Islam Ada, Perempuan Mulia

Oleh : Mulyaningsih, S.Pt (Pemerhati masalah Anak, Remaja dan Keluarga)



Allah menciptakan seluruh yang ada di muka bumi ini tentulah ada gunanya. Tak lepas pada binatang kecil seperti semut, lalat ataupun nyamuk. Semuanya Allah ciptakan dan mempunyai fungsi masing-masing. Apalagi manusia, pastilah ada tujuan mengapa ia diciptakan. Begitu juga dengan wanita atau perempuan. Mengapa Allah ciptakan ia? Untuk apa sebenarnya?



Mungkin itulah pertanyaan yang terlintas dalam benak kita. Kenapa Allah menciptakan perempuan? Ia lemah, terbatas, mudah menangis dan segudang keterbatasan lainnya. Bahkan kalau kita lihat pada sejarah kuno maka tak sedikit yang mengganggap bahwa perempuan sebagai sesuatu yang hina. Ibarat sampah, identik dengan kotor, bau tak sedap dan sarang kuman. 



Sejarah di dunia tentang perempuan
Berikut ini akan kita liat fakta sejarah yang terjadi pada kaum hawa. Dari semua negara di dunia, memandang bahwa perempuan itu adalah sesuatu yang sangat hina. Sebut saja di Yunani, perempuan yang hidup ketika masa peradaban kuno selalu dilecehkan. Mereka diperlakukan layaknya seperti tahanan yang di sekap di istana. Hal ini bagi perempuan dari kalangan elite (kaya). Bisa dibayangkan bagaimana nasib perempuan kala itu ketika dia berasal dari kalangan orang biasa. Bisa jadi mereka jadi bulan-bulanan pelampiasan hawa nafsu dari kalangan pria serta menjadi komoditas untuk diperjualbelikan. Tak bedanya di India kuno, fungsi perempuan hanya sebagai barang pelengkap bagi kaum pria. Kondisi ini tak jauh berbeda ketika masa Yunani kuno. Bahkan di India ini lebih parah, perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya maka harus melakukan tradisi sati. Yaitu suatu adat kebiasaan yang harus dilakukan seorang janda dengan cara membunuh dirinya sendiri sebagai wujud pengabdian terhadap suaminya.



Lebih parahnya di Arab, bayi-bayi yang dilahirkan jika dia berjenis kelamin perempuan maka dibunuh atau dikubur hidup-hidup. Mereka menganggap bahwa perempuan adalah pembawa aib bagi keluarganya, sehingga wajib untuk dimusnahkan. Tak jauh berbeda dengan di Eropa, mereka mengganggap bahwa perempuan terutama janda, orang miskin, tabib perempuan dan kaum lansia dianggap sebagai tempat bersemayamnya setan dan roh jahat. Sehingga pada tahun 1481-1499 terjadilah pembakaran besar-besaran sebanyak 10.220 orang. (Siauw, Felix Y dan Tim Da’wah @Hijabalila, 2017)



Pandangan Islam



Sungguh miris melihat nasib perempuan ketika masa itu. Mereka sama saja ibarat sampah kotor yang wajib dibuang, dibakar serta dimusnahkan. Astagfirullah, sungguh perlakuan yang jauh dari kata layak.



Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna. Didalam Islam ada aturan-aturan yang ditujukan kepada manusia sebagai pedoman dalam kehidupannya. Aturan itu sangat lengkap dan sempurna, mulai dari aturan yang mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dirinya dengan manusia yang lain serta dirinya dengan Robbnya (Pencipta). Begitupula pada perempuan, dalam Islam ada aturannya, posisinya serta bagaimana memperlakukannya.




Pada kasus-kasus masa kuno yang menganggap perempuan ibarat sampah kotor yang perlu diberangus bisa dipatahkan ketika Islam hadir di dunia ini. Contoh nyata ketika di bangsa Arab jahiliyah membunuh atau mengubur hidup-hidup bayi perempuannya, ketika Islam datang hal tersebut tidak dilakukan lagi. Begitupula dengan perlakuan perbudakan yang sanagt kental disana,. Islam menghapusnya. Sekarang yang ada hanya kemuliaan serta posisi penting perempuan yang benar-benar dijaga oleh Islam.


Kemuliaan perempuan menurut pandangan Islam adalah ia sebagai tonggak peradaban dunia. Hal ini disebabkan karena dari rahimnya para generasi-generasi penerus terlahir ke dunia ini. Ditambah lagi berkat didikan darinya generasi tersebut mampu mengarahkan kemana peradaban dunia akan dibawa. Islampun memandang perempuan adalah suatu nikmat Allah SWT yang begitu mulia, Tentunya kemuliaan ini haruslah sejalan dengan ketaqwaannya kepada Allah. Barulah perempuan tersebut bisa dijuluki sebagai perempuan (wanita) sholihah. Sebagaimana hadist Nabi yang berbunyi “Dunia itu perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah” (H.R Muslim).



Proses taqwa didapatkan manakala perempuan tersebut mengetahui segala macam aturan yang berkaitan dengannya. Baik untuk dirinya sendiri maupun kaitannya dengan masyarakat. Hal tersebut tentunya bisa didapatkan ketika ia mau belajar Islam dengan serius. Ini juga menjadi bekalnya kelak ketika di yaumil akhir kelak. 



Ditambah lagi dengan posisi seorang ibu lebih dihormati dan didahulukan daripada ayah. Rasulullah SAW ketika ditanya siapa orang yang paling berhak untuk dihormati dan didahulukan, Rasulullah menjawab, “ibumu! Ibumu! Ibumu! Kemudian ayahmu”. Subhanallah begitu mulianya seorang wanita (perempuan) di mata Islam. Tak hanya itu, ada perkataan bahwa surga yang letaknya dibawah telapak kaki ibu. Tersirat makna bahwa keridhoan seorang ibu merupakan ridhonya Allah.



Hanya dengan Islam perempuan bisa hidup mulia, karena islam dengan seluruh perangkatnya akan mengatur hal tersebut. Harkat dan martabat perempuan hanya bisa terngkat jika sstem Islam diterapkan secara semprna dalam bingkai negara. Serta mampu menjadikannya berkilau bak mutiara yang memancarkan sinarnya ke segala penjuru dunia. Wallahu A’lam.[]



Mulyaningsih, S.Pt
Ibu Rumah Tangga
Pemerhati masalah anak, remaja dan keluarga
RO Ulin-Banjarbaru

Post a Comment

0 Comments