Materi Khutbah : Legalisasi Miras, Haram!

Hai orang-orang yang beriman, sungguh (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala dan mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan setan. Karena itu jauhilah semua itu agar kalian beruntung (TQS al-Maidah [5]: 90).

Ikhwani fiddin a’azzaniyallahu waiyyakum,

Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya ketakwaan. Dengan begitu, kita akan semakin mampu berpegang teguh dengan agama-Nya. Sehingga kita akan mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat kelak.

Jamaah yang dimuliakan oleh Allah ........

Imam Ali memaknai takwa sebagai takut kepada Allah Yang Maha Agung, melaksanakan apa yang diturunkan oleh Allah, menerima terhadap yang sedikit, dan bersiap-siap menghadapi hari akhir.  Dengan makna itu, takwa menuntut ketaatan total kepada Allah, apapun yang diturunkan oleh Allah itulah yang terbaik bagi manusia.

Bila Allah menurunkan ayat-ayat tentang perintah, tidak ada lain pilihan bagi seorang yang mengaku bertakwa kecuali menjalankannya. Sebaliknya, bila Allah haramkan sesuatu, pilihannya hanya satu, tinggalkan.

Jamaah yang dirahmati Allah ...

Anas bin Malik mengisahkan, ketika turun ayat tentang larangan khamr atau minuman keras, maka serta merta para sahabat Nabi SAW di Madinah membuang seluruh khamr yang mereka miliki sehingga digambarkan arak mengalir di jalan-jalan di Madinah saat itu.  Mereka tak sedikit pun merasa keberatan terhadap larangan tersebut, atau merasa sayang minuman itu dibuang.  Sejak itu mereka meninggalkan sama sekali.

Ayat tentang larangan khamr ini masih berlaku sampai sekarang. Tidak pernah diubah dan tak akan berubah. Allah SWT berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, sungguh (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala dan mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan setan. Karena itu jauhilah semua itu agar kalian beruntung (TQS al-Maidah [5]: 90).

Rasul Saw menjelaskan bahwa semua minuman (cairan) yang memabukkan adalah khamr dan khamr itu haram baik sedikit maupun banyak: 

Semua yang memabukkan adalah khamr dan semua khamr adalah haram (HR Muslim).

Apa saja (minuman/cairan) yang banyaknya memabukkan maka sedikitnya adalah haram (HR Ahmad dan Ashhâb as-Sunan).

Jamaah yang dirahmati Allah ...

Adalah sangat lancang bila ada yang mengaku bertakwa kepada Allah tapi ingin menghalalkan khamr ini, bahkan akan membolehkan peredarannya di tengah masyarakat, dengan dalih misalnya memberikan manfaat pemasukan bagi negara.  

Bukankah tindakan tersebut menentang hukum Allah dan mengambil hak Allah?  Ini mirip dengan tindakan para rahib/pendeta Nasrani. Ketika turun ayat: "Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai Robb-Robb selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam;" (QS. at-Taubah :31)

Maka sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (orang-orang Nasrani itu) tidaklah menyembah para pendetanya !" .. Beliau bersabda: "Iya memang benar, akan tetapi bukankah mereka (para pendeta itu) mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram untuk para pengikutnya, kemudian para pengikutnya mengikuti mereka ?.. Itulah bentuk ibadah (penyembahan) mereka kepada para pendeta mereka"  (HR.Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Jarir dari jalur Adi bin hatim).

Keterangan Rasulullah itu jelas, siapa yang mengambil hak Allah, mereka sebenarnya telah menjadikan dirinya tuhan.

Ingatlah, yang berhak menentukan hukum bagi kita hanyalah Allah SWT.

"Sesungguhnya menentukan hukum hanyalah bagi Allah" (QS.Yusuf : 40)

Jamaah yang dirahmati Allah ....

Minuman keras adalah barang haram dan harus disingkirkan dari kehidupan umat Islam, bahkan manusia pada umumnya. Khamr adalah biang lahirnya tindak kejahatan. Tak aneh jika Rasulullah SAW melaknat 10 orang yang terlibat di dalamnya.
Rasulullah saw. telah melaknat dalam hal khamr sepuluh pihak: pemerasnya, yang minta diperaskan, peminumnya, pembawanya, yang minta dibawakan, penuangnya, penjualnya, pemakan harganya, pembelinya dan yang minta dibelikan (HR at-Tirmidzi dan Ibn Majah).

Hadis ini sekaligus juga menunjukkan bahwa kesepuluh pihak itu telah melakukan tindak kriminal dan layak dijatuhi sanksi sesuai ketentuan syariah. Anas ra. menuturkan:

Nabi Muhammad saw. pernah mencambuk peminum khamar dengan pelepah kurma dan terompah sebanyak 40 kali (HR al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi dan Abu Dawud).

Ali bin Abi Thalib ra. juga menuturkan: Rasulullah saw. pernah mencambuk (peminum khamar) 40 kali, Abu Bakar mencambuk 40 kali, Umar mencambuk 80 kali. Masing-masing adalah sunnah. Ini adalah yang lebih aku sukai (HR Muslim).

Maka dari itu, tugas kita sebagai Muslim, jangan biarkan kemungkaran terus meraja lela di hadapan kita. Mari bersama-sama menghentikan setiap upaya melegalkan miras di negeri ini.
Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya, maka apabila tidak bisa ubahlah dengan lisannya, maka apabila tidak bisa maka dengan hatinya yang demikian itu selemah-lemah iman” (HR Muslim)

Semoga Allah meridhai setiap amal kita, dan mengampuni dosa-dosa kita. Aamiin.[]

Post a Comment

0 Comments