Remaja Muslim Selamatkan Dirimu dari Kerusakan

Oleh: Ummu syaakir

Berbicara tentang bulan Februari kayaknya udah ngga asing lagi nih kalo Februari digadang-gadang sebagai bulan kasih sayang, katanya. Makanya pasti tu kalo udah masuk bulan kedua ini sobat semua bakal ngeliat paket coklat berpita ala-ala berjejer di swalayan-swalayan bahkan warung-warung pedesaan. Bener apa betul?

Yap, bisa cek sendiri deh sob, pasti ni kalo udah memasuki bulan Februari nuansa pink, stock coklat berbagai merk, buket bunga, bahkan kondom bakal laris manis. Berdasarkan fakta di lapangan nih, sejumlah mini market, apotek, dan pedagang di Bandar Lampung mengaku penjualan kondom meningkat menjelang tanggal 14 Februari. Yang ngagetin banget nih, kebanyakan yang membeli alat konstrasepsi itu pemuda tanggung dengan usia sekitar 17 – 23 tahun. WHAT……!!!

Padahal nih sob umuran segitu tu kan masih usia anak sekolahan ya, paling pol ya kuliahan lah, masih abege kayak sobat-sobat sekalian. Terus kira-kira bakalan buat apa tu alat kontrasepsi dibeli. Masa iya si disuruh emak or babe?

Wah ngeri banget ya sob, ternyata ni emang yang namanya v-day dari zaman old sampe zaman now identik banget ama yang namanya free seks. Bahkan di AS lebih parah lagi, 14 Februari dijadikan sebagai Pekan Kondom Nasional yang dimaksudkan sebagai kampanye nasional penggunaan kondom, karena setiap perayaan V-Day selalu diikuti dengan peningkatan kasus HIV/AIDS. Ngeri ya..

Bayangin aja sob, gimana ngga identik dengan freeseks, v-day yang katanya hari kasih sayang sering banget dijadiin pasangan tidak halal untuk menghabiskan waktu bersama, jalan bareng seharian, makan coklat yang bisa ningkatin hormon endorfin dalam tubuh, yang bisa membuat seseorang merasa bahagia, seperti saat sedang jatuh cinta. Kalo udah namanya jatuh cinta, dunia serasa milik berdua yang lain nyewa, akhirnya nafsu syahwat menggelora dan jadilah seks bebas merajalela. Kalo udah free seks akhirnya terjadi KTD (kehamilan yang tidak diinginkan) dan solusinya aborsi karena belum siap nikah. Makanya nih sepanjang januari 2018 aja kasus bayi di buang udah nyampe 54 kasus! Naudzubillahimindzalik. Dosanya dobel dobel tuh.

Yang namanya remaja emang rentan banget sama yang namanya virus merah jambu. Wajar sih, coz masa remaja kan memang masanya pubertas. Hormon pertumbuhan lagi dalam proses mengubah remaja secara fisik dan emosi menjadi individu dewasa. Makanya virus merah jambu ni gampang banget menjangkiti para remaja kita, termasuk remaja muslim. Selain itu, remaja zaman now kebanyakan remaja galau plus baperan, hobinya nonton roman picisan, kalo suruh ngaji ogah-ogahan. Makin rentan deh tu kena virus pink.

Eits..tapi ni sob, ada juga lho yang lebih ngeri. Kalo virus pink biasanya kan akan mendorong remaja buat punya pacar lawan jenis, TTM-an, or kakak-adek ketemu gede. Nah kalo tu virus udah bermutasi dari pink ke warna pelangi, alamat kacau dunia kemanusian. Tau kan sob, warna pelangi yang belum lama ini lagi rame di Mahkamah Konstitusi. Tau ngga? Duh kalo ngga tau buruan deh search, hape smart jangan kudet dong.

Jadi nih warna pelangi sudah dikenal sebagai simbol kaum sodom. Perilaku kauk sodom  ini adalah penyakit dan penyimpangan perilaku yang masuk dalam kategori ODMK (Orang Dengan Masalah Kesehatan Jiwa) sob, sesuai dengan terminologi ODMK pada UU No 18 tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa. Parahnya, kaum sodom ini gencar banget kampanye bahwa penyimpangan seksual yang mereka lakukan adalah sesuatu yang fitrah. Bisa bayangin sob, di dunia perbinatangan aja kagak ada ceritanya ayam jago suka ama jago. Ini manusia yang dikasih akal sama Allah tapi tingkahnya lebih rendah daripada binatang.
Nah, remaja tu dinilai rentan terjerat perilaku kaum sodom. Soalnya kondisi psikologis remaja yang sering galau tanpa solusi ngasih akses bagi pegiat penyimpangan seksual buat merekrut anggota komunitasnya. Yang memilukan masyarakat tu kayak nggak aware dengan kondisi ini. Coba geh kalo ada banci joget-joget atau tampil di atas pentas pasti semua orang bersorak sorai. Nganggepnya ini tuh lucu, hiburan. Padahal kita jelas tau banget bahwa itu bukan hal yang sesuai dengan fitrah manusia. Berkata Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘anhuma:“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki”. (HR. Al-Bukhari no. 5885, 6834).

Komunitas ini bahkan udah nggak segan lho buka stand di tempat umum semisal pasar rakyat or car free day dan show up bahwa mereka tu ada. Dan lagi-lagi masyarakat abai aja dengan hal ini. Kalo didiemin, komunitas ini bakal terus berkembang sob, penularan penyimpangan seksual ini bukan hal yang sulit. Nyatanya, jumlah mereka semakin bertambah. Mereka tu lagi berjuang biar masyarakat bisa menerima mereka. Bahkan, mereka pengen dapetin hak-hak yang sama kayak pasangan normal lainnya. It means, kalo kita diem aja, besok-besok bukan ngga mungkin sobat semua dapet undangan yang mempelainya adam dan jaka, atau hawa dan cika.

Cuma mau ingetin nih sobat muslim, kita tuh remaja islam, maka nggak selayaknya kita jadi pembebek kebiasaan-kebiasaan orang kafir. Kalo kita ikut-ikutan ngerayaan v-day, itu artinya kita ikut aqidah paganis (penyembah berhala) kaum romawi, dimana valentine dilakukan untuk mengungkapkan rasa cinta mereka kepada berhala yang mereka agungkan selain Allah SWT.  Padahal Allah telah berfirman, “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolongpun.” (QS. Al-Maidah : 72).

Nggak cuma itu sob, v-day yang identik dengan free seks adalah hal yang dilarang oleh Allah SWT, Robbul a’lamin pencipta kita sob. Masa iya sih ngga mau nurut sama pencipta kita? Allah Ta’ala berfirman  dalam surat Al-Isro’ ayat 32, “Dan janganlah kalian mendekati zina karena sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan jalan yang buruk”.

Terus nih, ketika masa pubertas, naluri seksual remaja kan lagi berkembang nih sob, maka jangan deh dipancing-pancing dengan tontonan blue film, bacaan porno atau malah sampai terjerumus ke penyimpangan seksual karena dianggap “tidak beresiko”, karena ngga bakal bikin hamil anak orang. Karena yang namanya freeseks, mau dengan beda jenis, maupun sejenis hukumnya tetep haram sob. Allah Ta’ala berfirman: ”Dan (Kami juga telah mengutus Nabi) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang sangat hina itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian? Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampaui batas” [Al-A’raaf: 80-81].

Tuh sob, udah clear kan bahwa yang namanya ikut-ikut ngerayaain v-day itu dampaknya bisa ngerusak akidah kita lho. Bahkan momen v-day ini dijadikan ajang freeseks oleh kaula muda yang merayakannya. Kita nih sebagai muslim, kuy mulai aware dengan kondisi sekitar kita. Saling menasehati dalam kebaikan dan cegahlah ketika melihat kemaksiatan. Bentengi diri dengan belajar islam, karena hanya dengan taat sama aturan islamlah hidup kita bakal selamat. Remaja Muslim yuk ngaji, Selamatkan Dirimu Dari Kerusakan. Allahu’alam bi showwab.

Post a Comment

0 Comments