Kesibukan Yang Melenakan



Oleh: Minah, S.Pd.I
Praktisi Remaja

Terkadang kita sibuk dalam mengarungi kehidupan. Tanpa memilih kesibukan apa yang harus didahului. Sehingga kesibukannya itu melenakan dirinya.

Di saat amanah bertumpuk, sebagian amanah yang lain ditinggalkan. Tak Jarang yang wajib malah ditinggalkan.

Saat bekerja, mereka berusaha semaksimal mungkin untuk kerja dan tidak meninggalkannya. Dia rela korbankan waktu hanya demi pekerjaannya.

Anaknya rela dititipkan ke orang tua yang penting dia bisa bekerja. Padahal bagi seorang wanita, wajib mendidik anak maupun merawat dan membesarkanya

Namun sayangnya saat diajak pengajian atau kajian Islam, beraneka ragam alasan yang dia sampaikan hingga tidak datang ke acara tersebut.

Alasannya sibuk jaga anak, cuaca ngak mendukung, mendung or hujan, kecapean jadi harus istirahat sehingga ngak bisa datang pengajian. Hmm.. banyak saja alasannya.

Sedih rasanya. Padahal kalau bekerja, mau hujan, mendung, anak rewel, capek tapi tetap saja bisa bekerja. Huff.

Inilah kesibukannya yang melenakan, lebih mementingkan pekerjaan Padahal, mengkaji Islam adalah suatu kewajiban.

Belum lagi ketika diberi amanah, banyak saja alasannya kenapa ngak amanah, alasannya sibuk  bekerja, ngak ada waktulah de el el banyak deh alasanya.

Ini akan menyebabkan semangat mengkaji Islam tidak ada, ibadahnya terbengkalai, karena lebih mementing kerjaannya.

Padahal bekerja bagi seorang wanita hanyalah mubah (boleh) sedangkan mengkaji Islam adalah wajib.

Oleh karena itu, kita ngak boleh terjebak, jangan sampai kesibukan-kesibukan yang ada, malah meninggalkan yang wajib, sudah seharusnya pilihlah amanah yang benar benar sesuai, yang tidak melenakan kita. Agar kita mampu bertaqarrub ilallah, menjalankan aturan Allah. Bisa membagi waktunya baik dalam hal yang mubah, dalam hal keluarga maupun saat kajian Islam.

Karena kita tidak mau kan jika kesibukan sehari-hari kita melenakan bahkan sia-sia? Sudah capek, tapi malah berdosa atau melalaikan.

So, jangan sampai kesibukan kita melenakan.  namun bersibuk-sibuklah dalam hal kebaikan. Dahulukan yang wajib baru yang mubah.

Semoga kita mampu menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat serta Allah ridho. Aamiin. InsyaAllah.

Post a Comment

0 Comments