LGBT & GAUL BEBAS : Ancaman Nyata Bangsa dan Peradaban

Oleh : Dwi Maulidiniyah (Ko Pusat BMI COMMUNITY)

Perih rasanya hati kami generasi muda, menyaksikan kebijakan Negara yang justru menghancurkan kami generasi muda bangsa ini..

Gagalnya perjuangan para Guru kami-guru besar IPB, Euis Sunarti, dan kawan-kawannya yang tergabung dalam Aliansi Cinta Keluarga (AILA) dalam menggugat perluasan makna pasal asusila dalam KUHP, yaitu Pasal 284, 285, dan 292 agar memasukkan kumpul kebo dan homoseks bisa masuk delik pidana dan dipenjara,  namun gugatan tersebut ditolak MK (news.detik.com/ 15/12/2017. Sungguh menyesakkan dada..

Padahal sudah sangat jelas BAHAYA LGBT dan kumpul Kebo,  penyakit mematikan hiv-aids maupun penyakit kelamin lainya, aborsi, menghancurkan masa depan generasi bangsa, bahkan secara nyata menantang laknat Allah sebagaimana musnahnya kaum nabi luth .. Eh tidak dianggap pidana dan kriminal, Malah di apresiasi.. Astagfirullah..

Sudah cukup hentikan sekularisme Negeri ini..Ajaran islam justru dikriminalisasi,  mengkaji islam kaffah dan memperjuangkan khilafah dianggap radikalisme yang mengancam Negara sebagaimana kebijakan UU Ormas No 2 tahun 2017,  sementara kemaksiatan dibiarkan..

Kami mahasiswa semakin muak dengan sistem demokrasi yang nyata melegalkan kebijakan bejat  merampok SDAE, hingga menghancurkan generasi bangsa, 

Sungguh tidak ada ruang kebaikan bangsa ini dari sistem sekuler demokrasi,  karena itu kami menyeru ke seluruh elemen Bangsa termasuk para intelektual- Guru kami yang berjuang demi generasi bangsa ini, untuk CAMPAKKAN SEKULERISME & DEMOKRASI.
Mari selamatkan generasi hanya dengan penerapan islam kaffah,  hanya syariat  Allah SWT yang terbaik buat generasi bangsa ini.

WAHAI mahasiswa!!! kalian semua adalah aset Berharga Negeri ini Jangan pernah RELA dihancurkan dengan LGBT maupun Pergaulan bebas hingga Kumpul Kebo.
Sungguh peran mulia kita sebagai calon intelektual dan pemimpin bangsa masa depan,  akan melejit dengan kembalinya Peradaban Islam kaffah dalam Khilafah Islamiyyah. 

Wallahu’alam bisshowab.

Post a Comment

0 Comments