Kemenangan di Pelupuk Mata Anak-anak Palestina

Oleh : Salam el Fath

Anak-anak Palestina sejak masih dalam kandungan hingga kanak-kanak, mereka telah diajarkan oleh Ibu mereka bahwa kelak kemenangan akan tiba.

Hal inilah yang mengakar kuat dalam benak kepala mereka, sehingga sekalipun mereka masih berusia 5 tahun, anak-anak Palestina telah meyakini hal itu dan tidak pernah tersimpan rasa gentar di hati-hati mereka dalam menghadapi para tentara zionis Israel.

Selain keyakinan tentang kemenangan yang berada di hadapan mata, para Ibu di Palestina juga telah menanamkan di benak kepala para mujahid mudanya, bahwa yahudi tidak memiliki negara. Wilayah yang mereka tinggali saat ini adalah tanah milik kaum Muslimin, bukan tanah mereka.

Oleh karena itulah, ketika ada seorang wartawan yang mengiming-imingi hadiah kepada anak-anak Palestina agar mereka mengakui negara Israel, para Mujahid tersebut dengan spontan dan bangga menjawab bahwa Israel bukan negara, itu adalah tanah milik Palestina. Tanahnya kaum Muslimin. Lalu hadiah itu pun dibiarkan begitu saja.

Iman anak-anak di Palestina telah terjaga. Mereka tidak membutuhkan harta demi menjaga keyakinan mereka pada Allah, Rasul-Nya, dan hak-hak mereka. Walau itu harus pertaruhkan nyawa. Maka tak heran pula jika para tentara la'natullah Israel bukan hanya membunuh kaum Muslimin yang berusia dewasa, tapi anak-anak juga mereka bunuh karena ketakutan mereka jika anak-anak itu besar dan bangkit melawan mereka.

Bagi anak-anak Palestina, kematian bukanlah sesuatu yang mereka takutkan. Tapi adalah seberupa hadiah yang telah disiapkan oleh Allah bagi mereka. Maka tak ada rasa takut dalam diri mereka untuk melawan, karena di hadapannya telah melihat kemenangan (Surga).

Maha Benar perkataanmu yaa Rasulullah, kiblat Iman saat ini adalah di bumi Syam (Palestina).[]

Post a Comment

0 Comments