Remaja Dalam Kepungan Sipilis

Oleh : Ustadz Pristian Surono Putro

Ini adalah sebuah tema yang coba saya dan Mas Ardian ( Koordinator FKRM Wonosobo ) untuk diangkat diakhir tahun ini. Setelah sukses menggelar beberapa event, dari Training Dasyat, Talkshow, dan beberapa kajian-diskusi, untuk akselerasi dakwah dikalangan remaja-pelajar Wonosobo sekaligus mengkampanyekan tagline #DariMasjidRemajaBangkit, kami bermaksud untuk menyelenggarakan sebuah event yang dihadiri oleh pengurus takmir Masjid-mushola se Wonosobo.
-
Nah tema yang diangkat adalah sebagaimana judul tulisan ini " Remaja Dalam Kepungan Sipilis " , apa itu Sipilis ? Sipilis adalah singkatan dari Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme. Maksud dari mengangkat tema ini adalah menumbuhkan kepedulian masyarakat, khususnya jajaran takmir bahwa terdapat bahaya besar mengancam kaum muda masa kini. Dari sini menjadi urgent untuk dengan sesegara mungkin bagi para takmir untuk menghidupkan Remaja Masjid. Dengan Hidupnya remaja Masjid maka akan menjadi wadah kawah candradimuka menggembleng mereka dalam pembinaan intensif.
-
Syukur-syukur dari kegiatan ini bisa dibentuk semacam aliansi, atau forum bersama antar takmir yang membuat lembar kerja bersama untuk secara spesifik memasifkan dakwah remaja, juga sekaligus menghidupkan kembali remaja Masjid.
-
Dengan semakin masifnya pembinaan dikalangan remaja, mudah-mudahan kebangkitan Islam dapat segera terwujud. Mengingat para pemuda-pelajar-remaja mempunyai daya dobrak yang kuat untuk menghembaskan sistem Kehidupan Sekular. Semangat, kekuatan, idealitas, independensi, mereka kaum muda ini berada dalam kondisi prima.
-
Ditengah saat ini polarisasi masyarakat yang semakin meruncing, dan mulai fokus menyempit, ibarat kompetisi turnamen sepak bola yang sudah mencapai babak final, maka kehadiran kita dalam tribun adalah menentukan untuk mendukung team tertentu yang lolos dalam babak final ini. Pun begitu saat ini dari soal Penistaan Al Qur'an, pendukung ahok, soal perppu ormas, kriminalisasi Ulama, sampai yang terakhir persekusi terhadap beberapa da'i, sampai soal reuni 212, maka akan kita dapati " YAH orangnya ITU-ITU SAJA ". Maka dalam polarisasi yang semakin tajam ini para pemuda muslim perlu dididik untuk menentukan sikap sesuai dengan Akidah yang mereka jadikan pegangan. Cara berpikir dan bersikap mereka perlu kita pandu untuk senantiasa mengikatkan diri dengan Akidah Islam.
-
Yang dengannya 'izzul Islam Wal Muslimin akan terjaga. Semoga Allah memudahkan.

Post a Comment

0 Comments