Dikagumi Allah


Oleh: Dhika Widayat (Penulis, Founder Forum Pemuda Purworejo)

Masa muda memang sangat membuat manusia menjadi sosok idaman. Perubahan-perubahan yang terjadi di berbagai penjuru dunia adalah hasil karya pemuda. Yang tua biasanya hanya sebagai eksekutor dalam beberapa lini saja.

Misalnya saat kemerdekaan Indonesia. Golongan muda mengambil peran yang sangat dominan. Berani mengambil resiko besar. Golongan tua hanya bagia eksekusi pada bagian orang muda tidak bisa masuk ke sana saja.

Ide-ide brilian perubahan dunia juga dibuat oleh pemuda. Karya-karya emas yang ada juga mayoritas adalah buah dari ide pemuda. Bahkan pemuda ini menjadi sebuah sosok yang diidamkan. Saking inginnya untuk muda, orang tua juga tidak mau kalah. Mereka bilang, walau sudah tua tapi semangatnya muda.

Itu bukti kalau pemuda ini memang sangat diidamkan dan dikagumi. Banggalah menjadi kaum muda. Bahkan Allah saja kagum dengan pemuda. Bayangkan, dikagumi manusia itu bukan sebuah kebanggaan. Justru itu adalah ujian. Tetapi ini adalah kebanggaan yang tidak ada duanya. Dikagumi Allah, penguasa langit dan bumi.

Dengar saja berita gembira itu dari Rasulullah. “Rabbmu kagum dengan pemuda yang tidak memiliki shobwah.” (HR. Ahmad). Luar biasa kan?

Apa itu shobwah? Shobwah adalah kecondongan untuk menyimpang dari kebenaran. Tentunya kebenaran itu segala apa yang datang dari Allah. Dengan kata lain, Allah kagum dengan pemuda yang kecondongannya adalah kepada ketaatan.

Ini dia yang Allah kagumi. Pemuda yang beriman kepada Allah, pemuda yang taat kepada Allah. Inilah sosok pemuda yang dikagumi oleh Allah.

Siapa juga yang tidak mau dikagumi oleh Allah? Jangan condongkan diri kita kepada kemaksiatan. Belajar Islam lebih semangat, agar kita lebih memahami tentang kebenaran itu. Jangan sampai justru kita tidak tahu mana yang benar dan yang salah. Bisa susah untuk dikagumi oleh Allah.

Makanya jangan minder jadi pemuda yang sholeh. Jangan takut jadi pemuda yang taat kepada Allah. Tidak perlu juga takut dibilang sok alim dan sebagainya oleh manusia. Jangan hiraukan mereka. Tidak penting bagi kita omongan mereka.

Kecuali kalau mereka memberikan kita nasihat untuk lebih condong kepada kebenaran. Itu yang harus kita dengarkan dan ikuti sarannya. Manusia yang mencemooh tidak perlu digubris. Karena yang penting Allah menjadi kagum dengan kita.

Kapan lagi bisa dikagumi Allah. Hanya di masa muda ini. Masa muda yang hanya sekali dan tidak akan terulang kembali. Jadi gimana? Sudah siap dikagumi oleh Allah? Ayo taubat dan taat. Mumpung masih muda, banyakin pahalanya.[]

Post a Comment

0 Comments