Dasar-Dasar Cinta Untuk Remaja


Oleh : Ustadz Pristian Surono Putro (Penulis)


Banyak buku yang mengulas soal ini. Dari artikel ringan, buku tebal nan berat, cerpen, novel, musik, sampai film mengupas soal ini. Seolah soal ini tak pernah habis dikupas, selalu menarik untuk diperbincangkan. Muncul quote dan kata inspiratif dari pemikir, sastrawan pujangga menyinggung soal ini. Inilah soal Cinta. Dan selalu korban pertama dari soal cinta ini adalah kaum muda, REMAJA. Korban berikutnya adalah orang dewasa, bahkan orang tua, mencakup semua umur. 
-
Apakah itu cinta ? Makhluk apakah ini ? Berbagai sudut pandang mencoba menjawabnya. Dari rumus matematika sampai bahasa. Boleh saja kita melahap berbagai ulasan dan sudut pandang soal cinta ini. Dari ulasan ilmiah, rumit, canggih, mutakhir, sampai yang paling sederhana. Semua bicara Cinta. 
-
Namun sebelum masuk rimba raya percintaan, ups ! Alangkah baiknya kita mengenal dasar-dasar cinta terlebih dahulu. Sebagaimana halnya sebelum belajar rumus matematika rumit semacam Sin Cos Tan, atau soal limit, maka belajar dulu memahami dasar-dasar matematika yakni penambahan, pengurangan , perkalian, dan pembagian. Sebagaimana pula sebelum kita belajar membaca membaca buku tebal rumit maka terlebih dahulu kita belajar dasar-dasar membaca dari mengenal huruf sampai merangkai kalimat " ini ibu Budi ". 
-
Begitu pula perlu kita belajar akan dasar-dasar Cinta. 
-
Allah SWT menciptakan manusia beserta potensi kehidupan. Salah satu potensi kehidupan itu adalah Gharizah Nau' ( Naluri mempertahankan keturunan ). Penampakan dari Naluri ini adalah rasa ketertarikan antara laki-laki kepada perempuan, begitu juga sebaliknya. Jadi kalau remaja laki-laki tertarik dengan seorang perempuan itu hal yang fitrah, no problem, wajar, tidak ada masalah. 
-
Nah biasanya cerita yang mengeksplorasi soal Cinta baik itu dalam novel, atau film-film 
percintaan adalah pengungkapan, dan penggambaran cinta ini. Ada seorang remaja perkotaan liburan semester ke desa, kemudian dalam liburan itu kesengsem sama kembang desa dst.. ya begitu-begitu itulah. Dari Cleopatra, Cinderella, sampai Titanic, dieksplore begitu dramatis soal cinta ini dari awal mula munculnya. Karena memang rumus pertama adalah bahwa rasa CINTA ITU FITRAH. 
-
Selanjutnya, bahwa Gharizatun Nau ( Naluri mempertahankan keturunan ) ini mempunyai dua karakteristiak, yakni sifat rangsangan ( sumber pemicunya ) bersifat eksternal ( dari luar), dan jika tidak dipenuhi ( pemuasannya ) maka akan terjadi kegelisahan. Jadi kalau mata dan pikiran remaja terjaga dari penggambaran pemicu dari rangsangan luar yakni gambaran seksualitas maka Rasa cinta itu tidak akan muncul. Pun semisal terpacu rangsangan dari luar kalaupun tidak dipenuhi maka akan mengakibatkan kegelisahan sementara waktu. 
-
Dan sekali lagi dua karakteristik di atas adalah hal yang fitrah pula. Sampai disini sekali lagi tak ada masalah. 
-
Nah pada bagian ini pula yang diekspose, dieksplore, dikupas, dibincangkan dalam banyak lembaran pena, sampai di filmkan. Remaja dari perkotaan ini ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan oleh si kembang desa, jadilah ia gelisah bukan kepalang, resah, makan pun terasa tak enak, dst.. Begitulah cinta deritanya tiada akhir, begitu kata Ci Pat Kai dalam film Sun Go Kong. 

-
Jadi rumus kedua adalah bahwa Rasa Cinta itu baru akan muncul ketika ada pemicu dari luar. Dan juga sekaligus rumus ketiga bahwa Rasa Cinta ini bila tak tersalurkan akan mengakibatkan kegelisahan. 
-
Lantas apa masalahnya jika Rasa Cinta adalah fitrah ? Masalahnya bukan di rasa cinta itu, namun masalah baru muncul ketika masuk dalam wilayah MENGEKSPRESIKAN cinta. Cara mengekspresikan cinta sangat bergantung dari Akidah yang menjadi sudut pandang. Remaja yang berpandangan bahwa bebas saja dalam mengekspresikan cinta sebagaimana remaja dinegara-negara barat maka enjoy saja mereka mengekspresikan cinta di luar nikah. Tentu sangat berbeda dengan remaja yang menjadikan Islam sebagai Akidahnya. Jika belum mampu menikah maka remaja muslim akan berusaha menutup segala kemungkinan munculnya rangsangan liar pemicu kegelisahan, dan kalaupun merasa gelisah maka ia akan segera mengalihkan tenaganya untuk bertindak produktif baik pikiran maupun tenaganya. Sehingga ia akan terjaga sampai ekspresi cinta itu bisa ditunaikan dalam bingkai syariah Islam. 
-
Jadi kalau belum mampu gak harus segera dipenuhi kok. Kalau mau segera dipenuhi maka persiapkanlah dengan jalan syara. Oke ? 
-
10/02/'18

Post a Comment

0 Comments