Remaja “Agent Of Change”



Oleh: Minah, S.Pd.I (Pengajar/Praktisi Anak dan Remaja, Anggota Komunitas Revowriter) 


Remaja kadang kala sebagai problem maker, dan kadang sebagai problem solver. Jika dia tak memahami identitasya, maka akan terjadi problem maker. Ketika kita nggak tahu siapa diri kita, tujuan hidup kita pun jadi gak jelas. Akibatnya, kita akan mudah terombang-ambing ngikutin tren biar bisa eksis. Terjadinya pergaulan bebas, narkoba merajalela dikalangan remaja, merokok, minum-minuman keras, tawuran de el el. Sehingga terjadilah remaja problem maker. Padahal bekal hidup kita terbatas. Usia kita juga terbatas. So, segera kenali diri dan tetapkan tujuan hidup. Biar arah hidup lebih jelas. Agar mampu menjadi remaja problem solver. 

Coba kita berkaca pada sahabat Rasulullah yang di usia muda mereka digunakan dalam hal kebaikan. Mus’ab Bin Umair menjadi “sales” Pertama Islam yang dikirim Rasulullah saw untuk Madinah, Imam Malik Sejak Kecil hari-harinya digunakakan untuk mempelajari Islam dan mengkajinya hingga umur 17 tahun Beliau udah bisa ngajar, bahkan orang yang lebih tua umurnya. Imam Syafi’I di usia Belianya 9 Tahun, bisa menghafal Al-qur’an dan ribuan Hadits, Serta Memberikan Fatwa Bagi Kaum Muslimin. 


Subhanallah ya… lah kita bagaimana? Apa bisa seperti mereka? Insyaallah kamu pasti bisa ! 

Apa yang harus kita lakukan? Jadilah problem solver. Bagaimana caranya? 

Harus kenal dengan Islam, mengkaji Islam serta dakwah. Jika kita kenal dengan Islam, kita tidak hanya berlebel Islam KTP saja, namun, terus berusaha untuk menjadikan Islam sebagai way of life. Menjalankan seluruh aturan yang ada dalam Islam. kemudian kita juga kudu mengkaji Islam, agar semakin tahu apa saja aturan yang ada didalam Islam, yang mana harus dikerjakan dan yang ditinggalkan, akan tahu mana yang haram dan mana yang halal. 

Remaja juga kudu dakwah loh, agar mampu menjadi agen of change. 

Loh.. ..kenapa mesti berdakwah? Karena dakwah juga merupakan suatu kewajiban. 

“Serulah manusia ke jalan Rabb-mu (Allah) dengan jalan hikmah (hujjah) dan nasihat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik” (QS. An-Nahl 125). 

Ngak mungkin kan kita mau sholeh sendiri atau baik sendiri? Pasti kita pengen mengajak saudara kita. yakni dengan cara dakwah. Dengan dakwah merupakan upaya merubah keadaan baik individu maupun masyarakat yang rusak menjadi baik sesuai dengan syariat Islam. Bagaikan suatu rombongan yang naik kapal. 

“Perumpamaan orang-orang yang mencegah berbuat maksiat dan yang melanggarnya adalah seperti kaum yang menumpang kapal. Sebagian dari mereka berada di bagian atas dan yang lain berada di bagian bawah. Jika orang-orang yang berada di bawah membutuhkan air, mereka harus melewati orang-orang yang berada di atasnya. Lalu mereka berkata: ‘Andai saja kami lubangi (kapal) pada bagian kami, tentu kami tidak akan menyakiti orang-orang yang berada di atas kami’. Tetapi jika yang demikian itu dibiarkan oleh orang-orang yang berada di atas (padahal mereka tidak menghendaki), akan binasalah seluruhnya. Dan jika dikehendaki dari tangan mereka keselamatan, maka akan selamatlah semuanya”. (HR. Bukhari). 

Oleh karena itu yuk jadi remaja agent of change. Yang mampu mengubah masyarakat yang rusak menjadi masyarakat yang sesuai dengan aturan Islam. Agar kita selalu tunduk dan taat pada aturan-aturan Allah. Jika Allah Ridho dengan hambaNya, maka Allah akan balas dengan SurgaNya. 

"Siapa saja yang menyeru manusia pada petunjuk (Islam), dia pasti akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala yang diperoleh orang yang mengikuti petunjuk itu tanpa mengurangi sedikitpun pahalanya." (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, an Nasa’I dan Ibn Majah


Post a Comment

0 Comments