Friday, March 23, 2018

Cantik Yang Diridhai



Oleh: Yeni Marpurwaningsih, S.Hum.
(Co-Founder Komunitas  REMPAH, Alumnus UIN Jakarta Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam)

Sewaktu saya kecil, acara yang disukai dan ditunggu tiap tahunnya adalah kontes kecantikan. Acara yang menghadirkan pujian bagi kecantikan dan kecerdasan perempuan. Bahkan, saya yang
kecil sampai membayangkan diri menjadi pemenang kontes kecantikan.

Di samping adanya keinginan menang, muncul pula pertanyaan kritis, 'katanya pemenang di lingkup nasional, katanya pemenang dilingkup lingkungan, katanya pemenang dilingkup pariwisata, tapi apa yang dilakukan oleh para pemenang dengan predikat yang disematkan pada mereka?' Akhirnya, berkesimpulan.. jawaban kontestan saat ditanyai pendapatnya tentang suatu persoalan negerinya, hanya manis saat diucapkan berarti.

Saat ini, saya sadari.. rupanya kontes ini menjadikan perempuan yang cantik dan cerdas itu dijadikan sebagai model iklan. Iklan bagi produk-produk kecantikan, pakaian, sepatu, dan perhiasan. Bahkan, menjadi model pakaian renang. Ini dilihat dari ketentuan wajib bagi kontes Miss Universe yang menampilkan (maaf) bikini untuk dipertontonkan kepada dunia. Kontes MU juga awalnya untuk memperkenalkan dan membangun opini baik pada dunia tentang pakaian itu.

Pada hakikatnya memang perempuan senang dipuji. Adanya kontes kecantikan menjadi hal yang menarik untuk banyak perempuan menampilkan diri menjadi yang tercantik.

Saya mengkritik hal ini, bukan karena ingin memberikan ujaran kebencian atau sejenisnya, tapi ingin memberitahukan pada siapa saja yang membaca tulisan ini bahwasanya cantik bukan dilihat dari standar yang ditentukan oleh kontes kecantikan dunia. Cerdas bukan dilihat dari
kecakapan berargumen tanpa solusi. Berperilaku luhur bukan bergantung pada eloknya kita dalam berjalan. Tapi, semua yang berkaitan dengan Brain, Beauty, Behavior kita adalah syari'at yang dihadirkan langsung oleh pemilik langit dan bumi, Allah SWT.

Dalam syari’at Islam, seorang muslimah memiliki kewajiban untuk menutupkan kain ke seluruh tubuhnya dengan jilbab (Lihat: QS. al-Ahzab: 59) dan menutup kepalanya hingga dada dengan khimar (Lihat: QS. An-Nur: 31). Patut pula bagi perempuan untuk tidak tabarruj (berlebihan dalam mengenakan make-up dan menampakkan perhiasannya).. (Lihat: QS. An-Nur: 60).

Bagi laki-laki ada anjuran saat hendak menikahi seorang perempuan. Hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW, "Seorang wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu
beruntung." (Dikutip dari kitab mukhtar al-hadits an-nabawi hal 63 no. 21).

Ada pula balasan dari Allah SWT bagi perempuan shalihah..  "Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita tersebut, “Masuklah
ke surga melalui pintu manapun yang engkau suka.” (HR. Ahmad).

Inilah cantik yang Allah ridhai, karena Allah tidak melihat cantik fisik, tapi Allah melihat dari ketakwaannya. Semoga kita bisa meraih standar yang Allah tetapkan untuk kita..
Wallahu a'lam bi ash-Shawwab.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!