Mengapa Bawa Buah dari Luar Negeri Harus Diperiksa? Ini Penjelasannya

RemajaIslamHebatBerita - SobatQ mengikuti video yang viral di media sosial, tentang penumpang tidak berkenan buah bawaannya disita petugas karantina? Berikut penjelasan Dr. Antarjo Dikin (Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati) untuk masyarakat.

1. Prinsipnya, karantina pertanian berupaya dalam pencegahan masuk dan tersebarnya Organisme Penganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), untuk melindungi pertanian Indonesia. Buah lokal kita sangat banyak dan beragam. Bayangkan jika OPTK itu masuk dan menyerang buah lokal kita. Ini, bagian dari upaya negara hadir untuk melindungi petani lokal.

2. Terkait pemasukan buah yang dibawa penumpang, memang ada aturan yang telah ditetapkan. Setiap pemasukan buah wajib dilengkapi sertifikat phytosanitary dari negara asal. Sertifikat ini diterbitkan oleh otoritas karantina di negara asal. Aturan ini untuk menjamin buah yang dibawa tidak berisiko membawa lalat buah yang bisa merusak buah lokal. Lalat buah sangat merusak pertanian, sehingga karantina mencegah pemasukan dan penyebarannya.

Contoh kasus serangan lalat buah terjadi di California, USA. Outbreak tersebut membutuhkan biaya dan waktu lama untuk membersihkannya. Hingga hari ini, dilarang membawa buah segar ke Amerika. Begitu pula kejadian di Jepang.
Jadi, tidak hanya Indonesia yang menerapkan pemeriksaan begitu ketat. Hal ini lazim dilakukan setiap negara untuk melindungi pertaniannya.

3. Apakah lalat buah sudah ada di Indonesia? Ada, tapi berbeda dengan spesies lalat buah yang kita cegah. Ada banyak jenis lalat buah yang harus kita cegah dari berbagai negara, salah satunya yang sangat merusak Ceratitis capitata.

4. Syarat lainnya, buah harus berasal dari negara yang diakui sistem keamanan pangan (food safety) nya oleh pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, buah yang dibawa wajib dilengkapi sertifikat of analysis. Ini untuk menjamin buah tersebut aman bagi kesehatan manusia, tidak membawa cemaran berbahaya bagi manusia lingkungan, seperti pestisida, logam berat, dan cemaran mikroba.
Negara yang sudah kita akui food safety authority nya antara lain USA untuk apel dan pir, Australia jeruk, apel dan pir, NZ untuk buah kiwi dan apel.

5. Jumlah yang diperbolehkan dibawa memang tidak ada ketentuan. Sedikit maupun banyak volume, risikonya terhadap masuknya lalat buah dan cemaran berbahaya bagi manusia dianggap sama.

6. Kenapa kurma bawaan jemaah haji tidak diperiksa? Karena aman dari lalat buah. Lalat buah tidak dapat hidup di suhu yang ekstrem seperti habitat pohon kurma.

Untuk itu, kita mengajak semua masyarakat untuk mulai mengkonsumsi buah lokal saja. Sudah pasti lebih sehat dan aman daripada buah impor. Kita tidak perlu repot berpikir juga akan membawa larva lalat buah.[Badan Karantina Pertanian]

Post a Comment

0 Comments