Putuskanlah dari Keyakinan

RemajaIslamHebat.Com - Siapa dan bagaimana keadaan kita itu tidaklah penting, namun bagaimana perbuatan kita itulah yang terpenting. Begitupun akan kemuliaan, tidaklah cukup  terlihat dari dan dimana ia berada, namun hanya bagaimana tindakan dan sikap yang diambilnya. Maka, memulai sebuah tindakan dengan keraguan, sekalipun ia hanya setitik dan kemudian membiarkan, maka hanya akan menghancurkan keberhasilan pada tujuan besar.

Sebab, keraguan (ketidakyakinan) bagaikan virus yang akan terus menyebar dan menembus hingga keorgan-organ terdalam. Ia memang tidak terlihat secara kasat, namun jelas dan pasti ia akan membunuh pada kehidupan. Maka, mencari sebab akan keraguan adalah awal yang harus dilakukan. Sebelum memulai dan menjalani akan sebuah pilihan.

Keraguan bisa hadir karena kesalahan dan bisa juga karena petunjuk yang harus segera mengambil keputusan. Entah keputusan untuk segera melangkah ke depan, beralih arah atau harus mundur dan berhenti untuk sementara. Semua tidaklah masalah !.

Yang masalah hanyalah ketika kita tidak jujur pada diri sendiri. Kemudian memaksa menjalani hanya dengan pertimbangan dari luar. Maka, terus melangkah diarah yang telah direncanakan tidaklah harus dilakukan. Sebab, ia hanya akan memunculkan luka yang nyata akan virus yang telah ada.

Padahal, kebahagiaan masa depan tidaklah selalu harus melangkah sesuai yang diukurkan, namun hanya akan melangkah sesuai dengan yang dibutuhkan. Jika berbalik arah atau bahkan kembali kebelakang dan berhenti sebentar adalah hal yang dibutuhkan maka terus melaju ke depan adalah sebuah kesalahan.

Jalanilah kehidupan karena kebutuhan yang bukan karena keinginan. Sebab, sebagian keinginan hanyalah angan, sedangkan kebutuhan adalah kepastian.

Bagaimana keberhasilan masa depanpun bukan diukur dari yang tanpa masalah, namun pada ia yang selalu siap dengan masalah. Bukan ia yang nyaman dengan posisinya, namun hanya ia yang mau terus berubah untuk meningkatkan pada kepantasan.

Sedangkan, pada masalah ia akan tetap terus ada disetiap langkah perjalanan, maka tidak harus lari atau meminta mati untuk mengakhiri. Cukup mengambil keputusan dan menyakini itu sebagai jalan yang tepat. Sebab, kita adalah pemimpin bagi diri sendiri. Tiadalah yang boleh menguasai kecuali diri dan Dia Swt semata.

Mengendalikan pada semua emosi dan menjadikan akal sebagai pembimbing. Kemudian mengambil keputusan yang kita yakini, meski akan ada tantangan besar dan ia yang belum pernah dirasakan. Dengan mengetahui bahwa keputusan tidaklah harus selalu ke depan, namun akan sangat mungkin malah ia yang sedikit ke belakang. Yang terpenting adalah kemana keyakinan.

Kemudian pada pujian, sanjungan, celaan dan hujatan orang janganlah dijadikan ukuran. Namun, jadikan ia sebagai warna warni yang memoles dan memperindah lukisan kehidupan.

Jika kita lihat keputusan itu akan menghadirkan pujian dan sanjungan maka bersyukurlah, semoga itu adalah kebaikan. Namun, jika kita lihat keputusan itu akan menghadirkan celaan dan hujatan., maka cukup menjadikan sabar sebagai benteng dari datangnya berbagai hantaman dan tongkat sebagai pegangan untuk tetap berdiri tegak.  Tetap menunjukkan kalau kita masih mampu dan akan tetap melangkah.

Melangkah dalam keyakinan dan kemantaban, meski ditengah pandangan kesinisan dan kerendahan itu akan lebih mulia daripada melangkah dalam keraguan ditengah pandangan kebaikan dan keberuntungan. Maka putuskanlah, meski itu tampak menyakitkan. Sebab, keyakinan itulah yang akan menyembuhkan.

Sumber:

Fb: Uli Nice

Post a Comment

0 Comments