Monday, March 26, 2018

Adakah Pacaran Islami?

Oleh : Diana Ummu Nusaibah (Anggota Revowriter, tinggal di Bogor)




Sob, masa remaja begitu identik dengan masa 'bercinta'. What cinta? Ya! Katanya, mumpun selagi masih muda, saatnya hura-hura. Gonta-ganti kekasih hati, tentu bukan sesuatu hal yang tabu lagi. Anak muda zaman now, udah ga asing banget sama kosakata satu ini. PACARAN! Kalau diantara remaja yang masih juga belum punya gebetan, dia pasti dikasih label 'Ga laku!' Ups, emang kita barang dagangan apa?!



Nah jadi sobat, bagi mereka laku atau nggaknya tergantung standar kepemilikan pacar. Cantik atau gantengnya, bisa diukur dari gebetannya. Sob, tau nggak? Ada loh, orangtua yang risih banget liat anaknya yang setiap malam minggu, cuma nongkrong di rumah tanpa ada yang mengganggu. Maksudnya? Ga punya pacar, gitu? Iya. Seolah anaknya kurang gaul, gak laku, dan ga ada yang suka. Beda sama anak-anak tetangga. Yang tiap malam minggu ke rumah ajak main putrinya. Gubrak! 


Kata Mereka tentang Pacaran


"Ih, kan aku sama dia pacarannya cuma LDR-an."


"Aku kan cuma kaka-adean"


"Kita pacarannya, ga ngapa-ngapain kok! cuma chattingan dan telponan" 


"Kita kan pacarannya Islami, saling menasehati. Untuk ingatkan jangan telat makan dan juga shalat." 


"Apa salahnya sih orang yang berpacaran? Mereka kan cuma menyalurkan rasa cinta. Tak lebih dari menambah semangat belajar, hanya berniat menjalin tali silaturahmi, juga sebagai sarana menjajaki diri."



Pernah nemu ungkapan-ungkapan semacam ini? Banyak banget ya. Begitulah para aktivis pacaran, yang jago merangkai ribuan alasan untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan. 



Kata Ustadz Felix Siauw dalam bukunya yang berjudul "Udah Putusin Aja". Pacaran tidak lain hanyalah jalan bebas hambatan menuju perzinahan. Pacaran itu ibarat candu yang bikin ketagihan. Sehari aja ga dapet info tentang si doi, dunia terasa sunyi.



Pacaran untuk nambah semangat belajar itu palsu! Ini alasan lucu, karena faktanya semangat itu muncul cuma di awal, kesananya malah jadi semangat bermaksiat tak ingat waktu.



Pacarannya ngga ngapa-ngapain. Terus ngapain pacaran?! Mending optimalkan waktu, tenaga dan pikiran untuk mengkaji dan perjuangkan Islam. "Kan cuma chattingan dan telponan", ingatlah sob, semua dosa besar diawali dengan kata "cuma". 
Kita kan pacarannya Islami? Eits, maksudnya pacaran di bawah bedug sambil nunggu adzan berkumandang gitu? Emang ada pacaran dalam Islam? 


Pacaran dalam kacamata Islam  

Islam adalah agama yang sempurna. Yang memuliakan pria dan wanita. Islam mengatur hubungan manusia dengan dirinya dan hubungan ia dengan Tuhannya. Termasuk mengatur pula, hubungan antara kamu dengan dia dan mereka (sesama manusia).



Begitu istimewanya, kita diatur dari bangun tidur hingga bangun negara. Ga percaya? Tadabburi Al-Qur'an, niscaya kita akan terbelalak saking begitu takjub dengan kesempuraan agama kita. Agama satu-satunya yang diridhoi Sang pencipta alam semesta. Nih sobat, dalam Al-Qur'an surat ke 17. Allah sudah mengingatkan kita agar tidak terjerumus ke jalan kemunkaran dengan menjauhi zina.


Allah SWT berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰٓى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗ وَسَآءَ سَبِيْلًا


"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra' 17: Ayat 32)


Dalam ayat itu, Allah melarang keras kita untuk mendekati zina, apalagi melakukannya. Zina merupakan dosa besar di sisi Allah. Terus apa hubungannya zina dengan pacaran? "Pacaran memang tak selamanya berujung zina, namun semua zina berawal dari pacaran." Begitu kata Ustadz muda yang juga seorang mualaf. Yang memiliki follower puluhan ribu. Ustadz ini pun tentunya sedang mengupayakan untuk memfollow semua ajaran Rasul-Nya. Mena'ati semua perintah-Nya. Masa kita ngga? 




Islam mengharamkan aktivitas interaksi antara pria dan wanita tanpa kepentingan syar'i. Islam membolehkan kita berinteraksi dengan lawan jenis seperti, ibadah umrah dan haji. Kan ga mungkin ka'bah yang cuma satu dibagi dua, yang satu khusus pria dan satunya lagi untuk wanita. Pendidikan, perdagangan, peradilan, medis, akad kerja, dan segala macam aktivitas syar'i lainnya yang menuntut adanya interaksi, diperbolehkan secara syar'i.



Lah, pacaran apa kepentingannya? Hanya mendulang dosa investasi. Karena, setiap candaan, sentuhan, belaian, rayuan atau bahkan merebut keperawanan. Sejatinya itu semua adalah perilaku keji, yang barang tentu sudah pasti melanggar perintah Illahi.


Kesimpulan 


Sobat, Islam tidak pernah mengharamkan kita untuk saling mencintai. Karena, sejatinya cinta adalah anugerah terindah dari-Nya. Cinta juga merupakan fitrah manusia, bagian dari naluri-naluri yang kita miliki. Namun, cinta bisa mengajak pada ta'at, bahkan cinta pun bisa menjatuhkan kita ke kubangan maksiat. Islam mengarahkan cinta agar ia berjalan pada koridor yang seharusnya, bukan malah mendorong cinta agar penuhi syahwat yang belum halal baginya.



Yang masih pacaran, udah putusin aja! Yang sudah siap, udah datangi walinya! Sebelum terlambat, diboyong para lelaki sejati yang tak suka mengumbar janji. Fix, jadi ngga ada ya.. yang namanya Pacaran Islami! 

Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!