Wednesday, March 21, 2018

How to be Good Personality with Islam


Oleh : Siti Rahmah (Pemerhati Remaja)



Memiliki kepribadian baik menjadi idaman semua orang, namun tidak semua orang siap dengan proses penempaannya. Banyak para ahli spikology yang memaparkan makna dan arti kepribadian. Misalnya saja menurut Pervin seorang ahli psikology, kepribadian merupakan keseluruhan karakteristik individu atau sifat umum dari banyak orang yang berakibat pada munculnya sikap yang cenderung tetap dalam merespon situasi. Senada dengan Pervin, ahli psikology yang bernama  Phares mendefinisikan kepribadian merupakan suatu pola yang khas dari perasaan, fikiran, tingkah laku yang dapat membedakan individu cenderung tidak berubah dalam lintasan waktu atau situasi. 
Dengan definisi yang mereka miliki kemudian para ahli menyimpulkan hal - hal yang bisa membentuk kepribadian seseorang menjadi baik itu ada beberapa point. Diantanya adalah

a. Dapat di percaya
b. Bertanggung jawab
c. Penuh perhatian
d. Pantas di hormati
e. Berperilaku adil
f. Warga yang baik

Itulah kiranya point - point penentu yang menjadikan seseorang dapat predikat baik atau tidaknya. Apabila ke enam point itu ada pada sesorang maka di katakanlah orang tersebut sebagai manusia yang memiliki kepribadian yang baik.
Tentunya tidak salah apa yang di sampaikan para ahli tersebut, hanya saja perlu kiranya menelaah lebih jauh tentang kepribadian, dan apa aja yang menjadi faktor pembentukan kepribadian seseorang? Lantas bagaimana caranya agar seseorang memiliki kepribadian yang baik yang khas bukan malah sebaliknya pribadi yang kacau dan rusak.

Karakter yang Unik

Rupanya apa yang di depinisikan sebagai "kepribadian" oleh para pakar hakikatnya adalah karakter. Karena kecendrungan yang di miliki oleh setiap individu yang bersifat tetap ini di kenal dengan istilah karakter. Hanya saja bicara karakter tentu kita tidak bicara baik dan buruk, bagus dan tidak karena semua karakter itu unik dan menarik. 

Adapun yang menjadikan karakter mana yang menonjol itu tergantung pada polesan dan landasan.
Ketika kita menilai karakter lembut itu bagus, atau karakter keras itu buruk tentu ini tidak tepat. Karena yang menjadikan baik atau buruk adalah penempatannya. Adakalanya seseorang perlu lembut dan penuh kasih sayang, tapi adakalanya seseorang juga perlu tegas dan keras, jika dia mampu menempatkan pada tempat yang seharusnya inilah ke unikannya.

Misal sejarah sudah mematri kisah bagaimana dua sahabat Nabi tercinta yang memiliki karakter sangat berbeda, tapi tidak melemahkannya dalam membersamai Nabi karena dengan karakter itu justru letak ke istimewaanya.

Kita mengenal bagaimana Shahabat tercinta Abu Bakar As sidiq Ra, yang terkenal begitu lembut penyayang tapi hal itu tidak berlaku ketika harus menghadapi musuh Islam, tindakan tegaspun di lakukan contohnya ketika mendapati kaum yang tidak membayar zakat. Atau sebaliknya shahabat pilihan Umar bin khatab ra yang begitu keras dan tegas ketika berhadapan dengan orang-orang kafir, namun begitu lembut dan penyayang di hadapan kaum muslimin. Misal ketika di ingatkan oleh seorang nenek - nenek tentang kebijakannya mematok mahar, maka dengan penuh kesabaran dan kasih sayang Umr mendengarkannya.  Kedua contoh diatas adalah contoh Pribadi yang memiliki karakter berbeda dan unik tapi ketika sudah di poles dengan landasan aqidah yang benar maka standar menjadi sama, kepribadiannya pun menjadi agung. 
Polesan dan landasan yang akan di paparkan tentu saja dalam kacamata Islam sehingga dengan memahami faktor pembentuk yang akan menjadi polesan dalam  kepribadian di harapkan mampu menjadikan pribadi - pribadi muslim memiliki Good personality tentu dalam landasan Islam

Tinjauan Kepribadian dalam Islam

Jika kita mengacu kepada pendefinisan kepribadian dalam Islam, di dalam kitab pilar - pilar pengokoh nafsiyah di sebutkan "kepribadian pada setiap manusia di pengaruhi oleh aqliyah (pola fikir) dan nafsiyah (pola sikap). Kedua hal inilah yang menjadi penentu pembentukan kepribadian seseorang. Kita tidak bisa menilai seseorang memiliki kepribadian baik atau buruk hanya dengan melihat penampakan luar saja, misal bentuk tubuhnya, bentuk rambutnya, model hidungnya, matanya dan sebagainya. Semua itu hanyalah penampakan luar yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kepribadian.

Kepribadian hanya dapat ditentukan dengan, pertama aqliya atau pola fikir adalah cara yang di gunakan seseorang untuk memikirkan sesuatu; yakni cara mengeluarkan keputusan hukum tentang sesuatu tentu saja berdasarkan akidah tertentu yang di imani dan di yakini seseorang.

Jika akidah yang di yakininya adalah akidah Islam maka pemiliknya akan mengeluarkan keputusan hukum tentang benda dan perbuatan sesuai hukum syara, sehingga mampu menggali hukum dan mengetahui halal haram.

Yang kedua faktor pembentuk kepribadian  adalah Nafsiyah (pola sikap). Yaitu cara yang di gunakan seseorang untuk memenuhi tuntutan naluri dan kebutuhan jasmani, yakni memenuhi kebutuhan tersebut sesuai dengan akidah yang di yakininya. Jika pemenuhannya di dasarkan akidah Islam maka di katakan nafsiyahnya, nafsiyah Islam, jika tidak didasarkan pada  akidah Islam maka nafsiyahnya  bukan nafsiyah Islam.

Seseorang yang memiliki nafsiyah Islam maka dia akan mengerjakan sholat, puasa, zakat, haji serta akan melaksanakan yang halal dan menjauhi yang haram. Seseorang ini akan berada pada tempat yang di sukai Allah dengan melaksanakan amalan yang di fardhukan kepadanya dan akan bertambah dekat dengan Allah dengan mengerjakan amalan nafilah (sunah).

Terbentuknya Pribdi yang baik dalam Islam, tentu harus terpenuhinya dua kompenen pembentuk tadi. jika salah satunya tidak sejalan maka justru akan menjdikan pelakunya memiliki kepribadian yang rusak, misal aqliyah baik nafsiyah rusak maka contohnya misal, dia tau kewajiban sholat tapi tidak pernah sholat.

Atau sebaliknya, nafsiyahnya bagus tapi aqliyanya rusak maka ini juga akan menjadi penyebab kekacauan kepribadian karena akan menyebabkan pelakunya rusak dalam beramal misal puasa di hari yang di haramkan.

Sehingga perlu kiranya memahami dua faktor pembentuk kepribadian ini supaya menjadikan pemilikinya memiliki good personality with Islam. Seperti apapun karakter yang dimilikinya ketika sudah tercelup dengn warna Islam dan terbangun dengan landasan pondasi Islam maka dia akan menajadi pribadi yang khas, pribadi dambaan, good personality.
Waallahu alam



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!