Menyoal LGBT dalam Pandangan Islam

Oleh : Randi Rahmad (Devisi Kastra UHO)

Kelompok sekular-liberal mengkampanyekan LGBT (lesbian, gay, bisexual, transgender) sebagai salah satu gaya hidup di zaman modern kini. Padahal faktanya LGBT itu adalah kemaksiatan sejak masa purba ribuan tahun lalu. Kemaksiatan yang menyebabkan umat Nabi Luth ditenggelamkan oleh Allah Swt ke dalam bumi dengan sangat mengenaskan.
.
Sebagai pelajaran bagi seluruh umat manusia, Allah Swt mengabadikan peristiwa menakutkan tersebut dalam al-Quran. Allah Swt berfirman:
.
“Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (dijungkirbalikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar.” (QS. Hud: 82).
.
Terkait ayat tersebut, di dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir disebutkan salah satu riwayat dari Muhammad Ibnu Ka'b Al-Qurazi. Beliau mengatakan bahwa kota utama kaum Luth ada lima, yaitu Sodom, Sa'bah, Su'ud, Gomorah, dan Dauha. Kota-kota tersebut dijungkirbalikkan oleh Allah Swt lalu diiringi dengan hujan batu dari tanah yang terbakar.
.
Azab dahsyat tersebut ditimpakan kepada kaum Nabi Luth sebagai balasan atas kemaksiatan mereka yang sudah melampaui batas. Yaitu kebiasaan homoseksual yang dilakukan oleh kaum tersebut. Sebuah kemaksiatan super keji yang binatangpun tidak ada yang mau melakukannya.
.
Menurut hasil penelitian mutakhir para arkeolog, diperkirakan lokasi Kota Sodom dan Gomorah tersebut terletak di wilayah Tall el-Hammam, Yordania. Tepatnya di lembah Sungai Yordan, sebelah utara Danau Mati. Sodom diyakini sebagai kota yang sangat besar, makmur, dan menjadi pusat perdagangan utama di masanya.
.
LGBT yang berupa kemaksiatan keji itu kini mulai dirilis ulang. Bahkan ada gerakan internasional untuk mengkampanyekan dan melegalkan kemaksiatan tersebut. Khusus di wilayah Asia misalnya, United Nations Development Programme (UNDP) telah merancang penguatan LGBT melalui program yang mereka namakan Being LGBT in Asia.
.
Pada web resmi UNDP (asia-pacific.undp.org) disebutkan bahwa “Being LGBT in Asia is a regional programme aimed at addressing inequality, violence and discrimination on the basis of sexual orientation, gender identity or intersex status, and promotes universal access to health and social services”. Artinya itu sebuah program terencana untuk menguatkan dan mempromosikan LGBT di Asia.
.
Program tersebut menargetkan empat negara, yaitu Indonesia, Filipina, Thailand, dan Cina selama empat tahun dari 2014 hingga 2017. Anggaran yang mereka siapkan juga cukup besar mencapai 8 juta dolar AS atau sekitar Rp. 107,9 miliar.
.
Karenanya gerakan LGBT itu bukan sekedar komunitas, namun sudah bermetamorfosis menjadi alat propaganda global ideologi liberalisme-sekularisme. Umat Islam sudah semestinya mewaspadai ancaman dan dampaknya. Sebab ideologi liberalisme-sekularisme itu akan mengerdilkan hukum agama Islam (syari’ah) dari kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Wallahua’lam bi ash-shawab.[]

Post a Comment

0 Comments