Ukhty, Maafkanlah Aku Jika "Sakit" yang Kau Rasa Saat Menegurmu

Oleh : Ana Nazahah

Tegurku karena cinta bukan karena aku membenci sikapmu, sungguh dahulu aku sempat sepertimu, tersesat arah kehidupan, terpasung hawa nafsu semu kehidupan.

Ukhty, aku tahu maksiat bukan pilihanmu, bukan juga pilihanku dulu. Kita hanya korban keadaan yang seharusnya bangkit dan melawan.

Jika terkadang aku marah dalam tegurku, sungguh bukan niatku begitu. Mungkin  karena papanya Ilmuku dalam memahami sikapmu.

Ukhty,  aku sama sepertimu, hanya saja aku telah berhijrah terlebih dahulu, sama seperti teman-teman lain yang telah berhijrah lebih dahulu sebelum aku.

Sejatinya kita sama, tak ada bedanya di mata Allah swt, kau, aku, kita sama-sama mengemban tugas yang sama yaitu diciptakan hanya untuk beribadah kepada-Nya.

Karena itu ukhty, saat kau merasa terganggu dengan nasehat-nasehatku, dan merasa aku terlalu ikut campur kehidupanmu, sebenarnya aku juga merasa begitu, hal ini tidak mudah bagiku.

Kau tahu bagaimana perasaanku saat menegur teman dekat yang tersirat sebenarnya merasa terganggu?, itu sangat menyakitkan ukhty, kukatakan agar kau tahu.

Kau tahu berapa kali aku ingin menyerah menasehatimu hanya karena tak sanggup kuhadapi berbagai dalih penolakanmu?, sering, bahkan terlalu sering.

Sadarlah wahai ukhty, saudariku, aku bertahan karena Allah swt menitahkan begitu, selain itu ini adalah bukti aku mencintaimu.

Maafkan aku terus menyakitimu karena tegur sapaku dalam nasehat, meski jalan ini sulit nan berliku, ini jalanku. Akan terus kuarunginya begitu. Harapku di jalan ini semoga kau bisa membersamaiku.[Ana Nazahah]

Post a Comment

0 Comments