketemu sehari, rasanya seperti mo mati. Gak ketemu seminggu apalagi, rasanya mau bunuh diri.
Eh rasanya, eh rasanya, kaya bisul mau pecah, nih kepala.



Ah, apa iya ?
Tanya aja tuh, sama yang dimabuk cinta !



Lanjut kawan, 
Dari mana datangnya cinta ?
Konon, dari mata turun ke hati. 
Kalau jaman now noh sob, bisa dari hape turun ke hate... Eh hati... 
Hayo-hayo, ngaku !



Tapi eh tapi, rasa-rasanya tak seindah rayuan ya ? 
Tuh buktinya, banyak yang hamil sebelum nikah, udah main bunuh aja. 


Atau, udah merasa 'eneg' dengan pasangannya, main tinggalin aja. Padahal udah dinikmati tuh ceweknya. 
Naudzubillah....



Nah usut punya usut, nie, yang namanya cinta itu karunia Allah.... 
Manusia diberi naluri untuk saling mencintai, menyalurkannya dan menjaga keturunannya. 
Namun sangat banyak cewek yang gak tahan nih sama rayuan gombal cowok. 


Ada yang tahu ndak, kalau rayuan itu dibumbui penyedap rasa sama syaiton ?
Iya loh.... 



Gini ya, Sob, 
Kenapa banyak remaja and remaji eh... Salah. 


Banyak remaja yang berhenti di tengah-tengah perjalanan menggapai cita-cita, karena belum bisa menahan naluri mencintai. 
Sayang khan ?


Sebenarnya ya, itu karena membiarkan naluri mencitai berlarut-larut hingga ternuansakan indah banget. Yang dibayangin, yang enak-enak saja. Jalan berdua, makan berdua, main berdua, semua berdua pokonya. Dunia juga milik berdua, emang yang lain ngontrak ?



Ditambah lagi nih Sob, banyaknya tayangan yang romantis sering kamu lihat. Lagu-lagu, foto-foto, film-film dan tontonan yang lain, yang menambah rasamu itu semakin menguat. 


Dan lagi Sob, seandainya terjadi perzinaan, paling banter ya dinikahkan. Enak kan? Yah itu kalau dinikahi, kalau ditinggal pergi, disakiti, yah, apa enggak merugi ?
Perlu tahu, di negeri yang mayoritas muslim ini zina tidak dihukum. 
Nggak ada yang namanya dihukum kalau suka sama suka. Inilah Sob, potret negara berpaham kebebasan. 



Gini ya, Sob, 
Harusnya dia nikmati tuh, masa mudanya dengan memperbanyak ilmu pengetahuan dan ilmu agama. 
Semakin banyak ilmunya, secara otomatis akan berhati-hati tuh dengan dosa. 


Dan gak begitu saja mau digombalin ama cowok. 
Iya, nggak ?



Apa nggak takut kalau diperlakukan sadis setelah menikmati tuh yang gadis. 


Apa mau, habis manis sepah dibuang ?


Tidak perlu pacaran, nanti saja setelah menikah pacarannya. 
Dan lagi Islam mengajarkan agar menjauhi zina.



وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيْلاً٭سورة الإسراء 32



Alloh SWT berfirman : "Dan jangalah kalian dekat-dekat dengan zina, karena sesungguhnya zina itu kotor dan sejelek-jeleknya jalan" (Surat Al Isro' 32)



عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِيْنَ اتَّقُوا الزِّنَا فَإِنَّ فِيْهِ سِتَّ خِصَالٍ ثَلاَثَةٌ فِى الدُّنْيَا وَثَلاَثَةٌ فِى الاۤخِرَةِ فَأَمَّا الَّتِى فِى الدُّنْيَا فَذِهَابُ بَهَاءِ الْوَجْهِ وَقْصُر الْعُمُرِ وَدَوَامُ الْفَقْرِ وَأَمَّا الَّتِى فِى اْلاۤخِرَةِ فَسُخْتُ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَسُوْءُ الْحِسَابِ وَعَذَابُ الاۤخِرَةِ٭رواه البيهقى



Dari Nabi SAW bersabda : "Wahai kaum muslimin, takutlah kamu sekalian pada zina sebab didalamnya ada 6 perkara (yang pasti ditetapi), 3 perkara di dunia dan 3 perkara di akhirot. Adapun 3 perkara di dunia adalah hilangnya kewibawaan wajah, pendeknya umur dan kekalnya kefakiran, sedangkan 3 perkara di akhirot adalah murka Alloh yang Maha Barokah dan Maha Luhur, jeleknya hisaban dan siksa akhirot" (HR Baihaqi)

Post a Comment

0 Comments