Solusi Bencana Itu Berat, Biar Islam Aja!!




Oleh: Dwi Widayani, SH.I (Komunitas Peduli Generasi)




Sobat muda..., sebagai manusia bernaluri yang punya rasa iba, sayang pada orang lain, pastinya ikutan sedih donk lihat bencana terjadi dimana-mana? Gempa, banjir dan longsor.. Ngeri ya? Sedih juga pastinya melihat penderitaan korban..

Sering terjadi pergantian pimpinan negeri di pusat atau daerah. Ternyata tak ada pengaruh, ya...sobat? Bencana terus berulang. Pemimpin yang punya jiwa peduli dengan rakyat (baca: beneran peduli bukan sekedar pencintraan) pastinya sedih and bingung cari solusi. Tapi sepertinya, tidak sampai kayak Umar bin Khattab sedihnya.. Sampai-sampai beliau nggak mau makan minum enak sampai derita rakyatnya berakhir..

Solusi tuntas tak kunjung dateng. Para korban bencana keliatan pasrah. Setidaknya terlihat ketika mereka diwawancarai reporter, suka bilang gini:"iya, kami udah biasa hadapi banjir.." Ngenes mereka pasrah seolah tak kan pernah ada solusi tuntas..

Padahal kerugian akibat bencana ini sangat besar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kerugian akibat bencana di Indonesia selama tahun 2017 sedikitnya mencapai Rp 30 triliun. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kerugian ekonomi akibat bencana di Indonesia diperkirakan sedikitnya mencapai Rp 30 triliun selama 2017. Jumlah ini di luar bencana-bencana yang besar. ( https://www.google.com/search?hl=en-US&ie=UTF-8&source=android-browser&q=jumlah+kerugian+bencana) 
Solusi atasi bencana itu berat.. Sistematis penyebabnya.. So , perlu sistematis juga solusinya. Islam sebagai agama dan way of life kita, sebenarnya punya lho solusi yang dimaksud.

Maksudnya sistematis, ada satu sebab dengan sebab lain yang saling terkait. Masyarakat yang membangun rumah di sisi sungai, di lereng bukit atau gunung. Penggundulan hutan oleh perusahaan yang mendapat ijin legal atau ilegal, tanpa program penanaman pohon kembali dengan baik. Adanya alih fungsi lahan resapan air menjadi perumahan. Diantara sebab itu.

Berarti solusi bencana - lebih tepatnya-, menjaga agar tidak ada korban dan kerugian akibat bencana, sistematis solusinya. Perlu ada relokasi alias dipindahkan tempat tinggal ribuan bahkan jutaan penduduk dari lokasi rawan bencana(rumah pinggir sungai, dekat bukit/gunung, dan lain lain). Perlu juga membangun tempat tinggal layak huni penduduk tersebut, beserta sarana prasarana pendukung kehidupan masyarakat. Juga mencipta banyak lapangan kerja. Untuk itu, perlu dana yang sangat besar.

 Perlu juga upaya pencabutan ijin legal pemanfaatan hutan oleh pihak swasta dan pihak lainnya. Artinya perlu kekuatan politik dari pemerintahan yang kuat yang mampu tegas pada pebisnis kelas kakap.

Jadi, jika sobat muda punya cita-cita ingin jadi pejabat, itu cita-cita mulia. Jabatan itu akan memudahkan membantu orang banyak, termasuk para korban bencana. Tapi catatan pentingnya, tak sekedar menjadi pejabat atau pemimpin, perlu dukungan sistem yang baik. Sistem yang kuat yang memiliki sumber keuangan yang mapan dan banyak, tidak sekedar mengandalkan hutang dan pajak. Sistem yang jelas mengatur jenis kepemilikan harta itu menjadi 3. Milik pribadi, umum dan negara. Hutan termasuk harta umum, jadi tak boleh diberikan hak spesial pada pihak tertentu.

Adakah sistem yang dimaksud? Tentu ada, yaitu Islam. Yuk sobat.. Pelajari lslam lebih dalam. Karena janji Nya keberkahan suatu negeri tergantung taat pada NYA. Bencana datang bisa jadi karena tidak taat pada NYA.


وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ٩٦

"Jikalau sekiranya penduduk negeri- negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya."
(Q.S.7:96) 

Post a Comment

0 Comments