Tuesday, March 13, 2018

Berlarilah Pada Allah



Oleh: Yunita Gustirini
Revowriter Bandar Lampung

Malam minggu nih. Bersiap buat nyelesaiin tugas nulis hari ini. Sambil cari ide, cek radio bentar. Kali aja nemu ide, hehe..
Dari sebuah stasiun radio, melintaslah lagu lawas "Apel Pertama". (Bukan apel Description: 🍎, ya.) Lagu yang menceritakan tentang pengalaman seorang remaja pria. Dia akan kencan pertama di malam minggu. Sialnya, bapak si cewek tampak sangar. Hingga gatot alias gagal total deh rencana kencannya. Alhamdulillah. #ehh..

Jangan ditiru ya, remaja-remaji. Allah melarang hubungan pacaran dan sejenisnya. "Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk." (TQS. Al-Isra: 32)
 
Tau kah kamu, siapa penyanyi lagu yang dulu cukup ngetop itu? Yup! Harry Moekti. Rocker lincah bak kutu loncat saat itu. (Yee, yang tau, pasti kids zaman old, ya? Description: 😂)
Apa istimewanya harus bahas lagu rock di sini? Kalem, guys. Lagunya emang gak penting. Tapi hijrahnya Sang Rocker yang kudu disimak.

Rocker bernama asli Hariadi Wibowo ini, lahir di Cimahi pada 1957 lalu. Awal karirnya, diawali saat seorang produser rekaman tertarik dengan suaranya. Harry langsung tenar setelah ditawari rekaman. Menjadi idola remaja dan trend setter yang ditiru gayanya. Hidupnya bergelimang harta.
Sayangnya Harry muda gak merasa tenang, apalagi bahagia. Padahal, sebagian dari penghasilannya bernyanyi sudah disumbangkan untuk membantu panti asuhan dan anak-anak yatim piatu.
Dirinya sering merasa tak puas dengan apa yang sudah didapat. Apalagi jika dibandingkan dengan pendapatan rekan seprofesinya. Hidupnya hampa, tak tenang

Hingga pada 1995, dirinya bertemu dengan seorang Ustaz cerdas. Sang Ustaz yang menjadi tempatnya berdiskusi Islam, berhasil mengubahnya. Penjelasan dan argumen Ustaz yang smart, membuatnya kagum. Pada tahun yang sama, Sang Rocker gantung mic alias berhenti nyanyi. #Alhamdulillah.

Mulailah aktivitas barunya; berdakwah. Beliau menyesali perbuatannya di masa lampau  Melalui lagunya, dulu beliau kerap mengajak remaja bermaksiat, semisal pacaran. Beliau takut aktivitas bernyanyinya mengundang kemurkaan Allah.

Kini, beliau tampil sebagai pribadi baru. Pribadi yang senantiasa mendakwahkan Islam Kaffah. Termasuk membongkar kebusukan sistem kapitalisme & sekularisme yang mencengkeram umat muslim. Terus mendakwahkan penerapan syariah dan penegakan khilafah. Sang Rocker pun sudah berganti sapaan, menjadi ustaz Harry Moekti.

Sungguh perjalan hijrah penuh hikmah. Sesuai dengan hadits berikut:
"Allah Ta'ala berfirman, 'Aku tergantung persangkaan hamba kepada-Ku. Aku bersamanya kalau dia mengingatku. Kalau dia mengingat-Ku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diri-Ku. Kalau dia mengingatku di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat padanya sehasta. Kalau dia mendekat pada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari." (HR Bukhari no.7405 dan Muslim no. 2675).

Masyaallah, ternyata ketika kita berupaya mendekati Allah, Sang Rabbul a'lamin lebih antusias mendekati kita. Semoga kita bisa meniru jejak hijrah beliau. Berpindah pada ketaatan. Berlari menuju Allah. Walau berat, yakinlah Allah akan memudahkan. Bersegeralah, sebelum Allah berkata, "Waktunya pulang!"
"Ketika engkau sudah berada di jalan yang benar menuju Allah, maka berlarilah. Jika sulit bagimu, maka berlarilah kecil. Jika kamu lelah, berjalanlah. Jika itu pun tidak mampu, merangkaklah. Namun jangan pernah berbalik arah atau berhenti." (Imam As-Syafi'i). Wallahua'lam bishshawab.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!