Mengapa tumbuhan yang termasuk suku coniferophyta sangat penting bagi kehidupan manusia?

Mengapa tumbuhan yang termasuk suku coniferophyta sangat penting bagi kehidupan manusia?

A. Merupakan sumber makanan dan bahan kertas.

B. Dapat menghasilkan minyak kayu putih dan resin.

C. Batangnya dapat dijadikan bahan bangunan dan bahan kertas.

D. Buahnya dapat dimakan dan batangnya menghasilkan resin.

E. Dapat menghasilkan terpentin dan minyak atsiri.

Jawaban:

C. Batangnya dapat dijadikan bahan bangunan dan bahan kertas

Pembahasan:

Tumbuhan yang tergolong divisi ini dapat berupa semak, perdu atau pohon dengan tajuk berbentuk kerucut (conus), maka disebut Coniferophyta. Divisi ini merupakan kelompok terbesar, yang beranggotakan pohon tertua dan tertinggi di muka bumi. Penyebarannya luas terutama di daerah beriklim sedang dan dingin. Coniferophyta menjadi sangat penting karena merupakan sumber bahan kertas, kayu lunak, bahan bangunan, bahan plastik, pernis, terpentin, damar, dan tinta cetak. Untuk mempelajari daur hidup Coniferophyta.

Strobilus jantan menghasilkan serbuk sari yang mengandung sel sperma. Dengan bantuan angin, serbuk sari sampai ke bakal biji yang menempel pada sisik strobilus betina. Selanjutnya terbentuk buluh serbuk yang membawa sel sperma untuk bertemu dengan sel telur yang ada di dalam bakal biji. Setelah terjadi fertilisasi, terbentuklah biji yang bersayap tipis. Biji diterbangkan angin ke mana-mana, jika jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi kecambah, dan berkembang menjadi tumbuhan baru. Pinus banyak ditanam di Indonesia, misalnya Pinus merkusii di Sumatra (terutama di Aceh) banyak ditanam di daerah-daerah pegunungan oleh dinas kehutanan untuk menghasilkan terpentin memperlihatkan sebagian pohon pinus dan strobilus dengan bagian-bagiannya. Tumbuhan ini hampir selalu berumah satu, strobilus jantan terletak di ujung ranting dan strobilus betina lebih ke pangkal cabang. Strobilus betina terdiri atas banyak sisik yang tersusun dalam spiral. Bakal biji terletak di antara sisik- sisik tersebut, setelah fertilisasi tumbuh menjadi biji bersayap tipis. Ranting pendek mirip pasak berdaun dua, berbentuk jarum. Selain pinus, damar (Agathis alba) banyak dijumpai di hutan Sumatra dan Kalimantan, getahnya dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai bahan campuran cat.

Post a Comment

0 Comments