Valentine's Day, Ritual Kufar

Oleh :  Eka Wahyuni

Fenomena perayaan Valentine's Day tidaklah asing dibeberapa kota besar di indonesia. Valentine's Day adalah salah satu contoh hari besar di luar islam yang pada hari itu sebagian kaum muslim ikut memperingatinya terutama kalangan remaja.

Mereka yang melakukan perayaan ini berdalih dengan kasih sayang. Padahal dalam islam,  kasih sayang itu perlu di aktualisasikan setiap saat dan setiap tempat. Bahkan kita diperintahkan untuk menyebarkan kasih sayang kepada seluruh manusia.

Selaku umat islam, tentu saja kita perlu mengkaji ulang perayaan tersebut.

Berdasarkan sejarahnya, Valentine's Day bermula dari Perayaan Lupercalia yang merupakan rangkaian pensucian di masa Romawi kuno. Upacara yang khusus dipersembahkan untuk mengenang dan mengagungkan dewi cinta (Queen of Feverish Love) yang bernama Juno Februata. Dalam pesta tersebut, para pemuda mengambil nama gadis di sebuah kotak secara acak. Nama gadis yang diambilnya tadi kemudian menjadi pendampingnya selama satu malam untuk bersenang-senang.

Bergesernya Makna Valentine’s Day
Seiring berjalannya waktu, tahun 496 M Paus Gelasius I mengubah upacara ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day. Upacara untuk menghormati Saint Valentine yang mati digantung oleh kaisar Claudius. Dia digantung karena melanggar aturan kaisar yang melarang para pemuda untuk menikah. Kaisar Claudius berpendapat bahwa tentara yang masih muda dan berstatus bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan. Lelaki yang belum beristri lebih sabar bertahan dalam perang dibandingkan tentara yang sudah menikah. Oleh Karena itu, kaisar memerintahkan untuk melarang kaum laki-laki menikah. Namun, Saint Valentine menentang kebijakan itu. Dia berpendapat bahwa pemuda-pemudi tetap harus mendapat ruang yang luas untuk melampiaskan hasrat cintanya. Dia lalu secara diam-diam menikahkan banyak pemuda.

Sejak orang-orang Romawi kuno mengenal agama Nasrani, maka pesta jamuan kasih sayang ini (pesta Lupercalia) lalu dikaitkan dengan upacara kematian Saint Valentine. Setelah Paus Gelasius menetapkan tanggal 14 Februari sebagai tanggal penghormatan untuk Saint Valentine, maka akhirnya perayaan ini berlangsung secara terus menerus setiap tahunnya hingga sekarang.

Perayaan Valentine's Day dijadikan sebagai momen untuk saling tukar menukar pesan kasih dan menempatkan Saint Valentine sebagai simbol dari para penabur kasih. Hari Valentine ditandai dengan saling mengirim puisi dan hadiah seperti bunga, cokelat, dan gula-gula. Hari Valentine juga diisi dengan acara kumpul-kumpul, pesta dansa, minum-minuman alkohol hingga pesta seks. Singkatnya perayaan kasih sayang ini dipersembahkan untuk mengagungkan Saint Valentine yang dianggap sebagai simbol ketabahan, kepasrahan, dan keberanian dalam memperjuangkan cinta.

Jaman sekarang, dunia seolah mengarahkan cinta sama dengan nafsu dan ini dilakukan pada saat orang merayakan Valentine's Day.

Islam tidak pernah mengharamkan yang namanya cinta. Bahkan islam memberikan ruang untuk cinta. Allah SWT mensifati dirinya dengan Ar-Rahman, Ar-Rohim yang artinya maha pengasih lagi maha penyayang.
Islam tidak pernah menafikan cinta karena Allah berfirman kepada kita di dalam Al-Quran surat Ali-Imron ayat 14 yang artinya "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)".

Allah tidak pernah mengharamkan cinta, tetapi Allah mengaturnya secara khas dengan baik sehingga kita dapat menyalurkannya dengan baik pula.

Ketika seorang muslim merayakan Valentine's Day, maka dia tidak ada bedanya dengan orang-orang yang lain yang tidak beragama islam. Mereka lupa bahwa ini bukanlah bagian dari perayaan mereka bahkan ini adalah bagian dari perayaan yang menyesatkan.

Benarlah sabda Rasulullah SAW :  "Barang siapa yang mengikuti kebiasaan suatu kaum maka dia bagian dari pada mereka".
Dan kita renungi bagaimana Rasulullah berpesan kepada kita "kalian senantiasa akan mengikuti sunah orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta sampai mereka masuk ke lubang biawakpun kalian akan ikut masuk. Lalu sahabat bertanya :  wahai Rasulullah apakah mereka Yahudi dan nasrani? Rasulullah menjawab :  kalau bukan mereka siapa lagi".

Maka Valentine's Day bukanlah bagian dari perayaan kita, bahkan itu adalah perayaan yang sangat menyesatkan. Maka kaum muslim tidak boleh tertipu ikut-ikutan meramaikan apalagi merayakannya. Wallaahu 'alam bis-shawaab

-

Post a Comment

0 Comments