Thursday, March 15, 2018

Beda Itu Keren




Oleh: Emma Elhira  (Pemerhati remaja ideologis, anggota komunitas Revowriter) 

Guys, pernah nggak sii jalan dikerumunan orang banyak tetiba mereka menatap tajam pada kita, gegara melihat penampilan kita yang ga sama dengan orang kebanyakan...? Yups, kita jadi terlihat asing dengan pakaian yang longgar dan kerudung yang besar, padahal kita masih anak bau kencur. Atau mereka jadi mengernyitkan dahi saat kita menyibukan diri di majelis-majelis ilmu sedang anak yang lain seusia kita lagi demen-demennya nongkrong di Cafe, nonton ke Bioskop, dan memilih mondok di pesantren daripada belajar disekolah umum atau sekedar jalan-jalan gaje yang unfaedah banget deh.. Belum lagi kalo liat temen sebelah yang cadaran, natapnya sambil bisik-bisik nyamain dengan terorisme. Sadis.  .

Padahal kalo mau dibilang beda itu ya mereka, mengaku beragama islam tapi dandanan ga sesuai syariat. Malah lebih ngikutin budaya asing. Islam sudah lebih dulu membuat aturan yang Allah perintahkan dalam Al-qu'an contohnya seperti dalam berpakaian, disuruh menutup tubuh dengan baju berupa lorong yang tidak berbentuk dan tidak transparan, mengulurkan kerudungnya hingga menutup dada, bukan bedandan macam penyanyi luar negeri bahkan merubah ciptaan yang sudah Allah berikan pada kita dengan melakukan operasi plastik. Yess...? .

Yaa... begitulah opini yang digiring tentang Islam. Dianggap aneh saat kita melaksanakan syariat, dianggap teroris saat liat cewek cadaran dan cowok yang pake celana cingkrang. Dianggap ga gaul saat tak mau gabung berikhtilat pas reunian teman sekolah atau teman kelas, dianggap nggak banget saat diajak ngobrol soal cowok lalu kita ngeles ngomongin soal islam, dan menganggap sesuatu yang lumrah pabila datangnya dari negara non Islam. Dandan tak sesuai syariat, gaul bebas, ngomong seenaknya tanpa aturan, karena masuk dalam wilayah HAM, kebebasan berpendapat dan berekspresi. Yess..?  .

Bikin bete, gatel, kasian sekaligus miris. Anak zaman now nggak belajar dari sejarah Islam bahwa saat Rasulullah masih hidup, ada seorang anak kecil usia 15 tahun sudah mengajukan diri jadi komandan perang. Lah kita usia segitu lagi ngapain...?. Lagi sibuk-sibuknya sama gadget dan aktivitas pacaran yang jelas-jelas keharamannya. Galau karena putus cinta, Asyik masyuk dalam buaian pengedar narkoba (amit-amit).   .

Lalu, posisi kita ada dimana sekarang...? Jadi penonton yang sibuk bersorak sorai dikabin penonton sambil makan kacang..? Sudah mah bayar, berdesak-desakan, sekedar penggembira pula. Cuma jadi pecundang generasi ga beres. Atau mau memposisikan diri jadi pemain yang siap akan merubah skor 0-0 jadi punya skor sempurna di lapangan rumput hijau, bergerak dan menyambut peradaban siap menciptakan kejayaan Islam kembali gemilang seperti sebelum keruntuhannya.? Aseekk..  

Jadi generasi milenial yang menyibukan diri dengan aktivitas penyebar kebenaran. Menghabiskan waktu dengan aktivitas dakwah selain menuntut ilmu akademis.  .

Berbeda memang dengan anak zaman now kebanyakan. Tapi Rasulullah sudah menyampaikan kabar gembira bagi mereka yang mau memperbaiki apa-apa yang dirusak manusia. Seperti  hadist yang di riwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:  "Islam muncul pertama kali dalam keadaan terasing dan akan kembali terasing sabagaimana mulainya, maka berbahagialah orang-orang yang terasing tersebut". 

So' nggak usah minder saat kamu dianggap beda atau asing dari keumuman remaja saat ini. Karena Allah sudah menjanjikan surga bagi orang yang mau menolong agama Allah dengan tetap berpendirian teguh meski dianggap berbeda. Kamu bisa tetap keren (dihadapan penduduk langit) meski berbeda dihadapan manusia.   Salam.

Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!