Bangga Sebagai Muslim, Tolak Valentine's Day



Raha - The Secret Of Valentine’s Day “Cintaku Tak Semurah Cokelatmu” menjadi tema utama yang diangkat oleh Komunitas Sahabat HijrahQu Raha dalam launchingnya pada hari ahad 11 Februari 2017 ini. Bertempat di King Coffee, pemateri Khoirul Ni’mah aktivis Lembaga Dakwah Kampus UHO berbagi ilmu bersama 50 lebih peserta yang sebagian besar masih usia remaja.

Kak Khoirul menjelaskan bahwa Valentine’s Day bukanlah perayaan yang berasal dari kaum muslim. Di negara-negara Barat, momen V day ini dijadikan sebagai pekan kondom nasional. Namun, sayangnya umat muslim di Indonesia banyak yang latah ikut-ikutan perayaan ini. Akibatnya, dengan berdalih hari kasih sayang, wanita rela menggadaikan kehormatan termakan bujuk rayu lelaki dengan coklat sebagai kedok mewakili isi hati.

Lalu, dari mana sih asal mula Vday itu?
Pemateri memaparkan bahwa, sejarah V day itu sendiri adalah tradisi berhala kaum romawi terhadap dewa kesuburannya yakni Lupercalia. Vday juga merupakan perayaan agama Nasrani yang ditetapkan oleh Paus Gelasius pada tahun 496 M. Selain itu, Vday juga merupakan peringatan haul kematian St. Valentine seorang pendeta Nasrani.
So, jelas kan kalau Valentine’s Day sama sekali bukan berasal dari sejarah kaum muslim. 

Padahal, sebagaimana ditegaskan pemateri, Allah SWT dan Rasulullah SAW melarang untuk ber-tasyabuh (mengikut-ikuti) kaum lain dalam surah Al Baqarah:120.

Diakhir pemaparannya, Khoirul berpesan kepada para peserta bahwa sebagai remaja dan pemuda muslim agar berhenti membebek pada kebiasaan kaum kafir dan menjadi pemuda jaman now yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. Caranya? Yang pertama stop merayakan V day dan ritual perayaan lain yang tak jelas asal usulnya. Kedua, mengkaji Islam. Dengan mengkaji islam akan semakin banyak mendapatkan pencerahan dan ilmu tentang Islam. Ketiga, memahami hukum Islam. Dengan pemahaman ini akan menjadi benteng yang mengebalkan diri dari serangan pemahaman-pemaham asing yang berpotensi mengikis akidah. 

Dan yang terakhir, percaya dirilah dengan identitas keislaman. Kenapa harus malu dengan Islam? Malu itu kalau bermaksiat kepada Allah SWT. Udah gak bermanfaat, dosa pula. Be proud to be Muslimah, Yuk Hijrah bersama Sahabat HijrahQu.

Post a Comment

0 Comments