BUKAN 'Surat Cinta untuk Starla'


Oleh : Novita Sari Gunawan

Kutuliskan kenangan tentang
Caraku menemukan dirimu
Tentang apa yang membuatku mudah
Berikan hatiku padamu

Telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena telah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu

Siapa yang tau lagu ini? Saya ambil dua bait lirik dari lagu yang sempat booming dan sukses membius kaum muda mudi terseret euforia romantisme syairnya. Untuk mereka yang suka update musik-musik tanah air terbaru pastinya ngikutin ya, kalau yang memang nggak niat dengerin tapi tetep juga terjebak mendengarkan kalau lagi bepergian naik kendaraan umum seperti di busway, mall atau pusat perbelanjaan, bisa juga nggak sengaja denger waktu lagi duduk di warung makan dan tempat-tempat umum lainnya.

Saya ketika menyimak pun terbuai dan langsung tertuju pada dua bait lirik lagu yang berjudul 'Surat Cinta untuk Starla' ini. Hanya saja perasaan saya anti mainstream dengan remaja remaji yang larut dalam lagu ini. Teringat masa-masa kenangan yang ingin dituangkan dalam goresan untuk berbagi dengan dunia. Memang ada kisah mendalam yang ingin diceritakan, tentang indahnya ketika meninggalkan masa kelam dan menemukan jalan menujuNya. Bagaimana dengan mudahnya memutuskan meninggalkan semua keindahan pernak-pernik masa muda untuk melompat hijrah tanpa tergoda menoleh lagi kebelakang sedikitpun.

Ya, keindahan fana dunia ini terkadang membuat kita lupa, mana sebenarnya keindahan sejati dengan yang semu. Momen masa muda yang hanya sesaat sayang jika dilewatkan katanya. Kata siapa? Kata mereka yang menikmati indahnya masa-masa pacaran, update ngikutin trend fashion dalam berpakaian, gaya dan warna rambut, jalan bareng temen-temen nonton konser musik, dan aktifitas muda mudi lainnya yang biasa dilakukan saat ini.

Kalau memang indahnya gaya hidup anak muda masa kini di dunia hanyalah semu, lalu apa sih keindahan yang sejati? Dia adalah manisnya iman. Ya, itu lah harta yang paling berharga dan tak ternilai di dunia. Karena jika sudah mengecap rasa ini, maka tak tersisa lagi kecintaan pada eloknya dunia. Telah habis sudah istilahnya seperti lirik lagu tadi. Manisnya iman bukan lah hadiah yang diperuntukkan bagi orang-orang tertentu saja, ini adalah pilihan. Kita dikaruniai akal untuk memilih jalan mana yang ingin kita pilih. Free untuk semua orang tergantung mau apa nggak nya kita meraihnya.

Masa muda hanya sesaat, benar karena kita hidup di dunia ini memang sebentar saja. Ibarat ketika kita sedang pergi menuju suatu tempat kemudian kita singgah sebentar dan akan meneruskan perjalanan kembali, dunia ini lah persinggahannya. Pertanyaannya apakah kita mau melewatkan waktu yang sebentar saja dengan sia-sia tanpa membawa bekal yang nantinya akan menentukan dimana tempat kehidupan kita yang kekal? Hidayah itu bukan hadiah, namun pilihan sobat. Jangan lagi kita menunda hijrah di jalan Allah dengan alasan belum dapat hidayah. Yuk, kita bersegera taat kepada Allah SWT selama nafas kita ini masih berhembus, supaya tidak ada lagi penyesalan nantinya karena kita hidup nggak selamanya. Bahkan kita nggak akan pernah tau kapan akhir hidup kita.



Penulis : Novita Sari Gunawan, novita.sari@gmail.com
Pegiat Komunitas Media Suara Muslimah.
Aktif Berkontribusi dalam Pemberdayaan SDM Remaja Muslimah.

Post a Comment

0 Comments