Awas Pergaulan Bebas Mengancam Remaja

Oleh: Minah, S.Pd.I

(Pengajar/Praktisi Anak Dan Remaja, Anggota Komunitas Revowriter)

Di zaman now, banyak generasi muda berada di bawah ancaman. Temuan beberapa kasus gaul bebas antar pelajar hingga melakukan perzinahan, ini sungguh sangat mencengangkan. Kok bisa? Bukankah mereka sekolah? Belum lagi ditambah dengan fakta-fakta pergaulan bebas di kalangan remaja yang semakin meningkat menambah deretan kegelapan hari-hari yang menimpa umat ini. Apa penyebab semua ini? Lalu bagaimana Islam memberikan solusi? Bagi para orang tua, selamatkan putra-putri anda, jangan sampai menjadi korban berikutnya.

Remaja adalah masa peralihan dari anak-anak hingga dewasa. Seseorang yang berakal sehat yang telah memasuki masa puber (baligh). Laki-laki ditandai dengan mimpi basah dan wanita dengan haid. namun, terkadang remaja sekarang salah dalam bergaul, mulai kenal tuh dengan cinta, suka terhadap lawan jenis. Beranekaragam caranya untuk dekat dengan orang yang disukai, berupaya untuk Pdkt, alasannya minjem buku, belajar bersama, minta nomer hp agar bisa smsn, wa an de el el deh, yang penting katanya bisa chatingan. Adohhh gawat. Kudu hati-hati. Kalo udah kecantol
berabe deh, di ajak jalan-jalan, nonton bareng, belum lagi tuh megang-megang hingga kebablasan akhirnya hamil diluar nikah. nggak kuat nanggung malu, diaborsi, digugurin, bayinya dibunuh, naudzubillah. Astaghfirullah.

Itulah kondisi remaja masa kini, hasil pergaulan bebas. Dapat dosa pergaulannya yang bebas dan membunuh bayi yang nggak berdosa. Ya Allah. miris bahkan sedih lihat kondisi remaja sekarang. Dosanya berat sob, kamu pasti nggak akan kuat nanggung dosa tersebut. Banyak yang umbar nafsu atas nama cinta, dan itu bukan terjadi karena niat saja, tapi ceweknya juga kasih kesempatan.  WASPADALAH!

Inilah buah nyata dari sistem sekuler, Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, menjadikan Islam hanya sebatas ritual, disepelekan, dan dihinakan. Sementara di waktu yang sama, sistem kapitalisme dipasang disetiap sisi kehidupan. Apa itu sekulerisme? Sekularisme atau bahasa kerennya fashluddin ‘anil hayah yakni  memisahkan agama dari kehidupan. Dia yakin bahwa Allah yang ciptakan manusia, namun enggan mengikuti aturan Allah. Segala perintah Allah disepelekan. Atau menjalani aturan dari Allah tapi setengah-setengah. Dia sholat, tapi masih melanggar aturan yang lain. Misal dia nggak nutup aurat, bahkan melakukan pergaulan bebas. Padahal sejatinya jika dia yakin bahwa Allah yang menciptakan kita, maka kudu menjalankan semua aturan Allah. bukan setengah-setengah.

Kenapa bisa seperti ini? ini dikarenakan remaja banyak yang krisis identitas, identitas dirinya nggak jelas sehingga gampang kebawa angin. Ketika kita nggak tahu siapa diri kita, tujuan hidup kita pun jadi nggak jelas. Akibatnya, kita akan mudah terombang-ambing ngikutin tren biar bisa eksis. Persis seperti layang-layang. Padahal bekal hidup kita terbatas. Usia kita pun juga terbatas. So, yuk segera kenali diri dan tetapkan tujuan hidup. Biar arah hidup lebih jelas. Nggak salah arah lagi.

Lantas bagimana caranya untuk berubah menjadi lebih baik lagi?

“Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sampai ia merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (Q.s. Ar Ra’ad : 11).

So, ada azzam yang kuat agar kita mampu mengubah diri kita ke arah yang lebih baik. cara menyelesaikannya dengan Membangun aqidah Islam, berkepribadian Islam, Mengkaji Islam, mendakwahkan Islam, serta Menerapkan Islam dalam kehidupan. Wallahualam.

Post a Comment

0 Comments