Monday, March 12, 2018

Cemburulah Wahai Istri



Oleh: Wati Umi Diwanti
(Pengasuh MQ. Khodijah Al-Qubro, Revowriter Kalsel-Martapura)


Cemburulah saat anakmu lebih takut ditinggal pergi ayahnya dibanding kita ibunya. Segeralah cari tau kenapa, ada apa?

Cemburulah saat anak-anakmu perlu sesuatu mereka cari ayahnya, sedang kamu diangguri saja padahal kami ada. Di sana bersama mereka.

Cemburulah saat suamimu lebih cekatan dan terampil membuat sarapan untuk anak-anakmu.

Cemburulah saat suamimu lebih hafal dengan posisi barang-barang dirumahmu. Lebih gesit dalam membenahi barang yang tidak pada tempatnya.

Cemburulah saat suamimu lebih telaten dan kompeten mengurus bayimu. Mengurus rumahmu.

Cemburulah saat suamimu memilih sibuk dengan pekerjaan rumah sementara urusan nafkah jadi urusanmu. Entah karena situasi yang memaksa atau karena sudah terbiasa.

Segeralah rasakan cemburumu. Sampaikan dan biacarakan. Cari solusinya. Jangan biarkan terus berlarut dalam keterbalikan peran.

Segera upgrade diri menjadi ibu mandiri untuk amanah sworang ibu dan istri. Bukan karena tak boleh tolong menolong, tapi ini adalah kewajiban kita sebagai wanitan

Ini bukan perkara bisa atau tidak bisa. Jika Allah audah tetapkan itu sebagai kewajiban. Paati kita bisa. Jika belum bisa segera latih dan biasakan. Pasti akan bisa.

Bukan pula perkara sekarang kita baik-baik saja. Suamipun tak mengapa. Hal ini akan ditanya di yaumil hisab nantinya.

Ini perkara peran yang tak pada tempatnya. Yang Syara telah menetapkannya. Tak bisa kita jalani sesukanya.

Rosulullah menetapkan atas kehidupan suami istri sebagaimana beliau tetapkan pada rumah tangga putri beliau:

فَإِنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَضَى عَلَى ابْنَتِهِ فَاطِمَةَ بِخِدْمَةِ الْبَيْتِ ، وَعَلِيٍّ مَا كَانَ خَارِجًا مِنْ الْبَيْتِ مِنْ عَمَلٍ

Sesungguhnya Nabi SAW. menetapkan terhadap anak perempuannya, Fatimah, mengerjakan pekerjaan di rumah, sedangkan kepada Ali bin Abi Thalib pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan di luar rumah. (Musnad Ibnu Abi Syaibah).

Rasulullah saw juga mencontohkan dengan seringnya beliau meminta istri-istri beliau mengerjakan pekerjaan dalam rumah:

يَا عَائِشَةُ اسْقِينَا ، يَا عَائِشَةُ أَطْعِمِينَا ، يَا عَائِشَةُ هَلُمِّي الشَّفْرَةَ ، وَاشْحَذِيهَا بِحَجَرٍ

Wahai Aisyah tolong ambilkan minum, wahai Aisyah tolong ambilkan kami makanan, wahai Aisyah ambilkan kami pisau dan asahlah dengan batu! (HR. Abu Daud, Ahmad, Ibnu Hibban).

Demikian pula Rasulullah saw juga mengingatkan para wanita untuk berusaha maksimal dalam tugasnya:

لاَ يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكُرُ لِزَوْجِهَا وَهِىَ لاَ تَسْتَغْنِى عَنْهُ

Allah SWT tidak akan memandang kepada perempuan yang tidak berterima kasih kepada suaminya dan dia tidak berupaya mengerjakan sendiri tanpa merepotkan suaminya (HR. Bayhaqiy)

Namun bukan berarti pak Suami disuruh berleha melihat istrinya berjibaku memenuhi amanahnya. Ada dorongan lain bagi para suami untuk membantu istrinya. Yang menjadi catatan adalah "membantu BUKAN menggantikan"

Bagi para suami, Rosulullah Saw berpesan:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku” (HR At-Thirmidzi no 3895 dari hadits Aisyah dan Ibnu Majah no 1977)

Sebagaimana Alloh SWT pun berpesan:

فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

"... Kemudian jika mereka menaati kalian maka janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar" (QS an-Nisa’ [4]: 34)

Jika semua dilaksanakan sesuai tuntunannya. Semua menjadi ringan. Tak hanya di dunia tapi juga akhirat. Insya Allah ada Syurga dibalik semua yang terlaksana berdasar tuntunan syara'. #HentikanPertukaranPeranRumahTangga #KembalilahPadaTuntunanSyariat 

#HidupBerkahPenuhRahmat.




Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!