PENGHAFAL AL QUR'AN HARUS MENJADI PEJUANG SYARIAH DAN KHILAFAH

Oleh: Bunda Tafa

Siapa muslim yang tidak ingin menjadi penghapal Al Qur'an? Siapa muslimah yang tidak ingin anak-anaknya menjadi penghapal Al Qur'an? Siapa muslimah yang tidak ingin bersuamikan penghapal Al Qur'an? Jika kita masih waras, jawabannya pasti: tidak ada! Karena semua muslim atau muslimah yang taat pasti menginginkannya.

Begitu besarnya pahala yg dijanjikan Allah pada penghapal Al Qur'an. Begitu agungnya balasan yang akan diberikan pada penghapal Al Qur'an, kepada orang tua yg memiliki anak para penghapal Al Qur'an, hingga sedemikian memikat kita umat Muhammad saw untuk berlomba mendapatkan pahala & balasan dari Sang Pemilik Surga.

Sayang, seribu sayang saat yang bersamaan tak kalah banyak juga muslim yang belum kenal Al Qur'an. Jangankan untuk menghapalkannya, sekedar membuka atau bisa membacanya tak pernah terbersit dalam benaknya. Tidak sedikit orang tua yang masih sulit membiasakan anaknya untuk sholat 5 waktu, mau mengerjakan kewajiban-kewajiban sebagai muslim tanpa lalai atau menyengaja meninggalkan. Bagi mereka, untuk bisa tahu semua kewajiban sebagai seorang muslim kemudian bisa mereka kerjakan dengan benar itu saja butuh usaha keras & pengorbanan luar biasa, boro-boro mau mikirin ingin jadi penghapal Al Qur'an. Bisa hapal bacaan sholat saja sudah senang sampai ke ubun-ubun.

Itulah realita umat Islam saat ini. Apakah kita senang dgn kondisi umat saat ini? hendak bagaimanakah kita dengan realita tersebut? Tidak peduli yang penting saya bisa menjadi muslim yang baik, peduli amat urusan orang lain, aku ya aku, mereka ya mereka, kita urus masalah hidup kita masing2, dosa & pahala itukan sendiri-sendiri . TITIK.

Hmm, kalau anda benar-benar hafiz & hafizoh, pasti teladannya adalah Muhammad yang sangat tahu dan peduli pada nasib umat Islam, bahkan hingga akhir hayatnya.

Wahai para penghapal Al Qur'an, sudahkah sampai hadapanmu pada ayat-ayat tentang kewajiban berdakwah? tentang ayat ber "amar ma'ruf nahi mungkar" ? Tentang besarnya kemurkaan Alloh pada orang yang membaca, mengetahui isi Al Qur'an, tapi tidak diamalkannya?

Dalam surat & ayat yang kita hapalkan ada ayat tentang perkara-perkara yg wajib, namun berapa persen dari semua kewajiban yang ada dalam Al Qur'an yang sudah diterapkan saat ini? Berapa banyak surat & ayat yang telah dihapal oleh para hafiz-hafizoh, lalu bisa diimplementasikan dalam kehidupan?

Seharusnya, kita tidak berhenti pada menjadi penghapal al Qur'an SAJA, mungkin pahala kita dapatkan, kemuliaan kita dapatkan. Namun, dosa & murka Allah lebih banyak kita dapatkan karena apa-apa yang kita hapal tidak mampu kita terapkan karena saat ini tidak ada satu pun institusi negara yg mampu  menerapkan semua isi Al Qur'an.

Semampu-mampunya lembaga pencetak para penghapal Al Qur'an, pastilah tidak akan mampu menjadikan semua kaum muslimin  juga generasi seterusnya untuk mampu menjadi para penghapal Al Qur'an & penjaga Al Qur 'an.

Lalu, bagaimana mungkin ada seorang penghapal al Qur'an, namun dia enggan memperjuangkan syariah & Khilafah dengan segenap kemampuannya sebagaimana perjuangannya menjadi penghapal Al Qur'an?

Renungan seorang muslimah yang berusaha mendidik dirinya & keluarganya untuk mempelajari Al Qur'an, memahaminya dan mengamalkannya.

Post a Comment

0 Comments