"Istiqomahlah, Karena Allah Memilihmu"

Oleh : Masniati Sabarudin, S. Pd (Member Akademi Menulis Kreatif Bima)  




Tatkala kita sudah berazzam untuk mengambil bagian dalam memperjuangkan agama Allah, maka kita harus siap dengan segala konseskuensi yang akan dihadapi.    



Ingatlah tatkala kita masih belum mengenal Islam kaffah. Coba direnungkan kembali masa-masa itu, akan jadi apa kita jika tidak ada orang yang dengan ikhlas mau merangkul kita untuk mengenalkan kita konsekuensi keimanan, bahkan jauh sebelum itu kita diarahkan menuju iman yang lurus yang tidak terbetik keraguan sedikitpun di dalamnya. Apa jadinya kita, jika tidak ada yang memahamkan kita mengurai simpul besar (al Uqdatul kubro) sebagai landasan yang benar dalam mengarungi kehidupan ini. Tentunya kita tidak akan pernah tau misi penciptaan kita sebagai abdi di dunia ini.   



Bahkan kita tidak pernah tau orang-orang hebat itu begitu peduli begitu cinta dengan kita meskipun mereka sendiri diliputi dengan berbagai cobaan dan ujian hidup. Semestinya kita bersyukur Allah pertemukan kita dengan mereka.  



Itulah indahnya dakwah. Namun, nikmatnya bertahan di jalan dakwah tidak akan dirasakan oleh jiwa-jiwa yang hanya bermodalkan semangat dan harapan. Sebab berada di jalan dakwah pasti akan menemui onak duri yang akan terus menghiasi dan menjadi bumbu-bumbu pemanis dalam perjuangan. Dakwah adalah jalan warisan para Anbiya'. Maka, beruntunglah kita dipilih oleh Allah untuk meniti jalan mulia ini.  



Tidak semua orang mau mengambil bagian dalam berjuang di jalan dakwah. Karena, kadang tidak siap dengan segala konsekuensinya. Dakwah akan menuntut pengorbanan harta, waktu, tenaga, pikiran bahkan nyawa kita yang in shaa Allah semua itu akan diganti dan dibalas Allah dengan Surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Maa syaa Allah, siapa yang tidak rindu dengan kenikmatan Surga yang telah dijanjikan itu.  



Allah Ta'ala berfirman;

"Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual-beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung."[QS. At-Taubah: Ayat 111]  



Dakwah ibarat pohon, akan ada saja daun-daun yang berguguran namun akan diganti dengan tunas-tunas baru. Tidak akan pernah kosong dari orang-orang yang akan membela agama Allah. Sebab Allah sendiri yang memilih hamba-hambaNya yang layak menjadi pembela dan pejuang agamaNya yang kelak berhak mendapatkan naungan dariNya pada hari dimana tidak ada pertolongan dan naungan kecuali Allah Ta'ala. Semoga kitalah diantaranya."Angin tidak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya (Ali Bin Abi Thalib)Allahu a'lam bish showwab  

Post a Comment

0 Comments