Bahaya Taqlid



Oleh : Fitri Dika Pratiwi
Mahasiswi Unpak


Tanggal 14 februari, kebanyakan muda-mudi disibukkan dengan perayaan yang katanya “hari kasih sayang”. Tidak sedikit orang yang menunggu hari tersebut untuk mengungkapkan rasa cinta kasih sembari memberikan hadiah -biasanya sih berupa coklat, bunga, perhiasan- kepada orang yang dicintainya dan bahkan ke pasangan ‘ilegal’nya.

 
Hari kasih sayang –sebut saja hari valentine- ada sejarah yang melatar belakangi kemuculannya dan banyak versinya. Bisa cari sendiri ya bagaimana asal usul kemunculan hari tersebut. Yang pasti sejarah kemunculannya tidak ada sama sekali unsur islamnya. Kebiasaan manusia yang bertaqlid (ikut-ikutan) ini masalahnya. “Ini kan trend” gitu katanya. Mengikuti tanpa berfikir terlebih dahulu. Gak tau kalau hal yang diikuti merusak aqidah islamnya. Ikut perayaan atau hanya sekedar mengucapkan “selamat valentine” berarti membenarkan dan mengakui hari tersebut walaupun tidak ikut dalam ritualnya. Dan ini sudah bertentangan dengan aqidah islam. 


Perayaan valentine merupakan perayaan kaum kafir, jadi jelas haram bagi kaum muslim untuk merayakannya. Tidak hanya hari valentine, perayaan-perayaan lainnya yang tidak ada landasannya dalam syari’at islam juga haram. Rasulullah Saw. telah memperingatkan dengan keras: “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. Abu Dawud). Mau termasuk dalam golongan kaum kafir? Na’udzubillah min dzalik.


Sebagai seorang muslim, janganlah kebiasaan taqlid ini melekat dalam diri, karena sangat bertentangan dengan hakikat manusia yang mempunyai akal. Hakikatnya manusia mesti berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Seorang muslim yakin bahwa semua perbuatan yang dilakukan dalam area yang dikuasainya akan dipertanggungjawabkan di yaumil akhir kelak. Maka hendaknya, ia memilih-milih dalam melakukan suatu perbuatan, harus bisa bedakan nih mana yang baik dan yang buruk.


Post a Comment

0 Comments