Mencegah Perselingkuhan, membentuk Keluarga Sakinah di Zaman Now 



Oleh: Ustadzah Sri Endah Lestari (Pembina Pengajian Keluarga SaMaRa Jember)


Bagaimana Mencegah perselingkuhan
Membentuk keluarga sakinah di jaman now,tidaklah mudah. Banyak sekali celah untuk tidak setia dengan pasangannya (suami atau istri). Kita menyaksikan banyak suami atau istri berselingkuh dengan teman kantornya, teman lamanya, tetangganya atupun lewat media sosial.

Mereka sering berdalih, bahwa selingkuh hanya hiburan. Bahkan ada yang memberi singkatan bahwa selingkuh itu selingan indah keluarga utuh...Astghfirullah..naudzubillahi min dzalik.

Ada beberapa hal yang bisa membantu kita agar tidak terjadi peselingkuhan, yaitu :

1. Mengokohkan keimanan.

 Keimanan adalah pondasi yang paling penting dalam pernikahan. Keimanan inilah yang akan menuntun suami-istri selalu merasa dalam pengawasan dari Allah SWT.Mereka akan selalu berusaha untuk menjalankan yang wajib dan menjauhi yang haram. Keimanan yang kuat ini bisa diperoleh dengan memperbanyak puasa sunnah, shalat malam, membaca Al Qur’an, berdzikir, berdoa dan berdakwah. Ditambah suami-istri faham bahwa perselingkuhan adalah haram dan dosa besar. Suami-istri yang mempunyai keimanan yang kuat akan terjauhkan dari perbuatan selingkuh.

2. Menjaga pandangan.

Dalam QS An-Nur ayat 30-31, Allah menyuruh kita (laki-laki dan perempuan) untuk menundukkan pandangan. Menundukkan pandangan ini maksudnya adalah tidak memandang dengan pandangan yang diharamkan, yaitu dengan disertai hawa nafsu atau melihat aurat yang bukan mahram. 

Banyak kita menyaksikan bahwa adanya perselingkuhan diawali dari pandangan mata turun ke hati. Pandangan yang berulang-ulang dengan berduaan, makan bareng, boncengan atau curhat akan menyebabkan pintu perselingkuhan terbuka lebar.

3. Berniat tidak selingkuh alias setia.

 Setiap perbuatan diawali dari niat, niat akan menggerakkan amal. Apapun kondisi dan kesempatannya, tatkala berniat tidak selingkuh maka akan menjaga perbuatannya dalam menjauhi perselingkuhan. Niat yang benar karena keimanannya kepada Allah juga akan menjadi motivasi besar agar tidak terjadi perselingkuhan.

4. Menjaga komunikasi yang harmonis.

Tidak dapat dielakkan, ketika menikah persoalan kita akan menjadi bertambah. Karena ada dua kepala dalam satu rumah, ada anak-anak, ditambah ada hubungan dengan orang tua, mertua ataupun kerabat. Harus ada waktu yang disiapkan oleh suami – istri untuk berdiskusi, curhat, mungkin juga berdebat dalam rangka menyelesaikan persoalan. Karena dengan berkomunikasi akan mudah mengetahui mana yang salah, benar, disukai, tidak disukai ataupun tentang cinta suami-istri.

Komunikasi yang harmonis ini akan semakin mendekatkan hubungan suami-istri, sehingga akan mencegah masuknya orang lain dalam kehidupannya.

5. Bersyukur apapun kondisinya pasangan kita.

Dalam TQS Ibrahim ayat 7, ”Dan ketika Tuhanmu memaklumkan, ’sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari maka pasti adzab-Ku sangat berat.” Kita harus selalu mengingat, waktu kita menerima atau memilih menikah dengan pasangan kita dulu pasti sudah mempertimbangkan dengan pertimbangan yang matang, dari kebaikan, keimanan, kelebihan dan adanya kecenderungan (baca: ada cinta) dengan pasangan kita. 

Tatkala sudah menikah kita pasti akan lebih banyak mengetahui kebaikan dan kelebihan pasangan kita, jangan terfokus kekurangan dan kelemahan pasangan kita. Ini akan membuat kita selalu bersyukur kepada Allah atas nikmat pasangan ini, dengan cara berusaha meyakinkan diri kita bahwa kekurangan pasangan kita adalah sedikit.

6. Menunjukkan rasa cinta dan sayang.

Semestinya suami- istri semakin usia pernikahannya banyak, semakin bertambah rasa cinta dan sayangnya. Karena mereka semakin mengetahui dan teruji seberapa besar cinta dan sayangnya. Dengan selalu atau sering mengungapkan rasa cinta dan sayang akan membuat pasangan merasa senang dan bahagia.

7. Berusaha memperbaiki kualitas diri

Menikah bisa menjadi ajang Up-grade atau peningkatan kualitas diri. Suami – istri akan saling mencontoh kebaikan pasangan. Sehingga akan ada nuansa fastabihul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Dengan berusaha memperbaiki diri maka semakin lama, kekurangan dan kelemahan kita semakin sedikit dan tentu akan semakin menambah kagum dari pasangan kita masing-masing. Bukankan rasa kagum ini akan menambah rasa cinta dan sayang? Dengan bertambahnya rasa cinta dan sayang, maka suami-istri akan merasa cukup dengan pasangannya, sehingga tidak ada kata berpaling dari pasangan alias selingkuh.

8. Membiasakan berkata yang baik

Saya banyak menemui orang berselingkuh akibat dari perkataan buruk, cacian atau makian suami-istri. Biasanya pasangan yang dihina ini akan melakukan pelarian kepada orang lain ,tatkala menemui orang yang bisa menerima kekurangannya maka akan sangat mudah terbuka pintu selingkuh. Sehingga,suami-istri wajib menggunakan kata-kata yang baik, memuji, lemah lembut dan mampu menahan emosi ketika marah, agar terhindar dari perselingkuhan.

Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah perselingkuhan. Dengan keimanan yang kuat dan berusaha menjalankan 8 tips diatas insyaallah akan mencegah suami atau istri untuk selingkuh. Jangan lupa selalu berdoa kepada Allah SWT agar kita dijauhkan dari perbuatan yang haram ini..

Post a Comment

0 Comments