Menyikapi Hari "Valentine day" dengan Cinta*




Oleh : Tri Wahyuni Tampubolon
(Pemerhati remaja)



Dua hari lagi tanggal 14 Februari. Memangnya ada apa? 
Hari di tanggal itu dikenal dengan sebutan valentine day atau disebut sebut sebagai hari kasih sayang.
Sebagian kaum muslimin merayakannya. Tua muda, anak-anak, remaja, euforia merayakannya. Bahkan salah satu sumber website menyebutkan hari valentine sudah mestinya dirayakan sejak tanggal 7 februari dan puncaknya 14 februari. Dimulai dengan rose day (7 Februari), Propose day (8 februari), chocolate day ( 9 Februari), Teddy day ( 10 Februari), promise day (11 Februari) Hug day ( 12 Februari), kiss day ( 13 Februari) dan valentine day ( 14 februari).
Pelaku bisnis pun tak mau ketinggalan momen. Hotel, cafe, pedagang coklat dan serba serbi barang ditempeli label "valentine day".
Jika day artinya hari, apakah valentine itu artinya kasih sayang dalam bahasa Inggris? Tidak. Lalu apa ya?
Jika seorang muslim Muslimah mau berfikir untuk hal ini saja sebenarnya cukup membuat mereka tidak terikut hiruk pikuk perayaan valentine day tersebut. Kenapa??
Yuk kita intip sedikit.
Ternyata Valentine itu di ambil dari nama seseorang. Siapakah dia???
Penulis kutipkan yang menjadi benang merah dari berbagai versi sejarah munculnya hari valentine day.

The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut *versi pertama*, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

*Versi kedua* menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).

*Versi lainnya* menceritakan bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”. (Sumber pembahasan di atas: http://id.wikipedia.org/ dan lain-lain)

Jadi jelas meski berbeda versi asal muasal valentine day dari kaum nashrani atau Romawi pagan. Hingga kita tak mau kan terkategori _tasyabbuh bil kuffar_.

Mari kita renungkan sabda Rasulullah Saw, nabinya orang Islam, yang pantas ditauladani dan cintai " ‘Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Dawud, hasan)

Sedangkan posisi orang-orang kafir kelak : "Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya". TQS. Al Baqarah : 39

Selain itu juga yang tak kalah ironisnya, valentine day terbukti dijadikan ajang kemaksiatan bagi pemuda pemudi. Mulai pesta miras, narkoba, dan seks bebas. 
Setelah sehari hari digerus gaya hidup Sekulerisme liberal maka tak berlebihan jika penulis menyebutkan momen valentine day menambah sekian bukti rusaknya aqidah yang berujung buruknya moral anak bangsa.

Masihkah kita mau ikut-ikutan merayakan valentine day yang jelas bertentangan dengan aqidah islam??
Mari jaga diri kita, putra putri kita dari budaya liberalisme berkedok hari kasih sayang sembari terus mendakwahkan Islam kaffah sebagai solusi tuntas persoalan negeri tercinta agar terwujud Islam Rahmatan Lil'aalaamiin..
.

Raih pahala dengan menyebarkannya.

Sumber : 
http://batam.tribunnews.com/2018/01/30/rayakan-valentine-romantis-bertema-vintage-di-da-vienna-hotel-harga-paketnya-lebih-terjangkau

https://remajaislam.com/401-sejarah-kelam-hari-valentine.html

https://www-happyvalentinesday.com/

https://m.kumparan.com/@kumparanfood/7-hotel-di-jakarta-yang-tawarkan-promo-valentine-dinner-romantis

Post a Comment

0 Comments