Berhijrah dengan Kalam ilahi


Oleh: Hany Handayani (Pemerhati Remaja)



Hijrah itu mudah, yang sulit adalah Istiqomahnya. Tak terkecuali para artis yang menjadi panutan dan role model sebagian besar remaja. Kita patut mengapresiasi fenomena hijrah para artis yang semakin kesini semakin menjamur. Bukan hal yang mudah tentunya untuk melepaskan segala kehidupan glamor yang mereka miliki, pilihan yang berat untuk merubah diri menjadi seorang yang lebih baik dalam pandangan agama.
Memutuskan hijrah adalah hal yang luar biasa, apalagi mampu istiqamah dijalan-Nya, bentuk keberhasilan yang amat langka. Seperti yang terjadi pada beberapa artis, mereka telah menyatakan berhijrah namun tak lama kemudian mereka kembali pada kejahiliahan, karena tak tahan derasnya godaan lingkungan. Naudzubillah. Akhirnya mereka kembali pada kehidupan lamanya yang jauh dari kata Islami.



Niat adalah hal pertama yang harus diluruskan ketika berhijrah. Karena syarat diterimanya sebuah amal adalah karena niatnya. Luruskan niat hanya untuk ridho Allah bukan karena terbawa arus para artis yang saat ini telah berhijrah. Artis adalah manusia biasa yang tidak patut disembah, ambil perkara yang baik dari mereka dan jangan tiru perkara yang tidak baik dari mereka. Jadikan momen hijrah mereka sebagai momentum hijrah juga buat kita yang ingin berubah lebih baik. "Barang siapa berhijrah hanya untuk dunia, maka dunia itulah yang akan dia dapatkan" sabda Rasul. Semoga kita bukan termasuk golongan tersebut.


Hijrah itu butuh ilmu, butuh keyakinan yang kuat dan keikhlasan guna meluruskan niat agar senantiasa bertumpu pada Allah segala aktivitas hijrahnya. Penting bagi seorang muslim untuk mencari ilmu sebelum bertindak. Sebagaimana firman Allah dalam Quran surat an Nahl:43 "Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui"
Masih melekat dalam ingatan seorang artis yang akhirnya menanggalkan hijab lantaran alasan yang menurutnya logis. Pemikirannya sudah tercemari pemahaman asing, kemudian ia ambil hipotesa sendiri tanpa menelaah lagi dalam pandangan syara. Walhasil ilmu itu penting, agar kita tidak terjebak oleh arus pemikiran yang salah.



Mencari ilmu agama bisa diperoleh melalui jalan belajar, mengaji, atau berdiskusi dengan orang-orang yang paham terkait agama. Baik itu ustad maupun ustadzah yang saat ini bisa dengan mudah kita jumpai. Terlebih dengan teknologi yang ada sekarang justru mempermudah kita untuk mengakses segala informasi yang ada.
Selain itu, lingkungan yang kondusif bagi orang yang baru berhijrah juga sangat menentukan. Salah-salah memilih lingkungan, bisa fatal akibatnya. Karena tak jarang ada kelompok tertentu yang memanfaatkan semangat orang baru berhijrah untuk kepentingan mereka. Jadi jangan salah pilih lingkungan, agar tidak kembali pada kehidupan lama yang jauh dari kata islami dan juga terhindar dari kelompok-kelompok yang memanfaatkan semangat hijrah seseorang untuk hal yang buruk.


Lingkungan kondusif bagi orang yang baru berhijrah adalah lingkungan yang dipenuhi oleh orang-orang yang senantiasa mendekatkan dirinya kepada Allah. Seperti di masjid, majelis ilmu, dan event Islam lainnya. Tidak bisa dibayangkan jika ada orang yang baru berhijrah tapi lebih sering nongkrong ditempat karoke, diskotik, atau tempat yang banyak mengumbar aurat. Bisakah orang-orang alim lagi sholeh hidup dalam lingkungan tersebut?



Layaknya sebuah pohon yang dihasilkan dari benih unggul. Akankah pohon tersebut bisa tumbuh normal, bagus, menghasilkan banyak buah serta anakan yang berkualitas jika benih unggul tersebut ditanam di daerah tandus lagi tak subur? Sekalipun dia berasal dari benih unggul namun sudah barang tentu tidak akan bisa. Begitu pula dengan orang yang sholeh. Ia akan jadi pribadi yang baik jika ia tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang baik pula. Maka dari itu mencari lingkungan yang baik bagi orang yang baru hijrah itu sangat penting di samping pentingnya ilmu agama tadi.
Senantiasa berdoa kepada Allah agar selalu Istiqomah di jalan hijrah, karena pada dasarnya hijrah itu bukan akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan panjang yang mesti dilewati oleh setiap manusia. Dalam perjalanannya akan ada ujian dan cobaan yang menghadang sebagai batu sandungan. Layaknya anak sekolah yang hendak naik kelas maka setiap orang yang berhijrah pun sama. Sama-sama diuji agar bisa naik kelas menjadi pribadi yang bertakwa kepada Allah. Maka dari itu berdoalah agar diberi keteguhan iman serta berazam agar tetap tsiqoh dalam syariat-Nya.


Salah satu cara agar kita yang baru berhijrah tetap Istiqomah dijalan ini adalah dengan bergabung dalam sebuah jamaah dakwah yang berusaha menciptakan kondisi lingkungan kondusif bagi setiap insan yang ingin berhijrah. Yakni lingkungan yang dinaungi oleh penerapan syariat Islam secara kaffah. "Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kedalam Islam secara kaffah/keseluruhan"
Jadi tunggu apalagi, segera berhijrah sesuai Kalam ilahi, karena hanya dengan syariat-Nya lah yang mampu menghasilkan orang-orang Sholeh yang dirindukan surga. Siapa yang tak mau jadi bagian orang-orang yang dirindukan surga?

Wallahu a'lam bis showab....

Post a Comment

0 Comments