Cinta Yang Membawa Kebahagiaan Dunia dan Akhirat



Oleh: Minah,S.Pd.I Pengajar/Praktisi anak dan Remaja, anggota komunitas Revowriter



Sering seseorang terjebak pada keinginannya sendiri. Ia mencintai sesuatu, berjuang untuknya, namun sebenarnya apa yang ia cintai itu adalah suatu keburukan yang dianggapnya kebenaran. 


Jika sobat remaja ditanya apa itu cinta, mereka pasti tuh senyum-senyum. Heran deh...  


Tahu ngak sob, zamanku dulu saat sekolah, ngak ada tuh kenal dengan cinta seperti anak remaja sekarang. Dulu lebih mementingkan prestasi mereka, lah.... sekarang? Lebih Mementingkan cinta yang berbalut maksiat.   


Katanya suka langsung cari pacar, ngak ada pacar malah galau dan sedih hmm... 


Itupun ya, bukan ana SMP or SMA loh... anak SD saja tahu tentang itu.. gawattt anak kecil ngerti juga. Hmm.. Orang tua ekstra didik yang benar. Jika terjebak dengan cinta seperti itu bahaya. Dosa! 


Emang cinta itu apa? Haruskah disalurkan dengan pacaran? Padahal nih ya.. yang kita inginkan adalah mampu meraih cinta yang membawa bahagia dunia dan akhirat. 


Lantas bagaimana meraih cinta itu agar membawa bahagia dunia akhirat? 


Cinta dapat kita rasakan, lawan dari benci, rasa suka, sayang, ingin, rindu, pengharapan. 


Namun, cara membawanya agar cintanya itu benar dan berimbas dunia akhirat, maka kudu sandarkan hanya kepada Allah Sang Pencipta manusia dan alam semesta. 


Cinta kita kepada Allah. Kalau kita mencintai Allah, maka kita mampu menjalankan Semua aturanNya, dengan begitu cinta yang benar bisa kita raih. Mampu membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. 


Yang penting cintanya disalurkan dengan benar. Jika cinta itu muncul bersyukurlah karena itu fitrah manusia. Namun, cinta tak boleh disalurkan dengan pacaran. Jika siap maka menikahlah.. jika belum siap, berdoalah, berpuasa dan persibuk diri dengan hal yang bermanfaat. 


Karena sejatinya cinta yang benar tidaklah sebatas dunia, akan tetapi 'tembus' ke akhirat. Wallahualam.  

Post a Comment

0 Comments